Welcome to CINTA KIMIA,....Selamat Belajar…..
div>

Minggu, 23 Agustus 2026

KISI - KISI TKA KIMIA 2026

MATERI KIMIA YANG DIUJIKAN DALAM TKA 2026

A. Kimia Dasar

1. Struktur Atom & SPU : teori model atom, konfigurasi elektron, bilangan kuantum, dan sistem periodik unsur.

2. Ikatan Kimia : Ikatan ion, kovalen, logam, bentuk molekul (VSEPR), geometri molekul, dan gaya antar molekul.

3. Hukum dasar kimia & Stoikiometri : persamaan reaksi kimia, Konsep mol, rumus empiris/molekul dan pereaksi pembatas.

B.  Kimia Analitik

1. Larutan & Konsentrasi: molaritas, molalitas, fraksi mol dan persen.

2. Sifat Koligatif : penurunan tekanan uap, titik didih, titik beku, dan tekanan osmosis.

3. Asam-Basa : teori asam-basa, pH asam-basa, larutan penyangga, hidrolisis garam, Ksp dan titrasi

4. Koloid

C. Kimia Fisik

1. Termokimia : Perubahan entalpi reaksi dan hukum Hess.

2. Laju Reaksi : Faktor penentu laju dan orde reaksi.

3. Kesetimbangan Kimia : Pergeseran arah kesetimbangan (faktor Le Chatelier).

D. Kimia Organik

1. Hidrokarbon : Tata nama IUPAC, isomer, serta sifat fisik alkana, alkena, dan alkuna.

KEMAMPUAN YANG DI UJIKAN

a. Pemahaman konsep kimia (Knowing)

Kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman dasar murid tentang konsep kimia

1. Mengenali (Recognize): Mengidentifikasi atau menyatakan fakta, hubungan, dan konsep; mengidentifikasi karakteristik fisika/kimia serta peran setiap komponen yang terdapat dalam sistem, materi, dan proses tertentu.

2. Menjelaskan (Describe): Memberikan informasi atau penjelasan secara rinci berdasarkan konsep kimia/mendeskripsikan sifat dan struktur suatu materi serta proses atau fenomena kimia.

3. Memberikan contoh (Provide Example): Menuliskan contoh yang berkaitan dengan suatu fenomena, kegunaan, maupun kerugian suatu materi/proses kimia yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.

b. Penerapan konsep kimia (Applying)

Kemampuan murid dalam menerapkan konsep kimia pada permasalahan pada soal

1. Membandingkan/mencari perbedaan/ mengklasifikasikan (Compare/contrast/ Classify), Menerapkan pengetahuan tentang fakta, hubungan, proses, konsep, dan metode ilmiah dalam menyelesaikan masalah sesuai konteks yang disajikan. Mengidentifikasi persamaan/perbedaan dari suatu zat/proses kimia. Mengelompokkan berbagai zat/proses berdasarkan sifat- sifatnya.

2. Menginterpretasikansuatu model (Interpret model): Menggunakan pengetahuan tentang konsep-konsep sains untuk menginterpretasikan proses, siklus, hubungan/sistem untuk menyelesaikan masalah kimia.

3. Menginterpretasikan informasi (Interpret Information): Menggunakan pengetahuan atau konsep untuk menjelaskan informasi tekstual, tabular, gambar, dan grafis yang relevan termasuk melakukan perhitungan kimia.

c. Penalaran (Reasoning)

Kemampuan murid dalam menganalisis suatu permasalahan terkait kimia dan menunjukkan penalaran terkait konsep kimia yang relevan dan terintegrasi dalam menyelesaikan masalah dalam pada konteks tertentu

1. Menganalisis: menganalisis hasil uraian atau perhitungan kimia menggunakan prinsip, konsep, rumus, dan hukum kimia untuk menarik suatu kesimpulan yang ilmiah.

2. Memprediksi: memperkirakan hasil yang diperoleh dari penjelasan yang bersumber dari teori, konsep, hasil perhitungan, dan hasil analisis.

3. Mengevaluasi: mengevaluasi suatu hasil pemikiran atau penjelasan berdasarkan teori, konsep, hasil perhitungan, dan hasil analisis sehingga bisa diambil suatu kesimpulan dari masalah yang ingin diselesaikan.

4. Membuat model: membuat rancangan eksperimen yang dapat digunakan untuk menjawab fenomena dalam kimia, dengan melibatkan variabel riset yang meliputi variabel bebas, variabel tergantung, dan variabel kontrol.

5. Menguji hipotesis: menyelesaikan soal yang hasilnya sudah dihipotesiskan melalui langkah penerapan konsep kimia, perhitungan, analisis, dan pengambilan kesimpulan sehingga bisa mengambil kesimpulan yang sesuai dengan hipotesis atau tidak.

6. Menghubungkan variabel: menghubungkan karakteristik dengan karakteristik yang lain suatu material sehingga menghasilkan sifat material yang bisa dijelaskan secara ilmiah.

7. Mengaplikasikan prinsip ilmiah: menerapkan konsep kimia dan prinsip saintifik untuk membuat formulasi, mengevaluasi kualitas produk, dan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan kalangan industri.

8. Mengevaluasi fenomena yang berhubungan dengan kimia dalam kehidupan sehari melalui proses penerapan teori, konsep, dan perhitungan kimia sehingga bisa dicapai kondisi yang diinginkan.

9. Membuat kesimpulan berdasarkan penerapan teori, konsep, data, dan perhitungan kimia serta mampu menghubungkan antara penyebab dan akibat dalam suatu proses kimia.

10. Menggunakan informasi yang relevan, konsep, hubungan antar parameter, dan data untuk menjawab pertanyaan dan menyelesaikan masalah.

11. Membuat kesimpulan dari suatu hasil penyelesaian masalah melalui pemahaman teori, konsep, perhitungan kimia, dan proses sintesis. Dan bisa menerapkan kesimpulan tersebut untuk kondisi yang baru.

12. Menggunakan bukti dan pengetahuan sains untuk menjelaskan suatu fenomena untuk mendukung suatu penjelasan yang sulit dijelaskan alasannya atau penyelesaian masalah dan kesimpulan dari suatu investigasi.

PENYEMPURNAAN TKA 2026 

1. Skema Satu Mapel per Hari: Pada TKA 2025, siswa harus menghadapi tiga mata pelajaran wajib sekaligus dalam satu hari yang melelahkan. Di TKA 2026, sistem diubah menjadi satu hari hanya satu mata pelajaran wajib

2. Durasi Ujian Diperpanjang: Jadwal pelaksanaan utama kini diperpanjang menjadi 4 hari untuk menampung pemisahan mata pelajaran tersebut.

3. Waktu Pelaksanaan Dimajukan: Jadwal pelaksanaan utama bergeser menjadi lebih awal dibanding tahun lalu, yakni dimulai pada akhir Oktober hingga awal November. 

JADWAL TKA 2026

No

ASPEK

TKA 2026

1

Pendaftaran

27 Juli – 27 September 2026 

2

Simulasi

21 – 27 Sept 2026

3

Gladi bersih

5 – 18 Oktober 2026 (2 gelombang)

4

Pelaksanaan

Gelombang I: 26 – 29 Okt 2026, Gelombang Khusus: 31 Okt –1 Nov 2026, Gelombang II: 2 – 5 Nov 2026 Gelombang Khusus: 7 – 8 Nov 2026

5

Integrasi dg AN

TKA dan AN dilaksanakan secara bersamaan (terintegrasi)

6

Durasi ujian

4 Hari

7

Alur

Hari 1: Bahasa Indonesia + Literasi Membaca + Survei Karakter, Hari 2: Bahasa Inggris + Survei Lingkungan Belajar,  Hari 3: Matematika + Numerasi, Hari 4: Dua Mata Pelajaran Pilihan

8

Durasi per mapel

Seluruh mata pelajaran wajib menjadi 75 menit, ditambah Survei Karakter (25 menit) dan Survei Lingkungan Belajar (25 menit)

9

Jadwal susulan

16–29 Nov 2026

10

Pengumuman hasil

23 Desember 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026

PRAKTIKUM PEMBUATAN ES CREAM

A. Tujuan

Untuk mengetahui proses pembuatan es cream dengan menggunakan prinsip sifat koligatif yaitu penurunan titik beku.

B. Dasar Teori

1. Sifat koligatif larutan

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada macamnya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut). Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat pelarut maka akan didapat suatu larutan yang mengalami penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis. Dalam pengamatan ini, sifat koligatif yang dianalisis adalah penurunan titik beku.

2. Penurunan Titik beku

Proses pembekuan adalah merapatnya partikel-partikel zat cair sehingga akan terjadi gaya tarik-menarik antarmolekul zat cair yang sangat kuat dan akhirnya terbentuklah zat padat. Adanya zat terlarut akan mengakibatkan proses pergerakan molekul-molekul pelarut terhalang sehingga diperlukan suhu yang lebih rendah untuk dapat mendekatkan jarak antar molekul agar terjadi proses pembekuan. Dengan demikian, adanya zat terlarut pada suatu zat cair mengakibatkan penurunan titik beku zat cair tersebut.

Penurunan titik beku larutan merupakan sifat koligatif, seperti halnya kenaikan

titik didih. Penurunan titik beku tidak dipengaruhi (ditentukan) oleh jenis zat yang terlarut, tetapi ditentukan oleh seberapa banyak jumlah zat yang terlarut. Penurunan titik beku larutan sebanding dengan hasil kali molalitas larutan dengan tetapan penurunan titik beku pelarut (Kf), dinyatakan dengan persamaan :

     

C. Alat dan Bahan

1. Alat :

a. 1 buah kaleng roti bekas

b. 1 buah baskom besar

c. 2 buah sendok

d. 1 buah mangkuk

e. 1 buah thermometer

2. Bahan :

a. 150 gram gula/sirup

b. 2 sendok makan tepung maizena

c. 750 ml susu “Ultra Milk” full cream atau santan

d. Isian kelapa muda atau lainya.

e. Toping granola dan stick matcha (bisa di modifikasi)

f.  2 plastik besar es batu

h. 2 bungkus garam krosok

D. Prosedur Kerja

1. Membuat adonan es cream dengan mencampurkan : sirup/gula, santan/susu, sedikit garam (bisa juga ditambah essen perasa). Panaskan dengan api sedang sambil diaduk merata, hingga mendidih.

2. Larutkan maizena dengan sedikit air, lalu masukkan ke dalam adonan yang sudah mendidih tadi sambil terus di aduk supaya tidak ada larutan yang menggerindil. jika sudah mengental matikan api. 

3. Jika ingin ditambahkan kelapa muda atau buah lainya, tunggu adonan hingga dingin, baru kemudian dimasukkan ke dalamnya. Lalu simpan di kulkas, esok harinya di bawa ke sekolah.

4. Langkah 1, 2 dan 3 dilakukan di rumah.

5. Memasukkan adonan ke dalam kaleng menggunakan sendok.

6. Menutup kaleng dengan rapat.

7. Meletakkan kaleng ke dalam baskom.

8. Mengisi ruang kosong di sekeliling kaleng dengan es batu (ukur suhu es batu)

9. Menaburkan garam grosok secara merata di sela-sela es batu.

10. Ukur suhu es batu setelah di taburi garam.

11. Putar kaleng dengan putaran searah, lakukan hal ini secara terus menerus-sampai dirasa kaleng memberat, pertanda larutan susu di dalam kaleng mulai mengeras/mulai jadi kristal es (kurang-lebih 30 menit).

12. Ukur suhu es batu kembali, saat telah terbentuk kristal es cream.

13. Buka penutup kaleng, periksa apakah larutan susu telah mengeras seluruhnya atau belum.

14. Jika sudah, tuang es cream ke dalam mangkuk, hiasi dengan toping.


         

E. Data Pengamatan (buatlah video singkat proses pembuatan es cream)

No

Yang di amati

Hasil Pengamatan

1

Suhu awal es batu

……….°C

2

Suhu es batu setelah diberi garam kasar

……….°C

3

Penurunan titik beku/suhu dari es batu ke es batu + garam kasar

……….°C

4

Suhu es batu stelah terbentuk kristal es cream

……….°C

5

Penurunan titik beku/suhu dari es batu setelah mulai terbentuk es cream

……….°C

6

Waktu yang dibutuhkan

……… menit

7

Massa es cream yang terbentuk

……… gram

F. Pertanyaan

Berdasarkan percobaan yang kalian lakukan, jawablah pertanyaan berikut :

1. Apakah fungsi garam kasar dalam percobaan ini ?

2.  Mengapa menggunakan wadah kaleng dalam percobaan ?

3.  Berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam pembentukan kristal es cream yang sempurna ?

4.  Bagaimana jika garam kasar diganti dengan gula kasar ?

5.  Tulislah semua pengamatanmu dari awal hingga akhir dalam pembuatan es cream ini !

G. Kesimpulan

Buatlah kesimpulan hasil percobaan kalian !


Selamat mencoba....💁

Jumat, 31 Juli 2026

TRY OUT TKA KIMIA I - 2026

1. Perhatikan konfigurasi elektron tiga atom golongan utama berikut ini :

Atom X : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3

Atom Y : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5

Atom Z : 1s2 2s2 2p6 3s1

Terkait kestabilan elektron dan kecenderungan pembentukan ion, tentukan benar atau salah untuk pernyataan berikut.

Pernyataan

Benar

Salah

Atom X cenderung membentuk ion negatif bermuatan -3 untuk mencapai konfigurasi oktet yang stabil.

 

 

Atom Y cenderung menangkap satu elektron untuk membentuk ion negatif dengan konfigurasi oktet lengkap.

 

 

Atom Z memiliki satu elektron valensi yang mudah dilepaskan untuk membentuk ion positif bermuatan +1 dan mencapai kestabilan.

 

 

Atom X lebih stabil sebagai atom netral karena memiliki konfigurasi setengah penuh yang memberikan stabilitas ekstra.

 

 

Atom Y cenderung kehilangan satu elektron untuk membentuk ion positif agar mencapai kestabilan elektronik.

 

 

2. Perhatikan tabel berikut yang menjelaskan beberapa senyawa beserta jenis ikatan kimia dan sifat fisiknya 

Berdasarkan data pada tabel tersebut, pilihlah 3 pernyataan yang benar terkait hubungan antara jenis ikatan kimia dan sifat fisik zat ?

  Senyawa dengan ikatan ionik seperti NaCl memiliki titik leleh dan titik didih tinggi karena kuatnya gaya elektrostatik antar ion.

□ Ikatan kovalen polar seperti pada air menghasilkan titik didih yang rendah karena gaya antar molekulnya lemah.

  Senyawa dengan ikatan kovalen nonpolar seperti CO dan CH memiliki titik leleh dan titik didih sangat rendah karena gaya antarmolekulnya hanya gaya dispersi London yang lemah.

 Logam seperti Mg memiliki titik leleh dan titik didih relatif tinggi serta dapat menghantarkan listrik karena adanya ikatan logam dan elektron bebas.

  Senyawa kovalen nonpolar seperti CO dan CH mudah larut dalam air karena ikatannya lemah.

3. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan berbagai jenis zat untuk keperluan yang berbeda, mulai dari memasak, membersihkan, hingga penyimpanan makanan. Misalnya, saat memasak, kita menggunakan minyak goreng yang tampak mengapung di atas air saat dituangkan pada wajan berisi air. Selain itu, dalam proses pembersihan luka, penggunaan alkohol sangat efektif karena dapat melarutkan kotoran dan menguap cepat tanpa meninggalkan bekas air. Berbeda dengan minyak dan alkohol, garam dapur (NaCl) yang larut dalam air akan larut sempurna dan larutan tersebut dapat digunakan sebagai pengawet makanan.

Fenomena ini berkaitan dengan jenis ikatan kimia yang terjadi pada masing-masing zat dan gaya interaksi antar molekul yang dominan, yang kemudian memengaruhi sifat fisik seperti kelarutan, titik didih, dan kemampuan menghantarkan listrik.

Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menjelaskan hubungan antara jenis ikatan kimia dan sifat fisik zat-zat tersebut ?

A.   Minyak goreng terdiri dari molekul nonpolar dengan gaya dispersi London lemah, sehingga tidak dapat larut dalam air polar dan membentuk lapisan terpisah.

B.   Alkohol memiliki ikatan ionik yang kuat sehingga dapat melarutkan kotoran dan menguap dengan cepat.

C.   Larutan garam (NaCl) dapat menghantarkan listrik karena ikatan kovalen polar pada molekulnya yang mudah terionisasi dalam air.

D.   Alkohol bersifat nonpolar sehingga hanya dapat larut dalam minyak tetapi tidak dalam air.

E.   Garam dapur tidak larut dalam air karena pengaruh gaya antarmolekul lemah dan ikatan kovalen.

4. Perhatikan tabel berikut yang menyatakan bentuk dan sifat polar/nonpolar molekul :

Molekul

Bentuk Molekul

Kepolaran Molekul

CH

Tetrahedral

Nonpolar

SO

Bengkok (V-shaped)

Polar

PCl

Bipiramida trigonal

Nonpolar

NH₄⁺

Tetrahedral

Nonpolar


Tentukan benar atau salah pernyataan berikut :

Pernyataan

Benar

Salah

Molekul CH bersifat nonpolar karena bentuk tetrahedralnya simetris dan ikatan C-H dianggap nonpolar.

 

 

SO berbentuk trigonal planar dan nonpolar karena ketiga atom tersebar merata pada bidang yang sama.

 

 

PCl adalah molekul nonpolar karena bentuk bipiramida trigonalnya simetris sehingga gaya dipol antar ikatan saling meniadakan.

 

 

Ion NH₄⁺ bersifat nonpolar karena tidak memiliki pasangan elektron bebas dan bentuknya tetrahedral yang simetris.

 

 

Pasangan elektron bebas pada atom pusat tidak mempengaruhi bentuk molekul dan kepolaran karena hanya elektron ikatan yang penting.

 

 

5. Di dapur, kalian menggunakan air untuk mencuci sayur, alkohol untuk membersihkan luka, dan minyak goreng saat memasak. Ketiga zat tersebut memiliki perbedaan karakteristik fisik yang mencolok, seperti titik didih dan kelarutan. Air memiliki titik didih yang relatif tinggi dan mudah melarutkan banyak zat polar. Alkohol (misal etanol) juga dapat membentuk ikatan hidrogen sehingga memiliki titik didih yang cukup tinggi, sementara minyak goreng bersifat nonpolar, tidak mudah larut dalam air, dan memiliki titik didih yang berbeda.

Berdasarkan teks  di atas, pilihlah 2 pernyataan yang paling tepat ?

□  Air memiliki ikatan hidrogen antar molekul air yang menyebabkan titik didihnya tinggi dan kelarutan senyawa polar yang baik.

□  Alkohol dapat membentuk ikatan hidrogen sehingga titik didihnya lebih tinggi dari air.

□  Minyak goreng terikat oleh gaya dispersi London yang lemah sehingga mudah larut dalam air.

□  Perbedaan polaritas antara air dan minyak goreng menyebabkan keduanya tidak saling melarut.

□  Ikatan hidrogen pada alkohol memungkinkan untuk melarutkan zat nonpolar 

6. Seorang pengrajin logam mencampur logam tembaga (Cu) dengan tembaga oksida (CuO) untuk membuat paduan logam. Ia mencatat bahwa pada campuran 100 gram, terdapat 85 gram tembaga murni dan sisanya adalah oksigen. Menurut Hukum Proust, rasio massa unsur-unsur dalam senyawa selalu tetap.

Jika pengrajin tersebut kemudian membuat campuran lain yang mengandung 51 gram tembaga, berapakah massa oksigen yang harus ada agar campuran tersebut memiliki perbandingan unsur yang sama seperti sebelumnya ?

Berapakah massa oksigen yang harus ada dalam campuran yang mengandung 51 gram tembaga agar perbandingan massanya sama ?

A.   9 gram

B.   11 gram

C.   14 gram

D.   19 gram

E.   22 gram

7. Sebuah perusahaan pengolahan limbah cair domestik menggunakan proses pengendapan dan oksidasi untuk menghilangkan ion besi (Fe2+) yang berlebihan dalam air limbah sebelum dibuang ke sungai. Dalam prosesnya, ion besi (Fe2+) dioksidasi menjadi ion besi (Fe3+) oleh oksigen (O2) dari udara, dan membentuk endapan Fe(OH)3 yang dapat dipisahkan dari air.

Reaksi oksidasi dan pengendapan besi terjadi dalam dua tahap berikut:

1.   Oksidasi ion besi (II) menjadi ion besi (III) :

4Fe2+ + O2 + 6H2O   4Fe3+ + 4OH

2.   Pengendapan ion besi (III) membentuk endapan besi (III) hidroksida :

Fe3+ + 3OH Fe(OH)3

Dalam sebuah sampel air limbah 1 liter, konsentrasi Fe2+ awal adalah 0,3 mol/L. Setelah reaksi oksidasi sempurna dan pengendapan, perusahaan ingin mengetahui berapa gram oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi seluruh Fe2+ dalam 1 liter limbah tersebut dan berapa gram massa endapan Fe(OH)3 yang terbentuk.

Diketahui : (Mr O2 = 32, Mr Fe(OH)3 = 106,9, 1 liter limbah = 0,3 mol Fe2+)

Berdasarkan informasi di atas, massa oksigen (O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi Fe2+ dalam 1 liter sampel limbah dan massa endapan Fe(OH)3 yang terbentuk setelah pengendapan selesai adalah  . . .

A.     Massa O2 = 2,4 g; massa Fe(OH)3 = 32,1 gram

B.     Massa O2 = 4,8 g; massa Fe(OH)3 = 38,1 gram

C.     Massa O2 = 2,4 g; massa Fe(OH)3 = 16,0 gram

D.     Massa O2 = 4,8 g; massa Fe(OH)3 = 64,2 gram

E.     Massa O2 = 1,2 g; massa Fe(OH)3 = 38,1 gram

8. Minyak bumi terdiri atas ribuan senyawa hidrokarbon yang sebagian besar bersifat nonpolar dan memiliki titik didih yang berbeda-beda. Proses distilasi bertingkat digunakan untuk memisahkan hidrokarbon berdasarkan titik didihnya. Perbedaan titik didih ini tidak  hanya  ditentukan  oleh  massa  molekul, tetapi juga bentuk molekul, karena bentuk molekul memengaruhi gaya Van der Waals antar molekul. Berdasarkan informasi tersebut, diberikan beberapa pernyataan berikut :

(1) Titik didih n-butana  lebih  besar dari titik didih 2-metil-propana.

(2) Titik didih 2,2-dimetil-propana lebih besar dari titik didih 2-metil- butana.

(3) Titik didih n-heksana  lebih besar dari titik didih 3-metil-pentana.

(4)  Dengan jumlah atom C yang sama dan tanpa cabang, alkana mempunyai titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan sikloalkana,

(5)  Diantara 5 suku pertama alkana penyusun hidrokarbon, metana mempunyai titik didih paling rendah

Manakah pernyataan yang benar tentang hidrokarbon dalam minyak bumi tersebut :

A.  Pernyataan 1, 3 dan 5

B.  Pernyataan 2, 3 dan 4

C.  Pernyataan 1, 4 dan 5

D.  Pernyataan 1, 2 dan 4

E.  Pernyataan 1, 3 dan 4

9. Pentena (C5H10) merupakan salah satu golongan hidrokarbon tak jenuh. Pentena berupa cairan yang sangat volatile (mudah menguap). Pentena dan isomer-isomernya dimanfaatkan sebagai zat aditif pada produksi bensin. Berikut adalah dua struktur isomer dari pentena.

Semua pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon akan menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air. Berikut ini disajikan data entalpi pembakaran senyawa 1 dan senyawa 2.

Senyawa

𝑯°C (kJ/mol)

Senyawa 1

- 3.349,72

Senyawa 2

- 3.338,71

Bagaimanakah hasil analisis terhadap kedua isomer pentena tersebut ? Tentukan benar atau salah pada setiap pernyataan berikut ini mengenai kedua isomer pentena

Pernyataan

Benar

Salah

Kedua senyawa dapat membentuk isomer geometris cis dan trans

 

 

Struktur senyawa 2 lebih stabil dibandingkan senyawa 1

 

 

Hibridisasi atom C rangkap berubah menjadi sp saat mengalami pembakaran

 

 

10. Sebuah industri tekstil di Jawa Barat melakukan pemantauan rutin terhadap kualitas air limbah sebelum dialirkan ke sungai untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Tim laboratorium mengambil sampel dari kolam pengolahan akhir dan melakukan pengujian menggunakan empat jenis indikator cair. Hasil pengujian ditunjukkan pada tabel berikut :

Data ini sangat penting bagi teknisi untuk menentukan langkah netralisasi yang tepat agar ekosistem sungai tidak terganggu oleh tingkat kebasaan yang ekstrem.

Berdasarkan hasil pengujian tersebut, pilihlah pernyataan yang paling tepat mengenai pH limbah pabrik tersebut !

A. Nilai pH limbah tersebut berada pada rentang angka antara 8,3 hingga 10,0.

B. Larutan limbah bersifat asam karena mampu mengubah warna fenolftalein.

C. Nilai pH sampel limbah dipastikan lebih besar atau sama dengan angka 10,1.

D. Indikator Bromtimol Biru menunjukkan limbah memiliki pH di bawah angka 6,0.

E. Limbah tersebut bersifat asam sehingga perlu ditambahkan kapur untuk netral.

11. Dalam kegiatan pertambangan emas skala kecil, senyawa Kalsium Sianida Ca(CN)2 sering digunakan sebagai media untuk memisahkan logam murni dari bijihnya. Namun, sisa limbah dari proses ini harus dikelola dengan sangat hati-hati karena sifatnya yang beracun. Ketika padatan garam kalsium sianida tersebut terlarut dalam air, akan terjadi interaksi kimiawi antara ion-ion penyusun garam dengan molekul air yang secara signifikan mengubah pH lingkungan perairan di sekitarnya.

Perhatikan beberapa pernyataan terkait hidrolisis Ca(CN)2  berikut :

(1)  Larutan garam tersebut bersifat basa karena adanya dominasi ion hidroksida hasil hidrolisis.

(2)  Hanya anion dari asam lemah yang mengalami interaksi hidrolisis dengan molekul air.

(3)  Konsentrasi ion hidrogen dalam larutan akan menjadi lebih besar dibandingkan air murni.

(4)  Reaksi hidrolisis yang terjadi menghasilkan Ca(OH)2 yang bersifat basa.

(5)  Nilai tetapan hidrolisis garam tersebut berbanding terbalik dengan nilai tetapan ionisasi asamnya.

Manakah pernyataan yang benar tentang proses hidrolisis Ca(CN)2 dan dampaknya ?

A.  Pernyataan 1, 2, dan 3

B.  Pernyataan 1, 3, dan 4

C.  Pernyataan 2, 3, dan 4

D.  Pernyataan 1, 2, dan 5

E.  Pernyataan 3, 4, dan 5

12. Dalam tubuh manusia, metabolisme sel menghasilkan berbagai zat sisa bersifat asam seperti karbon dioksida. Untuk menjaga agar pH darah tetap stabil pada rentang 7,35 hingga 7,45, tubuh menggunakan sistem penyangga karbonat (H2CO3 /HCO3-). Jika pH darah berubah drastis, fungsi enzim terganggu dan dapat menyebabkan kondisi fatal seperti asidosis atau alkalosis yang mengancam nyawa pasien.

Diketahui beberapa pernyataan berikut :

(1)  Penambahan sedikit asam hasil metabolisme akan dinetralisir oleh ion bikarbonat.

(2)  Komponen asam karbonat berfungsi menjaga pH saat terjadi lonjakan basa di darah.

(3)  Larutan penyangga bekerja dengan cara menghilangkan seluruh ion hidrogen di darah.

(4)  Perubahan konsentrasi salah satu komponen akan merubah nilai pH secara drastis.

(5)  Stabilitas pH darah sangat krusial karena mempengaruhi aktivitas biologis protein.

Manakah pernyataan yang sesuai dengan kerja dan fungsi larutan penyangga dalam darah !

A.  Pernyataan 1, 2, dan 5

B.  Pernyataan 1, 3, dan 4

C.  Pernyataan 2, 3, dan 4

D.  Pernyataan 1, 4, dan 5

E.  Pernyataan 3, 4, dan 5

13. Untuk mengetahui kadar suatu larutan asam sulfat (H2SO4), seorang siswa melakukan percobaan sebagai berikut : 10 ml larutan H2SO4 diencerkan dengan air suling hingga volume larutan menjadi 300 ml. Sebanyak 20 ml larutan H2SO4 yang telah diencerkan tersebut dititrasi dengan larutan Ba(OH) 0,2 M, indikator yang digunakan adalah Penolphtalein. Percobaan dilakukan tiga kali dan diperoleh data pada tabel berikut : (massa jenis asam sulfat =1,2 gram/ml, Mr H2SO4 = 98)

Percob

ke :

Volume H2SO4

yang dititrasi

Volume Ba(OH) 0,2 M

yang diteteskan

1

20 ml

28,6 ml

2

20 ml

31,1 ml

3

20 ml

30,3 ml

Kadar Asam Sulfat (H2SO4) tersebut adl :

A.  36,8 %

B.  49 %

C.  50 %

D.  58,8 %

E.  73,5 %

14. Dalam industri pelapisan logam (elektroplating), seringkali dihasilkan limbah cair yang mengandung sisa natrium hidroksida (NaOH) konsentrasi tinggi yang sangat korosif. Sebelum dibuang ke lingkungan, limbah ini harus dinetralkan agar pH-nya mendekati 7 sesuai standar lingkungan. Seorang teknisi lingkungan melakukan titrasi 25 mL sampel limbah basa kuat tersebut dengan larutan standar asam klorida (HCl) 0,1 M. Data perubahan pH selama proses netralisasi digambarkan dalam grafik berikut :

Berdasarkan grafik di atas, diberikan beberapa pernyataan berikut :

(1) Titik ekivalen tercapai tepat pada pH 7 karena garam NaCl yang terbentuk tidak mengalami hidrolisis oleh air.

(2)  Penambahan indikator Bromtimol Biru (trayek pH 6,0 – 7,6) tidak efektif digunakan karena perubahan warnanya mencakup titik ekivalen.

(3)  Selama titrasi berlangsung sebelum titik ekivalen, konsentrasi ion OH-  dalam labu erlenmeyer terus meningkat.

(4)  Bentuk kurva menunjukkan penurunan pH yang sangat tajam di sekitar titik ekivalen karena sifat kedua reaktan yang terionisasi sempurna

(5)  Jika volume HCl yang dibutuhkan untuk mencapai titik ekivalen adalah 25 ml, maka konsentrasi NaOH dalam limbah tersebut adalah 0,1 M

Tentukan pernyataan yang  benar tentang titrasi asam lemah dengan basa kuat tersebut !

A.  Pernyataan 1, 4 dan 5

B.  Pernyataan 1, 3, dan 4

C.  Pernyataan 2, 3, dan 4

D.  Pernyataan 1, 2, dan 5

E.  Pernyataan 3, 4, dan 5

15. Heru mencari informasi mengenai senyawa hidrokarbon yang memiliki 5 atom karbon. Hidrokarbon dengan atom karbon rendah banyak digunakan sebagai sumber bahan bakar. Berikut ini data perubahan entalpi pembakaran standar (𝐻𝑐 °) yang diperoleh  Heru dari berbagai sumber :

No

Hidrokarbon

dengan 5 atom C

𝑯𝒄 °

1

n – pentana (C5H12)

- 3509 kJ/mol

2

1 – pentana (C5H10)

- 3349 kJ/mol

3

siklopentana (C5H10)

- 3291 kJ/mol

Berdasarkan data yang diperoleh, senyawa yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar yang paling ramah lingkungan adalah …

A. n-pentana karena menghasilkan CO2 paling sedikit per energi yang sama.

B. 1-pentena karena memiliki ikatan rangkap sehingga pembakaran lebih mudah.

C. Siklopentana karena menghasilkan energi paling besar untuk setiap mol pembakaran.

D. Semua sama karena masing-masing menghasilkan 5 mol CO2 per mol.

E. 1-pentena karena menghasilkan H2O lebih banyak dibandingkan n pentana dan siklopentana.

16. Dalam pembelajaran termokimia, para siswa melakukan eksperimen sederhana untuk mengamati energi reaksi. Lima tabung reaksi yang masing-masing berisi air dengan volume sama dan suhu awal 27°C. Kemudian kedalamnya ditambahkan senyawa kimia yang berbeda. Perubahan suhu larutan diamati dan dicatat setelah seluruh zat terlarut sempurna, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut :

    

Pilihlah 3 pernyataan yang benar dari hasil pengamatan eksperimen di atas !

 Pelarutan Na2S2O3, (NH4)2SO4 dan CO(NH2)2 tergolong reaksi endoterm karena terjadi penurunan suhu sistem.

 Pada pelarutan KOH dan Ba(OH)2, kalor berpindah dari lingkungan menuju ke sistem sehingga suhu larutan meningkat.

 Pelarutan KOH mengalami reaksi eksoterm dengan perubahan entalpi (𝑯 ) bernilai negatif.

 Pelarutan Ba(OH)2 melepaskan kalor terbanyakke lingkungan ditkaliani dengan kenaikan suhu sebesar 3°C.

 Reaksi yang terjadi pada tabung berisi pupuk urea (CO(NH2)2) bersifat eksoterm karena suhu akhir lebih rendah dari suhu awal.

17. Arang kayu sering digunakan sebagai bahan bakar saat memanggang makanan. Pembakaran arang (karbon) secara sempurna menghasilkan gas karbon dioksida (CO2), sedangkan pembakaran yang tidak sempurna dapat menghasilkan gas karbon monoksida (CO) yang berbahaya. Dalam bidang industri, proses pembentukan gas (CO) dari karbon yang harus diperhitungkan perubahan entalpinya secara cermat untuk alasan efisiensi energi dan keselamatan kerja. Diberikan data persamaan thermokimia sebagai berikut :

C(s)  +  O2(g)   CO2(g)           ∆H =  - 394 kJ/mol

2CO(g) +  O2(g)    2CO2(g)     ∆H =  - 569 kJ/mol

Hitunglah ∆H reaksi pembentukan 140 gram karbon monoksida (Mr = 28) !

A.  - 547,5 kJ

B.  - 219 kJ

C.  -175 kJ

D. +175 kJ

E. +219 kJ

18. Perhatikan grafik mengenai berlangsungnya sebuah reaksi, sebagai berikut

Berdasarkan grafik tersebut, diberikan beberapa pernyataan berikut :

(1)  A menunjukkan energi aktivasi (Ea) reaksi tanpa penambahan katalis

(2)  B menunjukkan energi aktivasi (Ea) reaksi dengan penambahan katalis

(3)  C menunjukkan harga ΔH reaksi

(4)  D menunjukkan energi aktivasi (Ea) reaksi balik tanpa penambahan katalis

(5)  E menunjukkan energi aktivasi (Ea) reaksi balik dengan penambahan katalis

Pilihlah pernyataan yang benar tentang reaksi yang dimaksud dalam grafik tersebut !

A.  Pernyataan 1, 2, dan 3

B.  Pernyataan 2, 3 dan 4

C.  Pernyataan 1, 4 dan 5

D.  Pernyataan 1, 2 dan 4

E.  Pernyataan 1, 3 dan 4

19. Dalam skala industri, gas nitrogen dioksida (NO2) merupakan polutan yang harus dikonversi melalui reaksi dengan karbon monoksida (CO) pada suhu tinggi. Berdasarkan data eksperimen pada suhu 500 K, grafik berikut menunjukkan bagaimana perubahan konsentrasi masing-masing reaktan memengaruhi kecepatan hilangnya polutan tersebut dari sistem pembuangan sebelum dilepas ke atmosfer :

Jika diketahui [NO2] = 0,4 M, dan [CO] = 0,5 M, maka besarnya laju reaksi yang terjadi adalah ... M/s

A.     0,20 k

B.     0,40 k

C.     0,16 k

D.     0,25 k

E.     0,36 k

20. Industri pupuk memerlukan amonia dalam jumlah besar untuk menyokong ketahanan pangan nasional. Proses pembuatan amonia melalui reaksi Haber-Bosch dilakukan dengan mereaksikan gas nitrogen dan hidrogen sebagai berikut :

N2(g)  +  3H2(g)   2NH3(g)

Untuk mengoptimalkan produksi, seorang teknisi laboratorium melakukan pengamatan terhadap pengaruh konsentrasi melalui sebuah eksperimen dan diperoleh data sebagai berikut :

No

[N2] M

[H2] M

Waktu

1

0,1

0,2

4 menit

2

0,3

0,4

20 detik

3

0,3

0,8

5 detik

Berdasarkan data pada tabel, persamaan laju reaksi yang paling tepat adalah...

A.  V = k [N2] [H2]

B.  V = k [N2] [H2]2

C.  V = k [N2]2 [H2]

D.  V = k [N2]2 [H2]2

E.  V = k [N2]3 [H2]2

21. Suatu reaksi kimia yang terjadi pada proses degradasi zat organik dalam skala laboratorium berlangsung pada suhu 60°C dengan kecepatan 8 M/s. Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa setiap kenaikan suhu sebesar 15°C, kecepatan reaksinya meningkat menjadi 2 kali lebih cepat. Berdasarkan data tersebut, kecepatan reaksi yang terjadi pada suhu 15°C adalah …

A.     0,25 M/s

B.     0,50 M/s

C.     1 M/s

D.     2 M/s

E.     4 M/s

22. Gas hidrogen iodida (HI) digunakan secara luas dalam sintesis senyawa organik dan sebagai agen pereduksi di berbagai industri kimia. Namun, pada suhu tinggi, senyawa ini cenderung tidak stabil dan mengalami penguraian thermal menjadi gas hidrogen (H2) dan uap iodin (I2) dalam sebuah sistem kesetimbangan yang sensitif terhadap perubahan suhu dan konsentrasi.

Perhatikan reaksi penguraian tersebut :

2HI (g)    H2(g)  +  I2(g) 

Sebanyak 0,1 mol gas HI dimasukkan ke dalam bejana tertutup bervolume 1 liter. Setelah sistem mencapai kesetimbangan pada suhu tertentu, diketahui terbentuk 0,02 mol gas I2. Berdasarkan data tersebut, nilai derajat disosiasi (α) dan tetapan kesetimbangan (Kc) secara berturut-turut adalah...

A.   α = 0,2 dan Kc = 0,11

B.   α = 0,2 dan Kc = 0,44

C.   α = 0,4 dan Kc = 0,11

D.   α = 0,4 dan Kc = 0,25

E.   α = 0,4 dan Kc = 0,44

23. Dalam laboratorium kriya, seorang seniman menggunakan larutan kobalt(II) klorida sebagai "tinta rahasia" pada kertas. Saat kertas dipanaskan, tulisan muncul berwarna biru karena terbentuknya ion [CoCl4]2–. Setelah dingin, ia mencoba menghapus tulisan tersebut secara perlahan dengan menyemprotkan uap air ke permukaan kertas dalam sebuah wadah tertutup agar reaksi kesetimbangan kimia dapat teramati kembali.

Berdasarkan reaksi kesetimbangan : 

[Co(H2O)6]+2 (aq) (merah muda) + 4Cl (aq)   [CoCl4]2– (aq) (biru) + 6H2O(l)

diberikan beberapa pernyataan sebagai berikut : 

(1)  Nilai tetapan kesetimbangan (Kc) akan meningkat seiring jumlah air.

(2)  Laju reaksi ke arah pembentukan produk akan menjadi lebih dominan.

(3)  Kesetimbangan bergeser ke arah kiri menjauhi pembentukan ion klorida.

(4)  Warna larutan akan berubah secara bertahap dari biru ke merah muda.

(5)  Konsentrasi dari ion kompleks [Co(H2O)6]+2 dalam sistem akan naik.

Bagaimanakah perubahan yang terjadi setelah [CoCl4]2– ditetesi air ? 

Pilihlah pernyataan yang paling benar !

A.  Pernyataan 1, 2, dan 3

B.  Pernyataan 2, 3 dan 4

C.  Pernyataan 1, 4 dan 5

D.  Pernyataan 1, 2 dan 4

E.  Pernyataan 3, 4 dan 5

24. Pupuk amonium klorida (NH4Cl) sering digunakan dalam pertanian untuk menyediakan unsur nitrogen bagi tanaman. Namun, penyimpanan pada suhu tinggi dalam gudang tertutup harus diperhatikan karena senyawa padat ini dapat terurai menjadi gas amonia (NH3) dan gas hidrogen klorida (HCl) yang bersifat korosif dan menyesakkan napas jika terhirup manusia.

Perhatikan reaksi kesetimbangan penguraian berikut :

NH4Cl(s)    NH3(g)  + HCl(g)

Dalam sebuah simulasi di laboratorium, sejumlah NH4Cl padat dipanaskan dalam ruang tertutup bervolume 5 liter. Pada saat setimbang, terbentuk 0,5 mol gas HCl dan tekanan total ruangan terukur sebesar 5 atm. Berdasarkan data tersebut, nilai tetapan kesetimbangan Kc dan Kp adalah...

A. Kc = 0,01 dan Kp = 2,50

B. Kc = 0,01 dan Kp = 6,25

C. Kc = 0,10 dan Kp = 6,25

D. Kc = 0,25 dan Kp = 2,50

E. Kc = 0,25 dan Kp = 5,00

25. Grafik konsentrasi terhadap waktu merupakan alat analisis krusial bagi para teknisi kimia. Dengan mengamati grafik, mereka dapat menentukan kapan suatu sistem mencapai kesetimbangan. Pada grafik yang disajikan berikut, terlihat perubahan konsentrasi gas A, B, dan C. Gas yang konsentrasinya menurun seiring waktu merupakan reaktan, sementara gas yang konsentrasinya meningkat dari nol merupakan produk. Perbandingan perubahan konsentrasi dari setiap gas pada grafik berikut mencerminkan koefisien stoikiometri dalam persamaan reaksi setara.

Melalui analisis terhadap perubahan konsentrasi pada grafik di atas, persamaan reaksi kesetimbangan yang paling tepat untuk menggambarkan sistem tersebut adalah...

A.  2A B + 3C

B.  3B + 3C 2A

C.  4B + 7C 2A

D.  B + C A

E.  B + 3C 2A