1. Perhatikan gambar dan beberapa pernyataan tentang model atom berikut!
Model atom pada
gambar mampu menjelaskan kestabilan atom dan spektrum garis atom hidrogen
melalui konsep tingkat energi elektron. Namun, model tersebut memiliki keterbatasan
dalam menjelaskan beberapa fenomena atom. Perhatikan pernyataan berikut :
(1)
Tidak dapat menjelaskan spektrum atom hidrogen.
(2)
Tidak dapat menerangkan pengaruh medan magnet terhadap spektrum atom
(3)
Tidak dapat menjelaskan tingkat-tingkat energi atom hidrogen.
(4) Tidak dapat menerangkan struktur atom berelektron banyak.
Berdasarkan karakteristik
model atom pada gambar, pasangan pernyataan yang menunjukkan kelemahan model
tersebut adalah ...
A. (1)
dan (2)
B. (1)
dan (3)
C. (2)
dan (3)
D. (2)
dan (4)
E. (3)
dan (4)
2. Unsur-unsur periode 3
terdiri atas Na, Mg, Al, Si, P, S, Cl, dan Ar. Dalam satu periode dari kiri ke
kanan, muatan inti efektif semakin besar sehingga elektron valensi tertarik
lebih kuat ke inti. Akibatnya, jari-jari atom cenderung mengecil, sedangkan
energi ionisasi pertama dan keelektronegatifan cenderung meningkat. Namun,
energi ionisasi pertama memiliki dua pengecualian, yaitu energi ionisasi Mg
lebih tinggi daripada Al dan energi ionisasi P lebih tinggi daripada S. Hal ini
berkaitan dengan kestabilan konfigurasi elektron 3s² pada Mg dan 3p³ setengah
penuh pada unsur P. Berdasarkan informasi pada tersebut, pernyataan yang paling
tepat untuk menjelaskan kecenderungan sifat periodik unsur Na, Mg, dan Al
adalah ...
A.
Jari-jari atom cenderung membesar dari Na ke Al karena jumlah elektron
bertambah.
B.
Energi ionisasi pertama cenderung meningkat dari Na ke Al karena tarikan inti
terhadap elektron semakin kuat.
C.
Sifat logam cenderung meningkat dari Na ke Al karena jumlah proton bertambah.
D.
Jumlah kulit elektron bertambah dari Na ke Al karena nomor atom semakin besar.
E.
Keelektronegatifan cenderung menurun dari Na ke Al karena elektron valensi
semakin banyak.
3. Amonia (NH₃) merupakan
senyawa yang banyak digunakan dalam industri pupuk. Struktur Lewis molekul NH₃
menunjukkan bahwa atom N sebagai atom pusat berikatan dengan tiga atom H dan
memiliki satu pasangan elektron bebas. Berdasarkan teori VSEPR, pasangan
elektron di sekitar atom N akan menata diri sedemikian rupa untuk meminimalkan
gaya tolak-menolak. Manakah pernyataan yang paling tepat tentang bentuk dan kepolaran molekul NH₃ ?
A.
berbentuk linear karena terdapat dua
arah ikatan dan bersifat nonpolar karena atom H identik
B.
berbentuk segitiga planar karena
terdapat tiga ikatan N–H dan bersifat nonpolar karena ketiga ikatan identic
C.
berbentuk tetrahedral karena terdapat
empat pasangan elektron dan bersifat nonpolar karena susunan elektron simetris
D.
berbentuk piramida trigonal karena satu
pasangan elektron bebas menyebabkan tiga ikatan N–H tidak berada pada satu
bidang, serta bersifat polar karena momen dipol tidak saling meniadakan
E.
berbentuk piramida trigonal karena tiga
pasangan elektron ikatan dan bersifat nonpolar karena ketiga atom H identic
4. Hidrokarbon alkana merupakan senyawa nonpolar sehingga gaya antarmolekul utamanya adalah gaya dispersi London. Kekuatan gaya dispersi London dipengaruhi antara lain oleh ukuran molekul dan luas permukaan kontak antarmolekul. Perhatikan struktur beberapa alkana berikut :
Keempat senyawa tersebut dibandingkan pada
tekanan yang sama. Berdasarkan struktur molekul dan gaya antar □ n-Butana memiliki titik didih lebih tinggi
daripada 2-metilpropana karena bentuk rantai lurus memberikan luas permukaan kontak
antarmolekul yang lebih besar.
□
n-Pentana memiliki titik didih lebih
tinggi daripada neopentana karena molekul n-pentana memiliki luas permukaan
kontak yang lebih besar.
□ Percabangan rantai karbon cenderung
mengurangi luas permukaan kontak antarmolekul sehingga gaya dispersi London
menjadi relatif lebih lemah.
□ Semua isomer alkana mempunyai titik didih yang sama karena memiliki rumus
molekul yang sama.
□ Gaya dispersi London merupakan gaya antarmolekul yang berperan pada alkana
meskipun molekul alkana bersifat nonpolar
5. Bacalah teks berikut
dengan seksama !
Biogas sebagai
sumber energi alternatif
Di beberapa
daerah, limbah kotoran ternak dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas. Salah
satu komponen utama biogas adalah metana (CH₄). Gas metana dapat dibakar untuk
menghasilkan energi panas yang dimanfaatkan, misalnya, untuk memasak. Pada
pembakaran sempurna, metana bereaksi dengan oksigen menurut persamaan berikut:
CH₄(g) + 2O₂(g) →
CO₂(g) + 2H₂O(g)
Sebuah rumah
tangga menggunakan biogas yang mengandung 16 gram CH₄ murni untuk memasak.
Oksigen dari udara tersedia dalam jumlah berlebih sehingga seluruh CH₄ dapat
terbakar sempurna. Jika Ar C = 12 dan Ar O = 16, massa karbon dioksida (CO₂)
yang dihasilkan adalah ....
A. 22 g
B. 32 g
C. 44 g
D. 64 g
E. 88 g
6. Seorang siswa melakukan
analisis terhadap suatu senyawa organik hasil sintesis di laboratorium.
Berdasarkan hasil analisis unsur, senyawa tersebut hanya tersusun atas karbon
(C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Hasil analisis menunjukkan komposisi massa
sebagai berikut:
|
Unsur |
Persentase massa |
|
C |
40,0% |
|
H |
6,67% |
|
O |
53,33% |
Hasil pengukuran
menggunakan instrumen analisis massa menunjukkan bahwa massa molar senyawa
tersebut adalah 180 g mol⁻¹. Jika Ar C = 12, Ar H = 1, Ar O = 16. Untuk
mempermudah analisis, anggap sampel yang digunakan memiliki massa 100 gram.
Tentukan Benar (B) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut.
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Rumus
empiris senyawa tersebut adalah CH₂O. |
|
|
|
Massa
molar rumus empiris senyawa tersebut adalah 30 g mol⁻¹. |
|
|
|
Rumus
molekul senyawa tersebut adalah C₆H₁₂O₆. |
|
|
|
Perbandingan
jumlah mol atom C : H : O dalam sampel adalah 1 : 2 : 1. |
|
|
|
Faktor
pengali dari rumus empiris menjadi rumus molekul adalah 6. |
|
|
7. Dalam suatu praktikum,
siswa menyelidiki reaksi netralisasi antara asam kuat dan basa kuat. Sebanyak 100
mL larutan HCl 0,20 M dicampurkan dengan 100 mL larutan NaOH
0,10 M. Reaksi yang terjadi dapat dinyatakan dengan persamaan:
HCl(aq)
+ NaOH(aq) → NaCl(aq)
+ H2O(l)
HCl dan NaOH
merupakan elektrolit kuat sehingga dianggap terionisasi sempurna. Volume
larutan setelah pencampuran dianggap sama dengan jumlah volume kedua larutan.
Seorang siswa menyimpulkan bahwa karena larutan asam dan basa dicampurkan
dengan volume yang sama, larutan hasil pencampuran akan bersifat netral.
Berdasarkan data dan persamaan reaksi tersebut, pilih semua pernyataan yang
benar !
□ Jumlah mol HCl sebelum reaksi adalah 0,020
mol
□ Jumlah mol NaOH sebelum reaksi adalah 0,010
mol.
□ Setelah reaksi berlangsung sempurna, HCl yang
tersisa adalah 0,010 mol.
□ Larutan hasil pencampuran bersifat netral.
□ Konsentrasi ion H⁺ dalam larutan akhir adalah
0,050 M
8. Karbon merupakan salah
satu unsur yang terdapat dalam berbagai bahan bakar. Ketika karbon dibakar
sempurna dalam oksigen, terbentuk karbon dioksida dan dilepaskan energi dalam
bentuk kalor. Dalam suatu percobaan, reaksi pembakaran karbon dituliskan
sebagai berikut:
C(s) + O₂(g) →
CO₂(g)
Data entalpi
pembentukan standar beberapa zat yang terlibat adalah sebagai berikut:
|
Zat |
|
|
C(s) |
0 |
|
O₂(g) |
0 |
|
CO₂(g) |
−393,5 |
Catatan: Entalpi
pembentukan standar unsur dalam bentuk paling stabilnya pada keadaan standar
bernilai 0 kJ mol⁻¹. Berdasarkan data tersebut, perubahan entalpi standar untuk
pembakaran 1 mol C(s) adalah ....
A. −787,0 kJ/mol
B. −393,5 kJ/mol
C. 0 kJ/mol
D. +393,5 kJ/mol
E. +787,0 kJ/mol
9. Dalam suatu praktikum,
siswa mempelajari profil energi suatu reaksi kimia. Diagram menunjukkan
perubahan energi sistem ketika pereaksi berubah menjadi produk. Pada diagram
tersebut, tingkat energi produk berada lebih rendah daripada tingkat energi
pereaksi. Di antara kedua tingkat energi tersebut terdapat puncak yang
menunjukkan keadaan transisi reaksi. Guru kemudian menjelaskan bahwa suatu
katalis dapat digunakan untuk mempercepat reaksi dengan menyediakan jalur
reaksi alternatif yang memiliki energi aktivasi lebih rendah. Berdasarkan
informasi tersebut, tentukan Benar (B) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan
berikut.
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
ΔH reaksi
bernilai negatif. |
|
|
|
energi
dilepaskan ke lingkungan secara bersih. |
|
|
|
produk mempunyai
entalpi lebih tinggi daripada pereaksi. |
|
|
|
katalis dapat
menurunkan energi aktivasi. |
|
|
|
katalis mengubah
nilai ΔH reaksi |
|
|
10.Pada pembuatan es puter,
campuran bahan es puter dimasukkan ke dalam wadah logam yang dikelilingi
campuran es batu dan garam dapur (NaCl). Penambahan garam menyebabkan suhu
campuran es–garam dapat turun hingga di bawah ,
sehingga adonan es puter lebih cepat membeku. Seorang siswa melakukan percobaan
menggunakan 1 kg air sebagai pelarut. Ia membandingkan dua campuran berikut.
|
Campuran |
Zat terlarut |
Massa terlarut |
|
A |
NaCl |
58,5
g |
|
B |
Glukosa |
180
g |
Diketahui air
= .
Anggap NaCl terionisasi sempurna menjadi Na+ dan Cl-
sedangkan glukosa tidak terionisasi. Berdasarkan data tersebut, pernyataan yang
paling tepat adalah ....
A. Campuran
A dan B memiliki titik beku yang sama karena jumlah mol zat terlarut keduanya
sama.
B. Campuran
A memiliki titik beku lebih rendah karena jumlah partikel zat terlarutnya lebih
banyak.
C. Campuran
B memiliki titik beku lebih rendah karena massa glukosa yang digunakan lebih
besar.
D. Campuran
A memiliki titik beku lebih tinggi karena NaCl merupakan elektrolit.
E. Campuran
A dan B memiliki titik beku yang sama karena penurunan titik beku hanya
dipengaruhi oleh jenis zat terlarut.
11.Air sungai yang akan digunakan sebagai sumber air bersih biasanya mengandung berbagai jenis pengotor, termasuk partikel koloid yang menyebabkan air tampak keruh. Pada instalasi pengolahan air, salah satu tahap yang dilakukan adalah penambahan tawas, . Ion-ion yang dihasilkan dari tawas membantu mengurangi kestabilan partikel koloid sehingga partikel-partikel tersebut bergabung membentuk flok yang lebih besar dan mudah dipisahkan melalui proses pengendapan. Penerapan sistem koloid juga dapat dijumpai dalam berbagai fenomena sehari-hari, seperti susu, kabut, asap, dan pemurnian air. Berdasarkan stimulus dan konsep koloid, tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut !
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Penambahan tawas
dapat menyebabkan koagulasi partikel koloid karena ion-ion dari tawas
membantu menetralkan muatan partikel koloid sehingga partikel lebih mudah
bergabung. |
|
|
|
Susu merupakan contoh
koloid jenis emulsi karena fase terdispersi- nya berupa zat cair yang
tersebar dalam medium pendispersi yang juga berupa zat cair. |
|
|
|
Berkas cahaya lampu
kendaraan yang tampak ketika melewati kabut merupakan salah satu penerapan
efek Tyndall pada sistem koloid. |
|
|
|
Air sungai yang
tampak keruh akibat adanya partikel koloid dapat dijernihkan hanya dengan
penyaringan menggunakan kertas saring biasa karena semua partikel koloid
berukuran lebih besar daripada pori-pori kertas saring. |
|
|
|
Penguapan air pada
proses pembuatan garam dari air laut merupakan contoh koagulasi karena
ion-ion garam bergabung membentuk flok koloid yang kemudian mengendap. |
|
|
12. Sebuah industri kimia menyimpan suatu bahan pereaksi dalam wadah tertutup pada kondisi tertentu. Selama penyimpanan, dilakukan pengamatan terhadap laju relatif reaksi yang berlangsung di dalam wadah. Hasil pengamatan ditampilkan pada grafik berikut :
Berdasarkan
grafik dan konsep laju reaksi, pilih semua pernyataan yang benar.
□ Laju relatif reaksi menunjukkan kecenderungan
menurun selama waktu pengamatan.
□ Data grafik membuktikan bahwa reaksi telah
berhenti total pada akhir pengamatan.
□ Penurunan laju reaksi dapat berkaitan dengan
berkurangnya konsentrasi pereaksi selama reaksi berlangsung.
□ Penambahan katalis dapat mempercepat
tercapainya kondisi reaksi, tetapi tidak selalu meningkatkan jumlah produk pada
keadaan setimbang.
□ Temperatur merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi laju reaksi.
13. Dalam industri pembuatan
amonia digunakan reaksi kesetimbangan:
N2(g)
+ 3H2(g) ⇌ 2NH3(g) ΔH= -92 kJ
Pada suatu
kondisi, campuran gas dimasukkan ke dalam reaktor tertutup. Setelah beberapa
saat, sistem mencapai kesetimbangan. Karena reaksi pembentukan amonia bersifat
eksoterm, suhu dan tekanan menjadi faktor penting untuk memperoleh hasil amonia
yang optimal. Dalam penerapannya, kondisi operasi harus mempertimbangkan
pergeseran kesetimbangan sekaligus efisiensi proses. Berdasarkan stimulus,
tindakan yang paling tepat untuk meningkatkan jumlah NH₃ yang terbentuk pada
keadaan setimbang adalah:
A. Menaikkan
suhu dan menurunkan tekanan
B. Menurunkan
suhu dan menaikkan tekanan
C. Menaikkan
suhu dan menaikkan tekanan
D. Menurunkan
suhu dan menurunkan tekanan
E. Menambahkan
katalis dan menurunkan suhu
14. Pada kondisi tertentu,
reaksi pembentukan amonia mencapai kesetimbangan :
N2(g) +
3H2(g) ⇌ 2NH3(g)
Pada keadaan
setimbang diperoleh konsentrasi : [N2]=0,20 M, [H2]=0,30 M,
[NH3]=0,40 M Berdasarkan data tersebut, pilih semua pernyataan yang
benar !
□
Nilai Kc sekitar 74,1.
□
Nilai Kc adalah sekitar 22,2.
□ Pada keadaan setimbang, nilai Kc tidak berubah selama suhu tetap.
□ Jika konsentrasi diperbesar, nilai Kc juga semakin besar.
□ Jika suhu tetap, perubahan konsentrasi zat tidak mengubah nilai Kc.
15.Beberapa produk pembersih
rumah tangga menggunakan natrium hidroksida (NaOH) sebagai
salah satu bahan aktifnya. NaOH merupakan basa kuat yang dapat terionisasi
hampir sempurna dalam air. Larutan yang terlalu pekat dapat bersifat sangat
basa sehingga penggunaannya perlu memperhatikan konsentrasi larutan. Seorang
siswa melakukan pengujian terhadap larutan pembersih yang mengandung NaOH.
Setelah diencerkan, konsentrasi NaOH dalam larutan tersebut adalah 1,0
× 10⁻³ M. Larutan dianggap terionisasi sempurna. Berdasarkan informasi
tersebut, pH larutan pembersih setelah pengenceran adalah ...
A. 3
B. 9
C. 10
D. 11
E. 12
16.Asam asetat CH₃COOH merupakan asam lemah yang terdapat
dalam cuka. Berbeda dengan asam kuat, hanya sebagian molekul asam asetat yang
terionisasi dalam air sehingga terbentuk kesetimbangan :
CH3COOH (aq) ⇌ CH3COO- (aq)+ H+(aq)
Suatu larutan asam
asetat memiliki konsentrasi awal 0,10 M, jika
diketahui Ka = 1,0 × 10⁻⁵. Untuk memperkirakan konsentrasi ion H+,
digunakan pendekatan asam lemah karena derajat ionisasi relatif kecil.
Berdasarkan informasi tersebut, pilih semua pernyataan yang benar !
□ [H⁺] kira-kira 1,0 × 10⁻³ M
□ pH kira-kira 3
□ derajat ionisasi kira-kira 1%
□ larutan terionisasi sempurna
□
[CH₃COO⁻] kira-kira sama dengan [H⁺]
17.Larutan penyangga banyak
digunakan dalam industri pangan untuk membantu mempertahankan tingkat keasaman
produk. Salah satu sistem penyangga yang dapat digunakan adalah campuran asam
asetat (CH₃COOH) dan natrium asetat (CH₃COONa). Suatu larutan penyangga dibuat
dengan mencampurkan 100 mL CH₃COOH 0,10 M dan 100 mL CH₃COONa 0,10 M. Kemudian,
ke dalam larutan tersebut ditambahkan 0,001 mol HCl. Anggap volume larutan
tidak berubah secara signifikan dan HCl terionisasi sempurna. Pernyataan yang
paling tepat mengenai perubahan yang terjadi setelah penambahan HCl adalah ....
A. pH turun drastis karena HCl
langsung meningkatkan konsentrasi H⁺ tanpa bereaksi dengan komponen buffer.
B. pH tetap persis sama karena
larutan penyangga tidak bereaksi dengan HCl.
C. Ion H⁺ dari HCl bereaksi dengan
CH₃COO⁻ membentuk CH₃COOH sehingga perbandingan CH₃COOH/CH₃COO⁻ berubah dan pH
turun secara terbatas.
D. CH₃COOH bereaksi dengan HCl
membentuk CH₃COO⁻ sehingga konsentrasi CH₃COO⁻ meningkat dan pH naik.
E. Penambahan HCl menyebabkan
seluruh CH₃COOH terionisasi sehingga larutan berubah menjadi asam kuat.
18. Seorang siswa melarutkan
beberapa jenis garam ke dalam air dan mengukur pH larutannya. Data yang
diperoleh sebagai berikut.
|
Larutan |
Garam |
pH |
|
A |
NaCl |
7,0 |
|
B |
CH₃COONa |
8,9 |
|
C |
NH₄Cl |
5,1 |
|
D |
CH₃COONH₄ |
7,0 |
Jika diketahui HCl dan HNO₃ merupakan asam
kuat, NaOH merupakan basa kuat, CH₃COOH merupakan asam lemah, NH₃ merupakan
basa lemah. Berdasarkan stimulus tersebut, tentukan apakah setiap pernyataan
berikut Benar (B) atau Salah (S).
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Larutan
A bersifat netral karena ion Na⁺ dan Cl⁻ tidak mengalami hidrolisis yang
berarti dalam air. |
|
|
|
Larutan
B bersifat basa karena ion CH₃COO⁻ mengalami hidrolisis menghasilkan ion OH⁻. |
|
|
|
Larutan
C bersifat asam karena ion NH₄⁺ mengalami hidrolisis menghasilkan ion H₃O⁺. |
|
|
|
Larutan
D bersifat netral karena kedua ion penyusunnya berasal dari elektrolit kuat. |
|
|
|
Garam
yang berasal dari asam lemah dan basa kuat dapat menghasilkan larutan yang
bersifat basa. |
|
19. Seorang siswa melakukan percobaan untuk menentukan konsentrasi suatu asam lemah dalam larutan. Sebanyak 20,0 mL larutan asam lemah dititrasi menggunakan larutan NaOH 0,100 M. Nilai pH larutan diukur setelah penambahan NaOH secara bertahap dan hasil pengukuran disajikan dalam kurva titrasi berikut.
Berdasarkan
karakteristik kurva tersebut, pernyataan yang paling tepat adalah ....
A. Titik
ekuivalen terjadi pada volume sekitar 10 mL karena pada volume tersebut jumlah
ion H⁺ dan OH⁻ mulai berkurang.
B. Titik
ekuivalen terjadi pada volume sekitar 15 mL karena larutan mulai menunjukkan
perubahan pH yang cukup besar.
C. Titik
ekuivalen terjadi pada volume sekitar 18 mL karena pada titik tersebut sebagian
besar asam telah bereaksi dengan NaOH.
D. Titik
ekuivalen terjadi pada volume sekitar 20 mL karena volume tersebut berada di
tengah daerah perubahan pH yang paling tajam.
E. Titik ekuivalen terjadi pada volume sekitar 25 mL karena setelah volume tersebut larutan bersifat basa.
20.Limbah dari beberapa
proses industri dapat mengandung ion logam berat yang perlu dipisahkan sebelum
air limbah dibuang ke lingkungan. Salah satu metode pemisahan ion Ag⁺
adalah dengan menambahkan sumber ion Cl⁻ sehingga terbentuk
endapan perak klorida (AgCl) yang sukar larut. Kesetimbangan pelarutan AgCl
dalam air dapat dituliskan sebagai berikut :
AgCl (s) ⇌ Ag+(aq) + Cl-(aq)
Pada suhu
tertentu, nilai hasil kali kelarutan AgCl Adalah 1,8 × 10⁻¹⁰. Dalam suatu
sampel air limbah, konsentrasi ion Ag⁺ Adalah = 1,0 × 10⁻⁴ M. Dalam pengolahan
air, ion Ag⁺ dapat diendapkan sebagai AgCl. Ion Cl⁻ ditambahkan secara bertahap
ke dalam sampel. Konsentrasi minimum ion Cl⁻ yang diperlukan agar endapan AgCl
mulai terbentuk adalah ....
A. 1,8 × 10⁻¹⁴ M
B. 1,8 × 10⁻⁶ M
C. 1,8 × 10⁻⁴ M
D. 5,6 × 10⁻⁷ M
E. 5,6 × 10⁻⁶ M
21.Sifat koligatif larutan
dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan sehari-hari, misalnya dalam pembuatan
cairan antibeku dan pengaturan titik didih suatu larutan. Besarnya sifat
koligatif terutama dipengaruhi oleh jumlah partikel zat terlarut dalam sejumlah
pelarut, bukan semata-mata oleh jenis zatnya. Seorang siswa membandingkan dua
larutan ideal yang dibuat dg melarutkan zat dalam 1,kg air.
Larutan A:
mengandung 0,10 mol glukosa C₆H₁₂O₆. Glukosa merupakan nonelektrolit dan tidak
terionisasi.
Larutan B:
mengandung 0,10 mol NaCl. NaCl diasumsikan sebagai elektrolit kuat yang terionisasi
sempurna menjadi ion Na⁺ dan Cl⁻. Tentukan Benar (B) atau Salah (S) untuk
setiap pernyataan berikut.
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Jumlah partikel
zat terlarut efektif dalam larutan B lebih banyak daripada dalam larutan A. |
|
|
|
Kenaikan titik
didih larutan B diperkirakan lebih besar daripada larutan A. |
|
|
|
Penurunan titik
beku larutan B diperkirakan lebih besar daripada larutan A. |
|
|
|
Massa molar zat
terlarut merupakan penentu langsung besarnya sifat koligatif apabila jumlah
mol zat terlarut dibandingkan. |
|
|
|
Sifat koligatif
larutan terutama bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dalam larutan. |
|
|
22.Sebuah sel galvanik sederhana dibuat menggunakan elektroda Zn dan Cu yang masing-masing dicelupkan ke dalam larutan yang mengandung ion Zn²⁺ dan Cu²⁺. Kedua larutan dihubungkan dengan jembatan garam, sedangkan kedua elektroda dihubungkan melalui kawat penghantar dan voltmeter.
Diketahui data
potensial reduksi standar:
·
Zn²⁺(aq) + 2e⁻ → Zn(s) E°
= −0,76 V
·
Cu²⁺(aq) + 2e⁻ → Cu(s) E°
= +0,34 V
Berdasarkan data tersebut dan ilustrasi sel galvanik, pernyataan yang paling tepat adalah ....
A.
Zn mengalami reduksi di katode
B.
Cu mengalami oksidasi di anode
C.
elektron mengalir dari Cu ke Zn
D.
Zn mengalami oksidasi dan menjadi sumber elektron
E. E°sel = −1,10 V
23. Dalam industri pangan,
etena dapat dipolimerisasi menjadi polietena. Tentukan Benar/Salah untuk
pernyataan berikut.
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Etena merupakan
alkena yang mempunyai ikatan rangkap C=C. |
|
|
|
Polimerisasi
adisi etena menghasilkan rantai polietena tanpa menghasilkan molekul kecil
sebagai produk samping. |
|
|
|
Unit ulang
polietena adalah –CH₂–CH₂–. |
|
|
|
Polietena
termasuk senyawa aromatik karena mengandung banyak atom karbon. |
|
|
|
Pemutusan ikatan
π pada monomer merupakan bagian penting dalam pembentukan rantai polietena |
|
|
24.Bahan bakar kendaraan
bermotor umumnya berasal dari minyak bumi yang merupakan campuran berbagai
hidrokarbon. Salah satu senyawa yang digunakan sebagai acuan dalam menentukan
bilangan oktan bensin adalah isooktana, yaitu 2,2,4-trimetilpentana. Bensin dengan bilangan oktan yang lebih tinggi memiliki ketahanan lebih besar
terhadap ketukan (knocking) pada mesin. Dalam proses pembakaran,
hidrokarbon bereaksi dengan oksigen menghasilkan energi. Pembakaran yang
berlangsung dengan oksigen yang cukup menghasilkan karbon dioksida dan uap air,
sedangkan kekurangan oksigen dapat menghasilkan karbon monoksida dan partikel
karbon. Sebuah kendaraan menggunakan bahan bakar yang mengandung senyawa
hidrokarbon C8H18. Jika pembakaran berlangsung ,
persamaan reaksi setara yang tepat adalah ....
B. 2C8H18 +
17O2 → 16CO2 + 18H2O
C. C8H18 + 12O2 → 8CO2
+ 9H2O
D. 2C8H18 +
25O2 → 16CO2 + 18H2O
E. C8H18 + 9O2 → 8CO2 + 9H2O
25.Gas LPG yang digunakan
untuk keperluan rumah tangga mengandung hidrokarbon, terutama propana (C₃H₈)
dan butana (C₄H₁₀). Kedua senyawa tersebut termasuk hidrokarbon jenuh karena
seluruh atom karbonnya dihubungkan oleh ikatan tunggal. Berdasarkan informasi
tersebut, pilih semua pernyataan yang benar!
□ Propana dan butana termasuk golongan alkana
karena hanya memiliki ikatan tunggal C–C dan C–H.
□ Rumus umum alkana adalah CₙH₂ₙ,
sehingga rumus molekul propana sesuai dengan rumus umum tersebut.
□ Propana dan butana merupakan isomer
karena memiliki rumus molekul yang sama tetapi struktur berbeda.
□ Pembakaran sempurna propana menghasilkan CO₂
dan H₂O.
□ Butana memiliki empat atom karbon yang
tersusun membentuk rantai lurus tanpa kemungkinan adanya isomer struktur
div>


