Pilihan Ganda
1. Seorang insinyur material merekayasa sel fotovoltaik baru yang stabil
pada suhu ekstrem.
Ia menganalisis dua unsur tak
dikenal hasil sintesis laboratorium, yaitu Unsur π dan
Unsur π.
Unsur
π memiliki data energi ionisasi
berurutan (dalam kJ/mol):
πΌπΈ1
= 578, πΌπΈ2
= 1820, πΌπΈ3
= 2750, πΌπΈ4
= 11600. Unsur πmemiliki konfigurasi elektron keadaan dasar [Ne]3π 23π4.
Jika
Unsur π dan Unsur πdireaksikan untuk membentuk senyawa
pelapis sel foto voltaik, manakah
rumus kimia dan perkiraan sifat fisik yang paling akurat dari senyawa
tersebut ?
A.
π2π3, berupa padatan ionik berkonduktivitas tinggi
saat dilelehkan.
B.
ππ2, berupa molekul kovalen
nonpolar bertitik didih rendah.
C.
ππ, berupa molekul kovalen
polar yang larut baik dalam
benzena.
D.
π2π, berupa padatan
amorf berikatan kovalen
koordinasi raksasa.
E.
π3π2, berupa padatan ionik berkonduktivitas tinggi
saat padat.
2.
Sebuah
fasilitas pengolahan biomassa menghasilkan gas metana (CH4) yang
terkontaminasi oleh gas hidrogen sulfida (H2S). Ketika gas ini
dibakar sempurna dalam reaktor dengan menggunakan oksigen berlebih (O2),
terjadi dua reaksi pembakaran. Persamaan reaksinya dituliskan sebagai berikut.
a.
Pembakaran metana
menghasilkan gas karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O).
b.
Pembakaran
hidrogen sulfida menghasilkan gas belerang dioksida (SO2) dan uap
air (H2O). Seorang teknisi
mengumpulkan data jumlah
molekul relatif yang bereaksi dan dihasilkan dalam satu siklus reaksi singkat pada reaktor:
· Jumlah molekul CH4 yang terbakar
= π molekul.
· Jumlah molekul H2S yang terbakar = 2π molekul.
Pernyataan yang berhubungan dengan
berapa banyak molekul gas O2 yang
diperlukan dan banyaknya total molekul uap air (H2O) yang dihasilkan
adalah ….
A. membutuhkan 3,5π molekul O2 dan
menghasilkan 3π molekul
H2O.
B. membutuhkan 5π molekul O2 dan menghasilkan 4π molekul H2O.
C. membutuhkan 5π molekul O2 dan menghasilkan 3π molekul H2O.
D. membutuhkan 4π molekul O2 dan menghasilkan 4π molekul H2O.
E. membutuhkan 6π molekul O2 dan menghasilkan 5π molekul H2O.
3.
Sebuah
industri kuliner menggunakan bahan bakar LPG (Liquefied Petroleum Gas) yang terdiri dari campuran gas propana (C3H8) dan butana (C4H10). Dalam rangka uji batas emisi karbon, sebanyak
10 liter sampel gas LPG dibakar
sempurna dengan oksigen berlebih pada suhu dan tekanan yang sama. Dari hasil
pengukuran sensor emisi gas buang, total volume gas CO2 murni yang terbentuk dari pembakaran
campuran tersebut dicatat sebesar 34 liter.
Berdasarkan data eksperimen tersebut, berapakah persentase volume
gas propana (C3H8) dalam
sampel LPG industri tersebut, dan bagaimana dampaknya terhadap emisi
jika proporsi butana ditingkatkan?
A.
60%;
semakin tinggi proporsi butana, volume CO2 yang dihasilkan per liter campuran akan semakin meningkat.
B.
60%;
semakin tinggi proporsi butana, volume CO2 yang dihasilkan per liter campuran akan semakin menurun.
C. 40%; semakin tinggi proporsi
butana, volume CO2 yang
dihasilkan per liter campuran akan semakin meningkat.
D. 40%; semakin tinggi proporsi
butana, volume CO2 yang dihasilkan per liter campuran
tidak akan berubah karena
keduanya merupakan alkana.
E.
30%;
semakin tinggi proporsi butana, jumlah molekul
CO2 yang terbentuk
akan berkurang karena butana membutuhkan
lebih banyak oksigen.
4.
Perhatikan grafik
kesetimbangan kimia berikut
ini.
Grafik
di atas menunjukkan perubahan jumlah
mol spesi A, B, dan C terhadap
waktu reaksi pada volume
sistem 1 liter dan suhu tetap.
Berdasarkan grafik tersebut, persamaan
reaksi kesetimbangan yang tepat beserta nilai derajat disosiasi (πΌ) spesi A
adalah...
A.
π΄(π) ⇌ π΅(π) + 3πΆ(π) dengan πΌ = 0,25
B.
2π΄(π) ⇌ π΅(π) + 3πΆ(π) dengan πΌ = 0,50
C.
2π΄(π) ⇌ π΅(π) + πΆ(π) dengan πΌ = 0,50
D.
π΄(π) ⇌ 2π΅(π) + 3πΆ(π) dengan πΌ = 0,20
E.
3π΄(π) ⇌ π΅(π) + 2πΆ(π) dengan πΌ = 0,75
5.
Di industri
pengemasan daging, gas karbon monoksida
(CO) digunakan untuk menjaga warna merah pada produk daging dalam sistem pengemasan khusus.
Gas ini dapat disintesis berdasarkan prinsip termokimia
melalaui dua tahap reaksi.
- CH4(π) + 2O2(π) → CO2(π) + 2H2O(π) Ξπ»1 = −802 kJ
- CH4(π) + CO2(π) → 2CO(π) + 2H2(π) Ξπ»2 = +247 kJ
Insinyur proses merancang
reaksi keseluruhan (reforming
parsial metana) untuk menghasilkan gas karbon monoksida dan hidrogen
sesuai persamaan:
2CH4(π) + O2(π) → 2CO(π) + 4H2(π)
Berdasarkan hukum Hess, berapakah
entalpi reaksi keseluruhan tersebut dan bagaimana
sifat termalnya terhadap
konsumsi energi pabrik?
A. π₯π»
= −308 kJ; bersifat
eksotermik sehingga dapat menghemat konsumsi
energi bahan bakar eksternal.
B. Ξπ» = −555 kJ; bersifat eksotermik karena reaksi pembakaran metana mendominasi seluruh
sistem.
C. Ξπ»
= +1049 kJ;
bersifat endotermik sehingga membutuhkan suplai pemanas listrik berdaya tinggi secara terus-menerus.
D. Ξπ»
= +308 kJ; bersifat
endotermik sehingga pabrik harus menyuplai kalor tambahan dalam jumlah besar.
E. Ξπ» = + 555 kJ; bersifat endotermik karena
reaksi pembakaran metana
mendominasi seluruh sistem.
6.
Seorang pasien darurat medis mengalami hipoventilasi (penurunan frekuensi napas) akibat overdosis obat penenang, sehingga terjadi penumpukan gas CO2 di dalam darahnya. Kondisi ini memicu
gangguan keseimbangan asam-basa darah yang melibatkan sistem penyangga utama:
CO2(π) + H2O(π) ⇌ H2CO3(ππ) ⇌ H+(ππ) + HCO−(ππ)
Tim medis mencatat
bahwa pH darah pasien turun
dari 7,40 menjadi
7,15 (asidosis respiratorik). Tindakan atau analisis kimia yang paling tepat untuk kondisi
tersebut adalah....
A. kenaikan konsentrasi CO2 menggeser
kesetimbangan ke kanan,
meningkatkan konsentrasi H+; pemberian larutan
infus yang mengandung HCO3− dapat membantu
menaikkan pH darah
kembali mendekati normal.
B.
kenaikan konsentrasi CO2 menggeser kesetimbangan ke kiri, menurunkan
konsentrasi HCO3− infus asam encer seperti HCl dapat menstabilkan pH darah.
C. penurunan pH terjadi karena
H2CO3 bertindak sebagai
basa Lewis yang menerima pasangan
elektron dari air.
D. sistem penyangga darah gagal total karena nilai πΎπ dari H2CO3 berubah secara
signifikan akibat perubahan
tekanan parsial CO2.
E.
penambahan ion HCO3− justru akan menurunkan pH lebih lanjut karena HCO3− bereaksi dengan air membentuk ion OH− yang bersifat toksik.
7.
Perhatikan trayek pH dan indikator berikut :
|
Indikator |
Trayek pH |
|
Metil jingga |
3,1 – 4,4 |
|
Fenolftalein |
8,0 – 9,8 |
|
Bromtimol biru |
6,0 – 7,6 |
Berdasarkan grafik tersebut, pasangan
larutan asam-basa dan indikator yang digunakan pada titrasi
tersebut adalah ....
A.
larutan CH3COOH dititrasi oleh larutan NaOH dengan indikator bromthymol blue
B.
larutan CH3COOH dititrasi oleh larutan NH4OH dengan indikator phenolftalein
C. larutan CH3COOH dititrasi oleh larutan NaOH dengan indikator
methyl orange
D.
larutan HCl dititrasi oleh larutan NaOH dengan indikator phenolftalein
E.
larutan HCl dititrasi oleh larutan NH4OH dengan indikator phenolftalein
8.
Seorang
ahli agronomi menguji sampel tanah pertanian untuk menentukan apakah perlu
dilakukan pengapuran (penambahan CaCO3) agar tanah cocok untuk
tanaman teh (pH optimal 4,5 − 5,5).
Ekstrak air dari tanah tersebut diuji menggunakan tiga jenis indikator alami
ekstrak tumbuhan yang telah dikalibrasi :
|
Ekstrak Tanaman |
Trayek
pH |
Perubahan
Warna |
|
Telang |
3,0 − 4,5 |
Merah muda → Biru |
|
Kunyit |
6,5 − 8,0 |
Kuning → Merah bata |
|
Kol
Ungu |
5,5 – 7,5 |
Merah → Merah muda |
Hasil
pengamatan pada ekstrak
tanah :
Ekstrak
Bunga Telang berwarna
Biru, Ekstrak Kunyit berwarna
Kuning, Ekstrak Kol Ungu berwarna Merah muda, kesimpulan yang tepat mengenai
kondisi tanah dan tindakan yang harus diambil
adalah ..
A.
Tanah memiliki
rentang pH 6,5 − 7,5, sehingga pengapuran berlebih telah terjadi.
B.
Tanah memiliki
rentang pH 4,5 ≤ pH ≤ 5,5, yang sudah optimal
untuk tanaman teh sehingga
pengapuran tidak diperlukan.
C.
Tanah bersifat
basa (pH > 8,0), sehingga
perlu ditambahkan pupuk
asam seperti amonium
sulfat.
D. Tanah bersifat sangat asam (pH < 3,0), sehingga pengapuran dalam
jumlah sangat besar
harus segera dilakukan.
E.
Tanah bersifat
neral, sehingga pupuk apapun dapat digunakan
9.
Apabila
seseorang memerlukan injeksi cairan nutrisi/infus, cairan infus tersebut harus
bersifat isotonik dengan cairan dalam darah. Injeksi cairan, nutrisi/infus
(NaCl, Mr NaCl = 58,5) harus isotonik dengan cairan dalam darah, berkisar 9,84
atm pada suhu ruangan 27oC. Apabila
seseorang memerlukan I liter cairan infus, massa NaCl yang dibutuhkan adalah ….
(R = 0,082 L.atm/mol.K)
A.
4,68 gram
B.
5,85 gram
C.
11,7 gram
D.
23,4
gram
E.
46,8
gram
10.Perhatikan gambar berikut !
Seorang
siswa menuliskan notasi
untuk gambar di atas adalah
Cu|Cu2+||Zn2+|Zn. Bagaiaman pendapatmu terhadap
jawaban siswa tersebut?
A.
Salah, seharusnya Zn| Zn2+||Cu2+|Cu
B.
Benar, karena
Cu mengalami reaksi
oksidasi
C.
Benar, karena
notasi sel diawali
dari reaksi oksidasi
ke reduksi
D.
Salah, karena Zn mengalami
reaksi reduksi, maka di tulis di awal
E.
Salah, karena
notasi sel diawali
dari reaksi oksidasi
ke reduksi
11.Dalam
industri manufaktur makanan
beku, es krim diproduksi dengan mengendalikan pembentukan kristal es agar teksturnya tetap
lembut. Formulasi aditif pelindung
titik beku (cryoprotectant) diuji menggunakan dua sampel larutan berikut dalam pelarut air (πΎπ = 1,
86∘C/m):
· Sampel A: Larutan Sukrosa (πΆ12π»22π11, ππ = 342 g/mol) 0,2 molal
· Sampel B: Larutan Kalsium Klorida (πΆππΆπ2, ππ = 111 g/mol) 0,1 molal (terionisasi 80%)
Jika es krim harus disimpan
pada suhu −0, 50∘C tanpa membeku
sepenuhnya, analisis kesimpulan manakah yang paling akurat
mengenai pemilihan sampel aditif tersebut?
A.
Sampel A lebih disukai
karena merupakan senyawa
elektrolit yang tidak
mengubah rasa es krim.
B.
Kedua
sampel memberikan nilai titik beku yang identik karena jumlah total massa zat
terlarut yang dicampurkan hampir sama.
C.
Sampel B lebih efektif
menjaga es krim tetap cair pada −0, 50∘Ckarena memiliki titik beku ≈ −0, 483∘C.
D. Sampel A lebih efektif karena
konsentrasi molalnya (0,2 m) lebih tinggi sehingga menghasilkan titik beku yang
lebih rendah yaitu −0, 744∘C.
E.
Sampel B tidak dapat digunakan karena disosiasi πΆππΆπ2menghasilkan π = 3secara
mutlak tanpa dipengaruhi
derajat ionisasi.
12.Seorang ahli kimia ditugaskan untuk
menganalisis efisiensi energi bahan bakar cair. Bahan bakar
cair itu adalah bahan bakar
cair berbasis alkana terisolasi (A: C3H8, B: C6H14,
C: C9H20, D: C12H26) yang digunakan untuk pembangkit listrik
tenaga termal. Evaluasi
dilakukan berdasarkan energi
yang dihasilkan untuk setiap
gram bahan bakar dan dampaknya
terhadap jejak karbon.
Data entalpi pembakaran per gram menunjukkan:
· C3H8 = −50,35 kJ/g
· C6H14 = −48,31 kJ/g
· C9H20 = −47,40 kJ/g
· C12H26 = −46,90 kJ/g
Berdasarkan data kuantitatif tersebut,
kesimpulan penalaran manakah
yang paling akurat?
A.
C6H14paling ideal karena meminimalkan
pembentukan senyawa sampingan nitrogen oksida (NOπ₯) di dalam ruang bakar.
B.
C9H20paling efisien
karena memiliki nilai kalor tengah
yang seimbang dengan jumlah molekul
air yang terbentuk saat
reaksi.
C.
Semua jenis alkana memiliki
nilai energi per gram yang konstan karena energi ikatan C − Hdan C − C adalah sama.
D. C12H26paling
ramah lingkungan karena kerapatan molekulnya tinggi sehingga tidak mudah menguap dan mencemari atmosfer
saat penyimpanan.
E.
C3H8paling ramah lingkungan dan efisien karena menghasilkan energi tertinggi per gram (−50,35 kJ/g) serta memiliki persentase
massa karbon terkecil.
13.Di laboratorium hortikultura, tiga jenis larutan
nutrisi hidroponik disiapkan dalam wadah terbuka
pada suhu konstan. Penguapan
air yang terlalu cepat dari wadah dapat menyebabkan konsentrasi nutrisi menjadi
pekat dan merusak akar tanaman.
Ketiga larutan dibuat dengan melarutkan massa yang sama (10
gram) dari masing-masing zat ke dalam 1 kgair murni:
· Larutan I: Urea (CO(NH2)2, ππ = 60 g/mol)
· Larutan II: Kalsium Klorida
(CaCl2, ππ = 111 g/mol, terionisasi sempurna)
· Larutan III: Magnesium Sulfat (MgSO4, ππ = 120 g/mol, terionisasi sempurna)
Manakah larutan nutrisi
yang paling efektif menahan
laju penguapan air (memiliki tekanan uap larutan paling rendah)?
A.
Larutan I, karena memiliki
molalitas molekuler awal terbesar yaitu 0,167 m.
B.
Ketiga larutan
memiliki kemampuan menahan
penguapan yang sama karena massa zat terlarut
yang ditambahkan sama persis (10 gram).
C.
Larutan I dan Larutan
III setara, karena
keduanya memiliki nilai partikel efektif
yang persis sama.
D. Larutan III, karena ion Mg2+dan SO2−memiliki muatan ion paling besar (+2 dan -2) sehingga menarik air paling kuat.
E.
Larutan II, karena menghasilkan molalitas partikel efektif
terbesar yaitu ≈ 0,270 m.
14.Sebuah laboratorium pengolahan
limbah industri melakukan uji cepat untuk menentukan sisa ion perak setelah
proses netralisasi dan pemisahan garam. Sebanyak 50 mL larutan AgNO₃ 0,01 M dicampurkan dengan 50 mL larutan
NaCl 0,03 M dalam bejana gelas. Karena terbentuk endapan
AgCl, sistem mencapai kesetimbangan yang dipengaruhi
oleh tetapan kelarutan Ksp dari AgCl
(diketahui Ksp=1×10−10). Berapakah konsentrasi ion Ag⁺ yang tersisa dalam larutan
campuran setelah mencapai kesetimbangan?
A.
1x10−10 M
B.
1x10−8 M
C.
2 x 10−8 M
D.
6,7 x 10−8 M
E.
1 x10−5 M
15.Larutan penyangga adalah larutan yang
dapat mempertahankan pH dengan penambahan sedikit asam atau basa. Dalam
kehidupan sehari-hari, larutan penyangga berguna untuk menjaga pH darah, menjaga pH cairan
intra sel, menjaga
pH makanan olahan
dalam kaleng, dan menjaga pH obat-obatan. Sebanyak 100 mL CH3COOH 0,1 M ditambahkan
100 mL NaOH 0,05 M. Nilai tetapan
ionisasi asam asetat adalah 1 x 10-5.
Berdasarkan data dan informasi tersebut, manakah di antara pernyataan berikut yang benar terkait
dengan reaksi asam basa? Jawaban benar lebih dari satu.
A.
Nilai pH larutan penyangga tersebut adalah 5.
B.
Asam asetat
yang bereaksi adalah 10 mmol.
C.
Natrium hidroksida yang bereaksi adalah
5 mmol.
D.
Asam asetat
dan natrium hidroksida habis bereaksi.
E.
Garam CH3COONa yang terbentuk adalah
5 mmol
MCMA
1.
Seorang siswa melakukan suatu percobaan dengan
cara memasukkan pita magnesium ke dalam larutan asam klorida. Sebanyak 2,4 gram
magnesium (Ar = 24) direaksikan dengan 100 mL larutan HCl 1 M. Reaksi dilakukan
di dalam labu erlemeyer dan bagian atas diberi balon untuk menampung gas yang dihasilkan. Pilihlah semua jawaban yang benar! Jawaban
benar lebih dari satu.
□
HCl sebagai
pereaksi pembatas
□
Mol Mg yang bereaksi
adalah 0,1 mol
□
Volume hidrogen
yang dihasilkan adalah
2,24 L
□ Mol MgCl2 yang dihasilkan = mol HCl yang bereaksi
□ Persamaan reaksinya: Mg(s) + 2HCl(aq)
→ MgCl2(aq) + H2(g)
2.
Apabila
asam sulfat dilarutkan ke dalam air, terjadi reaksi yang persamaan reaksinya
dituliskan sebagai berikut!
Pilihlah semua jawaban yang benar! Jawaban
benar lebih dari satu.
□ H2O bertindak sebagai basa
□ H2SO4 merupakan asam menurut
Arrhenius
□
Merupakan persamaan
reaksi asam-basa menurut
Lewis
□ Ion SO 2- merupakan basa kuat menurut Browsted-Lowry
□ H2O dan H3O+ bertindak sebagai pasangan asam-basa Brownsted-Lowry
4
3.
Seorang
mahasiswa kimia melakukan eksperimen standarisasi untuk menentukan derajat
kemurnian sampel cuka dapur (πΆπ»3πΆπππ», ππ = 60 g/mol)
menggunakan metode titrasi.
Sampel cuka sebanyak 10
mLdiencerkan dengan air murni hingga volume 100
mLdalam labu ukur. Kemudian,
20 mLdari larutan encer tersebut diambil dan dititrasi
dengan larutan standar NaOH 0,10
M. Titik akhir
titrasi dicapai saat menghabiskan rata-rata 15
mL NaOH. Massa
jenis (densitas) cuka murni awal adalah 1,0 g/mL
Pilihlah semua jawaban yang benar! Jawaban
benar lebih dari satu.
□
Pengenceran cuka dapur dengan
air murni mengubah
jumlah total mol asam asetat
yang ada di dalam sampel.
□
Konsentrasi asam asetat dalam larutan cuka encer hasil pengenceran adalah 0,075 M.
□
Konsentrasi awal asam asetat dalam sampel
cuka dapur sebelum
pengenceran adalah 0,75 M.
□
Kadar persentase massa (% w/w) asam asetat
dalam sampel cuka dapur awal adalah 4,5%.
□
Jumlah mol asam asetat
yang bereaksi dalam 20 mLlarutan
sampel encer saat titrasi adalah1,5
mmol.
4.
Dalam
uji laboratorium penentuan kadar alkohol (etanol, C2H5OH)
pada sampel napas, digunakan alat breathalyzer.
Cara kerja alat ini adalah berbasis
reaksi redoks dengan larutan kalium dikromat (K2Cr2O7)
dalam suasana asam. Penulisan persamaan reaksi yang terjadi adalah sebagai
berikut.
7
C2H5OH + Cr2O2− + H+ → CH3COOH + Cr3+ + H2O (belum setara) Pilihlah semua jawaban yang
benar! Jawaban benar lebih dari satu.
□
Atom karbon pada gugus
alkohol teroksidasi dengan
perubahan bilangan oksidasi
total sebesar 4 unit
per molekul etanol.
□
Perubahan warna
larutan dari hijau menjadi jingga
menandakan keberadaan etanol
dalam sampel.
□
Ion dikromat (Cr2O72−) bertindak sebagai pengoksidasi (oksidator) yang
mengalami reduksi.
□
Ion hidronium
(H+) bertindak sebagai
pereduksi tambahan dalam sistem tersebut.
□
Perbandingan mol C2H5OHterhadap Cr2O72−dalam
reaksi setara adalah 3: 2.
5.
Perhatikan gambar
sel elektrokimia berikut!
Pilihlah semua jawaban yang benar! Jawaban
benar lebih dari satu.
□
Kation senyawa
A yang bereaksi merupakan ion logam aktif
□
Merupakan sel elektrokimia yang berlangsung spontan
□
X merupakan
kutub listrik bermuatan
positif
□
Anion senyawa
A mengandung ion halida
□
Sel menggunakan elektrode inert
Benar Salah
1.
Senyawa karbon tetrafluorida
(CF4) dan belerang
tetrafluorida (SF4) memiliki rumus kimia yang identik, yaitu setiap atom mengikat 4 atom
fluorin. Senyawa CF4 umunya dipakai sebagai
zat pendingin, sedangkan senyawa SF4 digunakan sebagai
industri farmasi. Namun, SF4 bersifat sangat reaktif dan polar,
sedangkan CF4 bersifat
tidak reaktif dan nonpolar.
Seorang siswa menyimpulkan bahwa sifat polaritas hanya ditentukan oleh jumlah atom fluorin
yang terikat.
Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut !
Pernyataan
|
Benar
|
Salah
|
Molekul CF4 bersifat nonpolar karena memiliki geometri tetrahedral
simetris sehingga
|
|
|
momen dipol antar-ikatan C-F saling meniadakan (π = 0).
|
|
|
Atom pusat S pada SF4 memiliki 5 pasang elektron di sekitar atom
pusat (4 PEI dan 1
|
|
|
2. Sistem airbag mobil menggunakan reaksi penguraian
cepat natrium azida (NaN3, ππ
= 65) untuk
menghasilkan gas nitrogen (N2, ππ = 28) :
2NaN3(π ) → 2Na(π ) + 3N2(π)
Seorang insinyur keselamatan menganalisis bahwa untuk mengembang sempurna dalam waktu
40 milidetik, airbag membutuhkan 67,2 L gas N2 pada kondisi STP (1 mol gas = 22,4 L).
Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut !
Pernyataan
|
Benar
|
Salah
|
Jumlah mol gas N2 yang harus dihasilkan oleh sistem airbag tersebut
adalah 3,0 mol.
|
|
|
Massa padatan NaN3 minimum yang harus diisikan ke dalam pemicu airbag
adalah 130 gram.
|
|
|
Selain gas N2, reaksi tersebut juga menghasilkan 46 gram logam natrium (Na, π΄π = 23) sebagai hasil samping. |
|
|
3. Suatu industri kimia ingin
memproduksi senyawa mono-klorida sebagai bahan baku plastik. Produksi dilakukan di dua reaktor
yang berbeda. Prinsip
reaksi yang digunakan
adalah reaksi klorinasi
radikal bebas (Cl2 dengan sinar UV). Berikut senyawa yang
digunakan untuk setiap reaktor.
Reaktor X: Propana (CH3-CH2-CH3)
Reaktor Y: Isobutana / 2-metilpropana (CH3-CH(CH3)-CH3)
Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut !
Pernyataan
|
Benar
|
Salah
|
Klorinasi propana di Reaktor X hanya menghasilkan satu jenis produk Mono kloro propana karena seluruh
atom karbonnya berada dalam lingkungan ikatan yang identik.
|
|
|
Pada Reaktor Y, produk utama yang paling mendominasi adalah 2-kloro-2-metilpropana karena atom H tersier jauh lebih stabil dan lebih mudah disubstitusi dibanding atom H primer. |
|
|
Reaktor Y menghasilkan rasio produk bercabang yang lebih selektif dibanding Reaktor X karena persentase substitusi pada karbon tersier Isobutana dipengaruhi oleh energi aktivasi yang lebih rendah. |
|
|
4. Garam natrium asetat (CH3COONa)
merupakan senyawa yang banyak digunakan dalam industri tekstil, pengawet
makanan, dan laboratorium kimia. Seorang praktikan ingin membuat larutan garam
natrium asetat melalui reaksi netralisasi antara larutan asam asetat (CH3COOH)
dan larutan natrium hidroksida (NaOH). Persamaan reaksi yang terjadi:
CH3COOH(ππ) + NaOH(ππ) → CH3COONa(ππ) + H2O(π)
Larutan yang tersedia di laboratorium
adalah sebagai berikut :
(Diketahui πΎπ CH3COOH = 1 × 10−5 dan πΎπ€ = 1 × 10−14)
Secara teori,
manakah kombinasi pencampuran berikut yang jika direaksikan akan menghasilkan larutan terhidrolisis sempurna dengan pH =
9 ?
Tentukan Benar atau
Salah pada setiap pernyataan !
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
100 mL larutan dari Botol A + 100 mL larutan dari Botol C |
|
|
|
200 mL larutan dari Botol B + 100 mL larutan dari Botol D |
|
|
|
100 mL larutan dari Botol B + 100 mL larutan dari Botol D |
|
|
5.
Sekelompok siswa melakukan eksperimen di laboratorium kimia untuk mempelajari
faktor-faktor yang memengaruhi laju
reaksi pengendapan belerang (sulfur). Reaksi terjadi antara larutan natrium
tiosulfat (Na2S2O3) dengan larutan asam
klorida (HCl) menghasilkan endapan belerang berwarna kuning pucat. Persamaan
reaksi yang terjadi adalah:
Na2S2O3(ππ) + 2HCl(ππ) → 2NaCl(ππ) + H2O(π) + SO2(π) + S(π )
Eksperimen dilakukan
dengan menempatkan gelas kimia di atas kertas bergaris silang hitam (X). Waktu reaksi
(π‘) dicatat sejak
kedua larutan dicampurkan hingga tanda silang hitam (X) tepat tidak
terlihat lagi akibat tertutup oleh endapan sulfur (S).
Berikut adalah
data hasil percobaan yang dicatat pada suhu kamar
(25∘C):
Tabung 1 : 40 mL Na2S2O3 0,2 M + 0 mL H2O + 10 mL HCl 2 M → Waktu: 12 detik
Tabung 2 : 20 mL Na2S2O3 0,2 M + 20 mL H2O + 10 mL HCl 2 M → Waktu: 24 detik
Tabung 3 : 10 mL Na2S2O3 0,2 M + 30 mL H2O + 10 mL HCl 2 M → Waktu: 48 detik
Tabung 4 : 10 mL Na2S2O3 0,2 M + 20 mL H2O + 20 mL HCl 2 M → Waktu: 48 detik
(Catatan: Penambahan air (H2O) dilakukan agar volume
total campuran tetap
konstan yaitu 50 mL.)
Berdasarkan data eksperimen di atas, tentukan
Benar atau Salah pada setiap
pernyataan berikut !
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
|
Orde reaksi terhadap
natrium tiosulfat (Na2S2O3) adalah 1, sedangkan orde reaksi terhadap
asam klorida (HCl) adalah 0. |
|
|
|
|
Laju pembentukan endapan sulfur (S) pada Tabung 1 adalah dua kali lebih cepat dibandingkan Tabung 2. |
|
|
|
|
Jika campuran pada
Tabung 3 dipanaskan hingga suhunya naik sebesar 20∘C (dengan asumsi laju reaksi menjadi 2 kali lebih cepat
setiap kenaikan 10∘C), maka
waktu reaksi yang dibutuhkan menjadi 6 dtk. |
|
|
|
div>