1. Kalsium merupakan salah satu unsur penting yang dibutuhkan tubuh untuk mempertahan- kan kepadatan tulang. Dalam kehidupan sehari-hari, kalsium dapat diperoleh dari berbagai senyawa yang terdapat dalam bahan pangan maupun suplemen. Seorang siswa membandingkan beberapa senyawa yang mengandung kalsium yaitu: CaCO₃, Ca(OH)₂, Ca₃(PO₄)₂, dan CaO. Dalam setiap senyawa tersebut, kalsium merupakan salah satu unsur penyusunnya. Untuk menentukan senyawa yang paling tinggi kadar kalsiumnya, siswa menghitung perbandingan massa kalsium terhadap massa molar masing-masing senyawa.
Senyawa yang mengandung kalsium dengan kadar massa paling
tinggi adalah:
(Ar Ca = 40, P =
31, O = 16, H = 1)
A. CaCO₃,
karena massa Ca mencapai 40 gram dari 100 g senyawa
B. Ca(OH)₂,
karena hanya mengandung satu jenis unsur selain Ca
C. CaO,
karena perbandingan massa Ca terhadap massa total senyawa paling besar
D. Ca₃(PO₄)₂,
karena memiliki tiga atom Ca dalam satu satuan senyawa
E. CaCO₃,
karena jumlah atom O lebih sedikit daripada Ca₃(PO₄)₂
2. Asam askorbat (Vitamin C) berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bersifat sebagai antioksidan. Rumus struktur asam askorbat adalah sebagai berikut :
Berdasrkan struktur asam
askorbat tersebut, pernyataan berikut yang benar adalah … (pilih semua yang sesuai).
Ar H =1, C = 12, O = 16
□ Persen
massa unsur karbon (C) dalam asam askorbat adalah 40,00 %
□ Persen
massa unsur Hidrogen (H) dalam asam askorbat adalah 4,44 %
□ Persen
massa unsur Oksigen (O) dalam asam askorbat adalah 55,56 %
□ Perbandingan
massa C : H : O dalam asam askorbat adalah 3 : 4 : 3
□ Asam
askorbat mengandung 6 atom oksigen dalam setiap molekulnya.
3. Di sebuah laboratorium dua tabung gas portable di gunakan untuk memanaskan suatu sampel. Tabung A berisi propana (C3H8) dan tabung B berisi butana (C4H10). Keduanya dihubungkan ke kompor dan di bakar sempurna. Data pemakaian gas di tunjukkan pada tabel berikut ini :
C3H8 + 5O2
→ 3CO2 + 4H2O
2C4H10 + 13O2
→ 8CO2 + 10O2
Volume
total CO2 yang di hasilkan pada temperatur ruang adalah … (Ar C = 12, H = 1).
A. 12,32
Liter
B. 13,44
Liter
C. 14,4
Liter
D. 20,16
Liter
E. 21,60
Liter
4. Gas etena (etilena) digunakan daam industri untuk mematangkan buah-buahan. Etena dapat dihasilkan dengan mereaksikan etanol dengan asam sulfat pekat pada suhu 1700C. melalui dehidrasi. Reaksi yang terjadi :
Dalam suatu percobaan, 46,0 gram etanol direaksikan
dengan 36,0 gram asam sulfat pekat (H2SO4) dalam kondisi suhu
terkontrol. Asam sulfat berperan sebagai katalis dan akan Kembali sperti semula
di akhir reaksi. (Ar C = 12, O = 16, S = 32, H = 1)
Tentukan apakah pernyataan berikut ini BENAR atau SALAH!
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Massa
etena (C2H4) maksimum yang dihasilkan adalah 28 gram |
|
|
|
Jika
etanol ditambahkan lagi sebanyak 23,0 gram maka etena tambahan yang di
hasilkan adalah 14,0 gram |
|
|
|
Sisa
etanol yang tidak bereaksi adalah 11,5 gram
|
|
|
5. Bioetanol (C2H5OH) dapat di bakar sempurna menghasilkan CO2 dan H2O serta digunakan sebagai bahan bakar alternatif.
Sebanyak 92,0 gram bioethanol dibakar dengan 120,0 gram
gas oksigen. Tentukan apakah pernyataan berikut BENAR atau SALAH! (Ar C =12, O
= 16, H = 1)
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Pereaksi
pembatas pada reaksi tersebut adalah O2 |
|
|
|
Jika
tersedia 14,0 gram bioethanol dan O2 berlebih, maka massa H2O
yang di hasilkan adalah 324,0 gram |
|
|
|
Jika
46,0 gram bioethanol dibakar dengan 120,0 gram O2, maka O2
menjadi pereaksi berlebih dan massa CO2 yang dihasilkan adalah
66,0 gram |
|
|
6. CaCl2 adalah bahan utama penyerap kelembaban (absorber) untuk mencegah jamur atau bau
apek terutama pada pakaian yang kita simpan di lemari. Selin itu CaCl2
juga bisa digunakan sebagai accelerator atau pemercepat proses pengerasan pada
Semen. Salah satu cara memperoleh CaCl2 adalah dengan melarutkan
batuan kapur CaCO3 dalam larutan HCl. Persamaan reaksi yang terjadi:
CaCO3 (s) + HCl (aq) → CaCl2 (aq) + CO2 (g) + H2O(l)
Berikut bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kalsium klorida tersebut:
Diketahui Ar Ca= 40, C= 12, O = 16, Cl =
35,5, Komposisi yang tepat untuk pembuatan 11,1 gram CaCl2
adalah….
□
5
gram CaCl2 dan 25 mL HCl
□
5
gram CaCl2 dan 20 mL HCl
□
10
gram CaCl2 dan 100 mL HCl
□
20
gram CaCl2 dan 100 ml HCl
□
10
gram CaCO3 dan 50 ml HCl
7. Hidrokarbon sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari sebagai minyak bumi. Dalam pengolahan minyak bumi dilakukan dengan tahap dilakukan dalam dua tahap utama, yaitu tahap pertama (distilasi bertingkat) dan tahap kedua (pengolahan lanjutan/petrokimia), yang dapat digambarkan sebagai berikut:
Berikut grafik destilasi bertingkat berdasarkan jumlah atom karbon:
Berdasarkan grafik tersebut di atas, maka
hidrokarbon dengan jumlah atom C sebanyak…
□ P
digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor atau mobil bensin
□ Q
digunakan sebagai bahan bakar mobil diesel
□ R
digunakan sebagai bahan bakar gas LPG
□ S
digunakan sebagi bahan bakar pesawat avtur
□ T
digunakan sebagai pelumas atau oli
8. Suatu hidrokarbon sangat mudah terbakar menghasilkan gas
karbondioksida dan uap air. Pada pembakaran sempurna 2,2 gram hidrokarbon ini menghasilkan 6,6 gram CO2.
Jika massa molekul relatif senyawa ini adalah 44. Ar C = 12, O = 16, H = 1
Maka hasil analisis terhadap senyawa ini adalah….
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Rumus senyawa hidrokarbon tersebut adalah C3H8 |
|
|
|
Setiap pembakaran 2 mol senyawa tersebut membutuhkan 10 mol
gas oksigen |
|
|
|
Pencampuran gas tersebut dengan butana digunakan untuk
bahan bakar kendaraan mobil bensin |
|
|
9. Seorang peneliti akan menganalisis perbedaan energi yang
dihasilkan pada pembakaran suatu senyawa hidrokarbon. Pentana mempunyai 3
isomer sebagai berikut:
|
Senyawa |
∆H0c |
|
n-pentana |
- 3.535 kJ/mol |
|
2-metilbutana |
- 3.528 kJ/mol |
|
2,2-dimetil propana |
- 3.509 kJ/mol |
Dari data yang didapat peneliti tersebut maka analisis
peneliti yang tepat adalah….
□ Semakin
bercabang senyawa tersebut maka titik
didih semakin kecil karena gaya tarik molekul atau kerapatan molekul semakin
kecil
□ Tingkat
kesetabilan ketiga molekul sebahai berikut:
2,2-dimetilpropana > 2-metil butana > n-pentana
□ Energi
yang dilepas pada pembakaran 2,2-dimetipropana paling kecil karena berada pada
kondisi energi potensial paling stabil
□ Semaki
bercabang semakin kurang stabil sehingga energi yang dilepas paling sedikit
pada pembakaran setiap molnya
□ n-pentana
paling stabil karena kerapatannya paling besar sehingga energi yang dilepas
saat pembakaran paling besar
10. Senyawa padat BF3-NH3 (kompleks
boron trifluoride-ammonia adduct) digunakan secara khusus sebagai
katalis laten (latent catalyst) atau bahan pengeras tersembunyi (latent
curing agent) pada resin epoksi (epoxy resin). Senyawa ini
dihasilkan pada reaksi antara BF3 dan NH3 sebagai
berikut:
Berdasarkan reaksi
dan teori asam basa Lewis maka pernyataan berikut yang benar adalah…
A. BF3 bertindak sebagai asam
dan NH3 sebagai basa
B. BF3 bertindak sebagai basa
dan NH3 sebagai asam
C. BF3 bersifat netral dan NH3
bersifat basa
D. BF3 sebagai asam karena donor
pasangan electron, sedangkan NH3 adalah basa karena akseptor
pasangan elektron
E. BF3 sebagai basa asam karena
akseptor pasangan electron, sedangkan NH3 adalah asam karena donor akseptor pasangan electron
11. Seorang
pedagang membuat larutan pendingin untuk mempertahankan suhu rendah pada wadah
makanan. Ia membandingkan dua larutan berikut.
- Larutan A: 0,50 mol glukosa dilarutkan dalam 1
kg air.
- Larutan B: 0,40 mol NaCl dilarutkan dalam 1 kg
air.
Anggap glukosa tidak terionisasi, sedangkan NaCl
terionisasi 80%. Tetapan penurunan titik beku air adalah Kf = 1,86°C kg mol⁻¹.
Pernyataan yang paling tepat berdasarkan data tersebut
adalah ....
A. Larutan A memiliki titik beku lebih
rendah karena jumlah mol glukosanya lebih besar.
B. Larutan A memiliki titik beku lebih
rendah karena glukosa tidak terionisasi dalam air.
C. Larutan B memiliki titik beku lebih
rendah karena menghasilkan jumlah partikel terlarut efektif lebih banyak.
D. Kedua larutan memiliki titik beku sama
karena massa pelarut dan jenis pelarutnya sama.
E. Larutan B memiliki titik beku lebih
tinggi karena sebagian NaCl tidak terionisasi.
12. Sebuah
laboratorium melakukan elektrolisis larutan CuSO₄(aq) menggunakan dua elektroda grafit yang
tidak ikut bereaksi. Setelah beberapa menit, diamati perubahan berikut:
a) Salah
satu elektroda mengalami penambahan massa.
b) Pada
elektroda lainnya terbentuk gelembung gas.
c) Warna
biru larutan secara perlahan menjadi lebih pucat.
Berdasarkan fenomena makroskopis tersebut, reaksi yang paling tepat
terjadi pada sistem adalah ....
A. Katode menghasilkan H₂, sedangkan anode menghasilkan Cu
sehingga massa anode bertambah.
B. Katode menghasilkan Cu, sedangkan anode
menghasilkan O₂ sehingga
konsentrasi Cu²⁺
berkurang.
C. Katode menghasilkan O₂, sedangkan anode menghasilkan Cu
sehingga konsentrasi SO₄²⁻ berkurang.
D. Katode menghasilkan CuSO₄ padat, sedangkan anode menghasilkan H₂ sehingga warna larutan semakin pekat.
E. Katode menghasilkan Cu, sedangkan anode
menghasilkan SO₂ sehingga
konsentrasi Cu²⁺ tetap.
13. Dua
hidrokarbon X dan Y memiliki rumus molekul yang sama, yaitu C₄H₁₀, tetapi
struktur molekulnya berbeda. Keduanya mengalami pembakaran sempurna menurut
persamaan umum:
C4H10(g)
+ O2(g) → CO2(g) +
5H2O(l)
Data
entalpi pembakaran standar:
· Hidrokarbon
X: ΔH°c = −2877 kJ mol⁻¹
· Hidrokarbon
Y: ΔH°c = −2869 kJ mol⁻¹
Dalam
suatu pengujian, massa kedua senyawa dibakar sempurna dengan jumlah mol yang
sama. Berdasarkan data tersebut, pilih 3 pernyataan yang benar.
A. X dan Y merupakan isomer struktur karena
memiliki rumus molekul sama tetapi susunan atom berbeda.
B. Pembakaran 1 mol X menghasilkan kalor
lebih banyak daripada pembakaran 1 mol Y.
C. Jika keduanya dibakar dengan jumlah mol
yang sama, kenaikan suhu sistem berpotensi lebih besar pada pembakaran X,
dengan kondisi percobaan yang sama.
D. X dan Y pasti memiliki sifat fisik yang
identik karena rumus molekulnya sama.
E. Nilai ΔH° pembakaran yang lebih negatif
menunjukkan bahwa pembakaran senyawa tersebut membutuhkan energi lebih besar
dari lingkungan.
14. Minyak bumi merupakan campuran berbagai
hidrokarbon. Melalui proses distilasi fraksionasi, komponen-komponen minyak
bumi dapat dipisahkan berdasarkan perbedaan titik didih. Secara umum,
hidrokarbon dengan jumlah atom karbon dan massa molekul yang semakin besar
cenderung memiliki gaya dispersi London yang semakin kuat sehingga titik
didihnya semakin tinggi. Beberapa fraksi hidrokarbon hasil pengolahan minyak
bumi ditunjukkan pada tabel berikut.
|
Frak si |
Kisaran
Jumlah Atom C |
Kisaran
Titik Didih |
Contoh
Pemanfaatan |
|
A |
C1-C4 |
<
40°C |
Bahan bakar gas/LPG |
|
B |
C5-C10 |
40–180°C |
Bahan bakar
kendaraan |
|
C |
C10-C16 |
180–250°C |
Bahan bakar
pesawat/kerosin |
|
D |
C15-C20 |
250–350°C |
Bahan bakar diesel |
|
E |
> C20 |
>
350°C |
Pelumas dan bahan
berantai panjang |
Seorang siswa menggunakan data tersebut untuk
mengevaluasi hubungan sifat fisik hidrokarbon dengan pemanfaatannya. Tentukan
apakah setiap pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S).
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Fraksi
A lebih sesuai digunakan sebagai bahan bakar gas karena hidrokarbon penyusunnya
memiliki massa molekul dan titik didih relatif rendah sehingga mudah berada
dalam fase gas. |
|
|
|
Fraksi
D lebih sesuai untuk bahan bakar diesel dibandingkan fraksi B karena umumnya
mengandung hidrokarbon dengan massa molekul lebih besar dan titik didih lebih
tinggi. |
|
|
|
Fraksi
E paling sesuai digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor karena titik
didihnya paling tinggi sehingga menghasilkan pembakaran yang paling mudah. |
|
|
15. Sebuah
industri kecil menggunakan reaksi antara aluminium dan besi (III) oksida dalam
proses aluminotermis untuk menghasilkan besi. Reaksi yang terjadi adalah:
2Al(s)
+ Fe2O3(s) Ã Al2O3(s)
+ 2Fe(s)
Dalam
suatu percobaan digunakan 13,5 gram Al dan 32,0 gram Fe₂O₃. Reaksi berlangsung
sempurna. Diketahui: Ar Al = 27, Ar Fe = 56, Ar O = 16
Seorang
siswa diminta menentukan jumlah maksimum besi yang dapat diperoleh dan
mengevaluasi beberapa kesimpulan berdasarkan hasil perhitungan. Tentukan apakah
setiap pernyataan berikut Benar atau Salah
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Jumlah
Al yang digunakan adalah 0,50 mol, sedangkan Fe₂O₃ yang digunakan adalah 0,20
mol. |
|
|
|
Al
merupakan pereaksi pembatas karena 0,50 mol Al hanya cukup bereaksi dengan
0,25 mol Fe₂O₃ berdasarkan perbandingan koefisien reaksi. |
|
|
|
Massa
maksimum Fe yang dihasilkan adalah 22,4 gram karena Fe₂O₃ merupakan pereaksi
pembatas dan 0,20 mol Fe₂O₃ menghasilkan 0,40 mol Fe. |
|
|
16. Perhatikan diagram P-T pelarut murni (H2O) dan larutan urea pada gambar berikut:
Pernyataan yang tepat
terkait diagram P-T pelarut murni (H2O) dan urea adalah ….
A. Titik H menunjukkan titik didih H2O pada
tekanan 1 atm
B. Titik X merupakan titik tripel pelarut
murni
C. Garis E-F menunjukkan kenaikan titik
didih urea
D. Garis G-H kedua zat berada dalam fase
padat pada tekanan 1 atm
E. Titik S menunjukkan tekanan uap urea
pada suatu suhu
17. Natrium klorida (NaCl), sukrosa (C12H22O11 ), dan metanol (CH3OH) memiliki peran yang berbeda dalam industri. Natrium klorida digunakan dalam proses produksi klorin dan soda kaustik. Metanol sebagai pelarut dan bahan baku untuk berbagai produk kimia dan industri, sedangkan sukrosa digunakan dalam industri makanan dan minuman. Natrium klorida (NaCl), sukrosa (C12H22O11), dan metanol (CH3OH) dalam jumlah massa yang sama dilarutkan dalam air dengan volume sama. Berikut disajikan ilustrasi ketiga larutan dengan komposisi dan nilai tekanan uapnya.
Berdasarkan wacana, pernyataan berikut yang benar terkait tekanan uap
dari ketiga larutan adalah ….
A. Larutan A memiliki tekanan uap lebih
rendah karena penambahan NaCl menyebabkan jumlah partikel dalam larutan menjadi
banyak
B. Tekanan uap larutan A < larutan C
< larutan B karena jumlah partikel NaCl < CH3OH < C12H22O11
C. Larutan C memiliki tekanan uap tinggi
karena methanol menghalangi kecenderungan molekul meninggalkan fase cair
D. Tekanan uap larutan C lebih tinggi dari
larutan B karena jumlah partikel methanol lebih banyak meskipun jumlah molnya
sama
E. Penambahan sukrosa pada larutan B
menyebabkan tekanan uap turun karena sukrosa merupakan partikel ionic
18. Tekanan osmotik memiliki beberapa
aplikasi penting dalam bidang kesehatan, salah satu diantaranya adalah pembatas
cairan infus dan proses dialisis. Kalium klorida adalah obat yang digunakan
dalam pada pasien dengan gangguan elektrolit yang berat (kadar kalium darah
dangat rendah) yang sering digunakan dokter ketika memberikan obat lain yang
dapat menurunkan kadar kalium dalam darah. Ani, seorang peneliti di
laboratorium farmasi membuat cairan infus yang diukur pada suhu 27°C. Ia
mengambil sebanyak 14,9 g KCl (Mr = 74,5) dan
melarutkannya ke dalam 1000 mL air. (Diketahui: R =
0,082 L atm mol-1K-1).
Berdasarkan
wacana di atas, manakah pernyataan berikut yang BENAR mengenai sifat larutan
yang dibuat oleh Ani? (Jawaban benar lebih dari 1)
A. Larutan KCl merupakan larutan elektrolit
kuat yang terionisasi sempurna di dalam air sehingga memiliki faktor Van't Hoff
(i) bernilai 2.
B. Konsentrasi molar (molaritas) dari
larutan KCl yang dibuat oleh Ani adalah 0,4 M.
C. Tekanan osmotik yang di peroleh adalah
19,68 atm
D. Jika suhu cairan infus menyesuaikan
dengan suhu tubuh pasien (370C) maka nilai tekanan osmotiknya akan menurun
E. Tekanan osmotik larutan KCl buatan Ani
akan sama persis dengan tekanan osmotik larutan urea (Mr = 60) 0,2 M yang
diukur pada suhu yang sama.
19. Larutan antibeku yang mengandung
propilen glikol (C3H8O2)
digunakan dalam pencairan es untuk menghilangkan salju, es, atau embun beku
yang menempel pada permukaan pesawat seperti sayap dan ekor sebelum lepas
landas yang dapat membahayakan penerbangan. Larutan antibeku ini juga digunakan
untuk mencegah pembentukan es pada permukaan pesawat selama kondisi cuaca
dingin yang disebut anti-icing. Sebelum pesawat lepas landas
disemprotkan larutan antibeku yang mengandung 1520 g propilen glikol dalam 1
liter air.
(Diketahui Ar C = 12, H = 1, O = 16, Kf
air = 1,86°C/molal, massa jenis air = 1 kg/L)
Berdasarkan wacana penyusunan larutan antibeku di atas, manakah
pernyataan di bawah ini yang BENAR terkait parameter sifat larutan tersebut? (Jawaban
benar lebih dari 1)
□ Massa
molekul relatif (Mr) dari zat terlarut propilen glikol tersebut adalah 76.
□ Konsentrasi
larutan antibeku yang disemprotkan tersebut adalah sebesar 20 molal.
□ Propilen
glikol tergolong elektrolit kuat di dalam air sehingga memiliki derajat
ionisasi (α) bernilai 1.
□ Larutan
anti beku tersebut tidak dapat mencegah pembentukkan es Ketika pesawat terbang
di daerah dengan suhu -22,30C
□ Penurunan
titik beku pada larutan tersebut adalah 37,2 0C
20. Perhatikan grafik yang menggambarkan konsep laju reaksi dari suatu reaksi berikut :
Berdasarkan grafik tersebut,
tentukanlah apakah pernyataan berikut benar atau salah
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Reaktan pada reaksi tersebut adalah NO dan H2O |
|
|
|
Laju pengurangan NH3 sama dengan laju
pembentukkan NO |
|
|
|
Produk pada reaksi tersebut adalah NO dan H2O |
|
|
21. Sebuah kendaraan membutuhkan
8.000 kJ energi untuk menempuh jarak tertentu. Tiga bahan bakar berikut
tersedia. Jika seluruh karbon berubah menjadi CO₂, bahan bakar yang
menghasilkan emisi CO₂ paling rendah untuk memenuhi kebutuhan energi kendaraan
adalah:
|
Hidro karbon |
Rumus/ Parameter |
ΔH°c / Data |
|
C5H12 |
C5H12 |
− 3509 |
|
C5H10 |
C5H10 |
− 3340 |
|
C5H8 |
C5H8 |
− 3280 |
A. C5H12
B. C5H10
C. C5H8
D. C5H10 dan C5H8
E. Ketiganya sama
22. Dalam industri energi bersih, metanol (CH₃OH) dapat dibuat dari gas sintesis melalui reaksi kesetimbangan berikut: CO(g) + 2H₂(g) ⇌ CH₃OH(g) + kalor
Suatu perusahaan menguji
proses pembentukan metanol pada suhu 300 K dan 500 K dalam reaktor tertutup.
Hasil pengamatan konsentrasi CH₃OH terhadap waktu ditunjukkan pada grafik.
Berdasarkan grafik dan sifat termokimia reaksi, pernyataan yang paling tepat
untuk meningkatkan hasil produksi metanol adalah ...
A. Menggunakan suhu
mendekati 300 K, karena pada suhu tersebut konsentrasi CH₃OH pada keadaan
setimbang lebih tinggi.
B. Menggunakan suhu 500 K,
karena pada suhu lebih tinggi partikel bergerak lebih cepat sehingga
kesetimbangan bergeser ke kanan.
C. Meningkatkan suhu di
atas 500 K, karena reaksi pembentukan metanol bersifat eksoterm sehingga
semakin tinggi suhu semakin besar konsentrasi CH₃OH.
D. Menggunakan suhu 300 K
karena katalis pada suhu tersebut akan meningkatkan nilai konstanta
kesetimbangan pembentukan metanol.
E. Menggunakan suhu 500 K
karena konsentrasi CH₃OH mencapai keadaan setimbang lebih cepat sehingga jumlah
metanol yang dihasilkan selalu lebih banyak.
23. Dalam suatu reaktor
tertutup berlangsung reaksi kesetimbangan:
2A(g) + B(g) ⇌ 2C(g) + kalor
Hubungan konsentrasi zat
A, B, dan C terhadap waktu diamati sampai sistem mencapai kesetimbangan. Pada
keadaan awal terdapat A dan B, sedangkan C belum terbentuk. Setelah beberapa
saat, konsentrasi ketiga zat menjadi konstan. Berdasarkan informasi
tersebut, centanglah SEMUA pernyataan berikut yang BENAR! (Jawaban benar lebih
dari satu)
□ Reaksi ke kanan bersifat eksoterm.
□ Jika suhu sistem diturunkan, kesetimbangan
cenderung bergeser ke arah pembentukan C.
□ Jika volume reaktor diperkecil pada suhu tetap,
kesetimbangan bergeser ke arah pembentukan C
□ Jika konsentrasi C ditambah pada suhu tetap,
kesetimbangan bergeser ke arah pembentukan C untuk menghabiskan C yang
ditambahkan.
□ Penambahan katalis menyebabkan nilai Kc bertambah
sehingga jumlah C pada keadaan setimbang meningkat.
24. Dalam suatu percobaan, sepotong logam seng
dimasukkan ke dalam larutan tembaga (II) sulfat. Setelah beberapa
saat, permukaan seng dilapisi oleh logam tembaga dan larutan mengalami
perubahan warna. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut:
Zn(s) + Cu²⁺(aq) →
Zn²⁺(aq) + Cu(s)
Berdasarkan wacana dan
persamaan reaksi tersebut, tentukan apakah setiap pernyataan berikut BENAR atau
SALAH!
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Logam Zn bertindak sebagai reduktor karena mengalami
oksidasi dari biloks 0 menjadi +2. |
|
|
|
Ion Cu²⁺ bertindak sebagai oksidator karena mengalami
reduksi dari bilangan oksidasi +2 menjadi 0. |
|
|
|
Logam Zn mengalami reduksi karena bilangan oksidasinya
meningkat dari 0 menjadi +2. |
|
|
25. Seorang siswa melakukan
percobaan elektrolisis larutan tembaga (II) sulfat (CuSO₄)
menggunakan elektroda karbon yang bersifat inert. Kedua elektroda dihubungkan
dengan sumber arus searah. Setelah arus listrik dialirkan selama beberapa
menit, siswa mengamati perubahan yang terjadi pada kedua elektroda dan larutan. Skema sel elektrolisis
yang digunakan dalam percobaan ditunjukkan pada gambar berikut.
Katoda: Cu²⁺(aq) +
2e⁻ → Cu(s)
Anoda: 2H₂O(l) →
O₂(g) + 4H⁺(aq) + 4e⁻
Berdasarkan wacana, persamaan reaksi, dan skema
elektrolisis pada gambar, tentukan apakah setiap pernyataan berikut BENAR atau
SALAH!
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Pada
anoda terbentuk gelembung gas karena terjadi oksidasi molekul air
menghasilkan gas oksigen. |
|
|
|
Konsentrasi
ion Cu²⁺ dalam larutan semakin meningkat selama proses elektrolisis
berlangsung. |
|
|
|
Elektroda
katoda merupakan tempat berlangsungnya oksidasi karena elektroda tersebut
terhubung dengan kutub negatif sumber arus. |
|
|
div>