Welcome to CINTA KIMIA,....Selamat Belajar…..
div>

Minggu, 23 Agustus 2026

KISI - KISI TKA KIMIA 2026

MATERI KIMIA YANG DIUJIKAN DALAM TKA 2026

A. Kimia Dasar

1. Struktur Atom & SPU : teori model atom, konfigurasi elektron, bilangan kuantum, dan sistem periodik unsur.

2. Ikatan Kimia : Ikatan ion, kovalen, logam, bentuk molekul (VSEPR), geometri molekul, dan gaya antar molekul.

3. Hukum dasar kimia & Stoikiometri : persamaan reaksi kimia, Konsep mol, rumus empiris/molekul dan pereaksi pembatas.

B.  Kimia Analitik

1. Larutan & Konsentrasi: molaritas, molalitas, fraksi mol dan persen.

2. Sifat Koligatif : penurunan tekanan uap, titik didih, titik beku, dan tekanan osmosis.

3. Asam-Basa : teori asam-basa, pH asam-basa, larutan penyangga, hidrolisis garam, Ksp dan titrasi

4. Koloid

C. Kimia Fisik

1. Termokimia : Perubahan entalpi reaksi dan hukum Hess.

2. Laju Reaksi : Faktor penentu laju dan orde reaksi.

3. Kesetimbangan Kimia : Pergeseran arah kesetimbangan (faktor Le Chatelier).

D. Kimia Organik

1. Hidrokarbon : Tata nama IUPAC, isomer, serta sifat fisik alkana, alkena, dan alkuna.

2. Gugus Fungsi : Identifikasi alkohol, eter, aldehid, keton, asam karboksilat, dan ester.

3. Makromolekul : Polimer, karbohidrat, protein, dan lemak

KEMAMPUAN YANG DI UJIKAN

a. Pemahaman konsep kimia (Knowing)

Kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman dasar murid tentang konsep kimia

1. Mengenali (Recognize): Mengidentifikasi atau menyatakan fakta, hubungan, dan konsep; mengidentifikasi karakteristik fisika/kimia serta peran setiap komponen yang terdapat dalam sistem, materi, dan proses tertentu.

2. Menjelaskan (Describe): Memberikan informasi atau penjelasan secara rinci berdasarkan konsep kimia/mendeskripsikan sifat dan struktur suatu materi serta proses atau fenomena kimia.

3. Memberikan contoh (Provide Example): Menuliskan contoh yang berkaitan dengan suatu fenomena, kegunaan, maupun kerugian suatu materi/proses kimia yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.

b. Penerapan konsep kimia (Applying)

Kemampuan murid dalam menerapkan konsep kimia pada permasalahan pada soal

1. Membandingkan/mencari perbedaan/ mengklasifikasikan (Compare/contrast/ Classify), Menerapkan pengetahuan tentang fakta, hubungan, proses, konsep, dan metode ilmiah dalam menyelesaikan masalah sesuai konteks yang disajikan. Mengidentifikasi persamaan/perbedaan dari suatu zat/proses kimia. Mengelompokkan berbagai zat/proses berdasarkan sifat- sifatnya.

2. Menginterpretasikansuatu model (Interpret model): Menggunakan pengetahuan tentang konsep-konsep sains untuk menginterpretasikan proses, siklus, hubungan/sistem untuk menyelesaikan masalah kimia.

3. Menginterpretasikan informasi (Interpret Information): Menggunakan pengetahuan atau konsep untuk menjelaskan informasi tekstual, tabular, gambar, dan grafis yang relevan termasuk melakukan perhitungan kimia.

c. Penalaran (Reasoning)

Kemampuan murid dalam menganalisis suatu permasalahan terkait kimia dan menunjukkan penalaran terkait konsep kimia yang relevan dan terintegrasi dalam menyelesaikan masalah dalam pada konteks tertentu

1. Menganalisis: menganalisis hasil uraian atau perhitungan kimia menggunakan prinsip, konsep, rumus, dan hukum kimia untuk menarik suatu kesimpulan yang ilmiah.

2. Memprediksi: memperkirakan hasil yang diperoleh dari penjelasan yang bersumber dari teori, konsep, hasil perhitungan, dan hasil analisis.

3. Mengevaluasi: mengevaluasi suatu hasil pemikiran atau penjelasan berdasarkan teori, konsep, hasil perhitungan, dan hasil analisis sehingga bisa diambil suatu kesimpulan dari masalah yang ingin diselesaikan.

4. Membuat model: membuat rancangan eksperimen yang dapat digunakan untuk menjawab fenomena dalam kimia, dengan melibatkan variabel riset yang meliputi variabel bebas, variabel tergantung, dan variabel kontrol.

5. Menguji hipotesis: menyelesaikan soal yang hasilnya sudah dihipotesiskan melalui langkah penerapan konsep kimia, perhitungan, analisis, dan pengambilan kesimpulan sehingga bisa mengambil kesimpulan yang sesuai dengan hipotesis atau tidak.

6. Menghubungkan variabel: menghubungkan karakteristik dengan karakteristik yang lain suatu material sehingga menghasilkan sifat material yang bisa dijelaskan secara ilmiah.

7. Mengaplikasikan prinsip ilmiah: menerapkan konsep kimia dan prinsip saintifik untuk membuat formulasi, mengevaluasi kualitas produk, dan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan kalangan industri.

8. Mengevaluasi fenomena yang berhubungan dengan kimia dalam kehidupan sehari melalui proses penerapan teori, konsep, dan perhitungan kimia sehingga bisa dicapai kondisi yang diinginkan.

9. Membuat kesimpulan berdasarkan penerapan teori, konsep, data, dan perhitungan kimia serta mampu menghubungkan antara penyebab dan akibat dalam suatu proses kimia.

10. Menggunakan informasi yang relevan, konsep, hubungan antar parameter, dan data untuk menjawab pertanyaan dan menyelesaikan masalah.

11. Membuat kesimpulan dari suatu hasil penyelesaian masalah melalui pemahaman teori, konsep, perhitungan kimia, dan proses sintesis. Dan bisa menerapkan kesimpulan tersebut untuk kondisi yang baru.

12. Menggunakan bukti dan pengetahuan sains untuk menjelaskan suatu fenomena untuk mendukung suatu penjelasan yang sulit dijelaskan alasannya atau penyelesaian masalah dan kesimpulan dari suatu investigasi.

PENYEMPURNAAN TKA 2026 

1. Skema Satu Mapel per Hari: Pada TKA 2025, siswa harus menghadapi tiga mata pelajaran wajib sekaligus dalam satu hari yang melelahkan. Di TKA 2026, sistem diubah menjadi satu hari hanya satu mata pelajaran wajib

2. Durasi Ujian Diperpanjang: Jadwal pelaksanaan utama kini diperpanjang menjadi 4 hari untuk menampung pemisahan mata pelajaran tersebut.

3. Waktu Pelaksanaan Dimajukan: Jadwal pelaksanaan utama bergeser menjadi lebih awal dibanding tahun lalu, yakni dimulai pada akhir Oktober hingga awal November. 

JADWAL TKA 2026

No

ASPEK

TKA 2026

1

Pendaftaran

27 Juli – 27 September 2026 

2

Simulasi

21 – 27 Sept 2026

3

Gladi bersih

5 – 18 Oktober 2026 (2 gelombang)

4

Pelaksanaan

Gelombang I: 26 – 29 Okt 2026, Gelombang Khusus: 31 Okt –1 Nov 2026, Gelombang II: 2 – 5 Nov 2026 Gelombang Khusus: 7 – 8 Nov 2026

5

Integrasi dg AN

TKA dan AN dilaksanakan secara bersamaan (terintegrasi)

6

Durasi ujian

4 Hari

7

Alur

Hari 1: Bahasa Indonesia + Literasi Membaca + Survei Karakter, Hari 2: Bahasa Inggris + Survei Lingkungan Belajar,  Hari 3: Matematika + Numerasi, Hari 4: Dua Mata Pelajaran Pilihan

8

Durasi per mapel

Seluruh mata pelajaran wajib menjadi 75 menit, ditambah Survei Karakter (25 menit) dan Survei Lingkungan Belajar (25 menit)

9

Jadwal susulan

16–29 Nov 2026

10

Pengumuman hasil

23 Desember 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026

PRAKTIKUM PEMBUATAN ES CREAM

A. Tujuan

Untuk mengetahui proses pembuatan es cream dengan menggunakan prinsip sifat koligatif yaitu penurunan titik beku.

B. Dasar Teori

1. Sifat koligatif larutan

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada macamnya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut). Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat pelarut maka akan didapat suatu larutan yang mengalami penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis. Dalam pengamatan ini, sifat koligatif yang dianalisis adalah penurunan titik beku.

2. Penurunan Titik beku

Proses pembekuan adalah merapatnya partikel-partikel zat cair sehingga akan terjadi gaya tarik-menarik antarmolekul zat cair yang sangat kuat dan akhirnya terbentuklah zat padat. Adanya zat terlarut akan mengakibatkan proses pergerakan molekul-molekul pelarut terhalang sehingga diperlukan suhu yang lebih rendah untuk dapat mendekatkan jarak antar molekul agar terjadi proses pembekuan. Dengan demikian, adanya zat terlarut pada suatu zat cair mengakibatkan penurunan titik beku zat cair tersebut.

Penurunan titik beku larutan merupakan sifat koligatif, seperti halnya kenaikan

titik didih. Penurunan titik beku tidak dipengaruhi (ditentukan) oleh jenis zat yang terlarut, tetapi ditentukan oleh seberapa banyak jumlah zat yang terlarut. Penurunan titik beku larutan sebanding dengan hasil kali molalitas larutan dengan tetapan penurunan titik beku pelarut (Kf), dinyatakan dengan persamaan :

     

C. Alat dan Bahan

1. Alat :

a. 1 buah kaleng roti bekas

b. 1 buah baskom besar

c. 2 buah sendok

d. 1 buah mangkuk

e. 1 buah thermometer

2. Bahan :

a. 150 gram gula/sirup

b. 2 sendok makan tepung maizena

c. 750 ml susu “Ultra Milk” full cream atau santan

d. Isian kelapa muda atau lainya.

e. Toping granola dan stick matcha (bisa di modifikasi)

f.  2 plastik besar es batu

h. 2 bungkus garam krosok

D. Prosedur Kerja

1. Membuat adonan es cream dengan mencampurkan : sirup/gula, santan/susu, sedikit garam (bisa juga ditambah essen perasa). Panaskan dengan api sedang sambil diaduk merata, hingga mendidih.

2. Larutkan maizena dengan sedikit air, lalu masukkan ke dalam adonan yang sudah mendidih tadi sambil terus di aduk supaya tidak ada larutan yang menggerindil. jika sudah mengental matikan api. 

3. Jika ingin ditambahkan kelapa muda atau buah lainya, tunggu adonan hingga dingin, baru kemudian dimasukkan ke dalamnya. Lalu simpan di kulkas, esok harinya di bawa ke sekolah.

4. Langkah 1, 2 dan 3 dilakukan di rumah.

5. Memasukkan adonan ke dalam kaleng menggunakan sendok.

6. Menutup kaleng dengan rapat.

7. Meletakkan kaleng ke dalam baskom.

8. Mengisi ruang kosong di sekeliling kaleng dengan es batu (ukur suhu es batu)

9. Menaburkan garam grosok secara merata di sela-sela es batu.

10. Ukur suhu es batu setelah di taburi garam.

11. Putar kaleng dengan putaran searah, lakukan hal ini secara terus menerus-sampai dirasa kaleng memberat, pertanda larutan susu di dalam kaleng mulai mengeras/mulai jadi kristal es (kurang-lebih 30 menit).

12. Ukur suhu es batu kembali, saat telah terbentuk kristal es cream.

13. Buka penutup kaleng, periksa apakah larutan susu telah mengeras seluruhnya atau belum.

14. Jika sudah, tuang es cream ke dalam mangkuk, hiasi dengan toping.


         

E. Data Pengamatan (buatlah video singkat proses pembuatan es cream)

No

Yang di amati

Hasil Pengamatan

1

Suhu awal es batu

……….°C

2

Suhu es batu setelah diberi garam kasar

……….°C

3

Penurunan titik beku/suhu dari es batu ke es batu + garam kasar

……….°C

4

Suhu es batu stelah terbentuk kristal es cream

……….°C

5

Penurunan titik beku/suhu dari es batu setelah mulai terbentuk es cream

……….°C

6

Waktu yang dibutuhkan

……… menit

7

Massa es cream yang terbentuk

……… gram

F. Pertanyaan

Berdasarkan percobaan yang kalian lakukan, jawablah pertanyaan berikut :

1. Apakah fungsi garam kasar dalam percobaan ini ?

2.  Mengapa menggunakan wadah kaleng dalam percobaan ?

3.  Berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam pembentukan kristal es cream yang sempurna ?

4.  Bagaimana jika garam kasar diganti dengan gula kasar ?

5.  Tulislah semua pengamatanmu dari awal hingga akhir dalam pembuatan es cream ini !

G. Kesimpulan

Buatlah kesimpulan hasil percobaan kalian !


Selamat mencoba....💁

Minggu, 12 Juli 2026

ADAB LEBIH TINGGI DARIPADA ILMU

Sesungguhnya: Adab lebih tinggi daripada ilmu, artinya etika, moral, dan sopan santun jauh lebih utama daripada sekadar memiliki ilmu. Tanpa adab, ilmu yang dimiliki seseorang bisa menjadi bumerang yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Adab bukan sekadar aturan, tapi cerminan dari hati yang bersih dan niat yang lurus. Itu yang membuat ilmu kita bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

ADAB SOPAN - SANTUN SEHARI-HARI

1. Menghormati orang yang lebih tua dan kasih sayang sesama.

- Menunduk jika lewat di depan orang tua

- Salim dan cium tangan

- Tidak duduk jigrang (kaki naik ke atas) di kelas

- Permisi kepada guru jika mau minum di kelas.

- Mendengarkan/memperhatikan ketika guru sedang mengajar (tidak bicara/bercanda sendiri).

2. Berucap yang sopan dan tidak membuli.

3. Tidak memotong pembicaraan,

4. Biasa mengucapkan 4 Kata Ajaib : tolong, terimakasih, maaf dan permisi.

5. Sopan ketika makan : tidak sambil bicara, tidak sambil berjalan, tidak berkecap, alat makan tidak berbunyi.

6. Mengetuk pintu dan mengucap salam, jika mau masuk kelas ketika sedang pembelajaran, ketuk pintu dan mohon permisi ke guru untuk masuk, jika kelas sedang berdoa tunggu sampai berdoa selesai baru permisi masuk.

7. Suka menolong sesama terutama kepada yang lemah.

ETIKA MENGHUBUNGI GURU LEWAT WA

1. Perhatikan waktu yang tepat. Usahakan menghubungi guru pada waktu yang tidak dipakai untuk beristirahat atau beribadah.

2. Menggunakan bahasa yang singkat, sopan, mudah dimengerti dan hindari singkatan.

3. Awali dengan sapaan atau mengucapkan salam.

4. Perkenalkan diri : nama dan kelas.

5. Ucapkan permisi dan sampaikan tujuan mengirin chat.

6. Merespon kembali jawaban guru

7. Akhiri pesan dengan mengucapkan terima kasih.

8. Jika guru mengirimkan pengumuman/chat dalam group kelas, siswa wajib menjawab atau membalas dengan ucapan terima kasih.


ADAB SOPAN - SANTUN BERMEDIA SOSIAL
Media sosial dapat menjadi tempat untuk belajar, berkarya, berbagi inspirasi, dan menyebarkan kebaikan. Gunakan teknologi dengan bijak, karena setiap unggahan mencerminkan karakter dan kepribadian kita. Berikut beberapa kebiasaan yang perlu diterapkan saat bermedia sosial :

1. Berpikir sebelum memposting : tanyakan pada diri sendiri, apakah informasi ini benar, bermanfaat, perlu, dan tidak menyakiti orang lain ?

2. Gunakan bahasa yang santun : berbeda pendapat itu wajar, tetapi sampaikan dengan kata-kata yang sopan dan menghargai.

3. Jangan menjadi pelaku cyberbullying : satu komentar yang dianggap bercanda bisa menjadi luka bagi orang lain.

4. Hindari menyebarkan hoaks : pastikan informasi berasal dari sumber yang terpercaya sebelum membagikannya.

5.  Hormati privasi orang lain : jangan mengunggah foto, video, atau data pribadi seseorang tanpa izin.

6.  Ingat jejak digital : apa yang di unggah hari ini dapat tersimpan dan memengaruhi masa depanmu

Jadilah generasi yang cerdas bermedia sosial, santun dalam berkomunikasi, dan bertanggung jawab atas setiap jejak digital yang ditinggalkan.