Welcome to CINTA KIMIA,....Selamat Belajar…..
div>

Selasa, 07 Juli 2026

ADAB LEBIH TINGGI DARIPADA ILMU

Sesungguhnya: Adab lebih tinggi daripada ilmu, artinya etika, moral, dan sopan santun jauh lebih utama daripada sekadar memiliki ilmu. Tanpa adab, ilmu yang dimiliki seseorang bisa menjadi bumerang yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Adab bukan sekadar aturan, tapi cerminan dari hati yang bersih dan niat yang lurus. Itu yang membuat ilmu kita bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

ADAB SOPAN - SANTUN DALAM SEHARI-HARI

1. Menghormati Orang yang lebih tua dan kasih sayang sesama.

- menunduk jika lewat di depan orang tua

- salim dan cium tangan

- tidak duduk jigrang (kaki naik ke atas) di kelas

- permisi kepada guru jika mau minum di kelas

2. Berucap yang sopan dan tidak membuli.

3. Tidak memotong pembicaraan,

4. Biasa mengucapkan 4 Kata Ajaib : tolong, terimakasih, maaf dan permisi.

5. Sopan ketika makan : tidak sambil bicara, tidak sambil berjalan, tidak berkecap, alat makan tidak berbunyi.

6. Mengetuk pintu dan mengucap salam, jika mau masuk kelas ketika sedang pembelajaran, ketuk pintu dan mohon permisi ke guru untuk masuk, jika kelas sedang berdoa tunggu sampai berdoa selesai baru permisi masuk.

7. Suka menolong sesama terutama kepada yang lemah.

ETIKA MENGHUBUNGI GURU LEWAT WHATSAP

1. Perhatikan waktu yang tepat. Usahakan menghubungi guru pada waktu yang tidak dipakai untuk beristirahat atau beribadah.

2. Menggunakan bahasa yang singkat, sopan, mudah dimengerti dan hindari singkatan.

3. Awali dengan sapaan atau mengucapkan salam.

4. Perkenalkan diri : nama dan kelas.

5. Ucapkan permisi dan sampaikan tujuan mengirin chat.

6. Merespon kembali jawaban guru

7. Akhiri pesan dengan mengucapkan terima kasih.

8. Jika guru mengirimkan pengumuman/chat dalam group kelas, siswa wajib menjawab atau membalas dengan ucapan terima kasih.


ADAB SOPAN - SANTUN DALAM BERMEDIA SOSIAL
Media sosial dapat menjadi tempat untuk belajar, berkarya, berbagi inspirasi, dan menyebarkan kebaikan. Gunakan teknologi dengan bijak, karena setiap unggahan mencerminkan karakter dan kepribadian kita. Berikut beberapa kebiasaan yang perlu diterapkan saat bermedia sosial :

1. Berpikir sebelum memposting : tanyakan pada diri sendiri, apakah informasi ini benar, bermanfaat, perlu, dan tidak menyakiti orang lain ?

2. Gunakan bahasa yang santun : berbeda pendapat itu wajar, tetapi sampaikan dengan kata-kata yang sopan dan menghargai.

3. Jangan menjadi pelaku cyberbullying : satu komentar yang dianggap bercanda bisa menjadi luka bagi orang lain.

4. Hindari menyebarkan hoaks : pastikan informasi berasal dari sumber yang terpercaya sebelum membagikannya.

5.  Hormati privasi orang lain : jangan mengunggah foto, video, atau data pribadi seseorang tanpa izin.

6.  Ingat jejak digital : apa yang di unggah hari ini dapat tersimpan dan memengaruhi masa depanmu

Jadilah generasi yang cerdas bermedia sosial, santun dalam berkomunikasi, dan bertanggung jawab atas setiap jejak digital yang ditinggalkan.

Senin, 09 Maret 2026

PRAKTIKUM TITRASI ASAM - BASA

I.  TUJUAN : Menentukan kadar asam asetat (CH3COOH) dalam cuka dapur 

II DASAR TEORI :

Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya. (disini hanya dibahas tentang titrasi asam basa) Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai “titrat” dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai “titran” (larutan standard) dan biasanya diletakkan  dalam Buret. Baik titrat maupun titran biasanya berupa larutan. Pada saat titik ekuivalen, mol ekuivalent asam akan sama dengan mol ekuivalent basa.

mol ekuivalen asam = mol ekuivalen basa
mol  H+ = mol  OH - 
Va x Ma x a = Vb x Mb x b
keterangan :
Ma = Molaritas asam
Mb = Molaritas basa
Va = Volume asam
Vb = Volume basa
a   = Valensi asam (
jumlah H+)
b   = Valensi basa (jumlah OH-)

III. ALAT DAN BAHAN :
ALAT :
1.   Gelas ukur 10 ml
2.   Labu ukur 100 ml
3.    Pipet tetes
4.   Labu Erlenmeyer
5.   Buret
6.   Statif & klem
7.   Corong
BAHAN :
1.      Cuka dapur di pasaran
2.      Larutan NaOH 0,1 M
3.      Indikator PP

IV. CARA KERJA : 

1.  Catat merk asam cuka dan kadar(%) cuka pada label botol.

2.  Ambil 5 ml cuka dengan gelas ukur dan tuangkan ke dalam gelas kimia.

3.  Encerkan cuka tersebut 20 X dengan menambahkan air hingga volumenya mencapai 100 ml, aduk larutan cuka hingga merata.

4. Ambil 20 ml cuka yang telah diencerkan tersebut dan tuangkan ke dalam labu Erlenmeyer. Tambah 3 tetes indikator PP.

5. Isi buret dengan larutan standart NaOH 0,1 M hingga titik 0 (bagian atas)

6. Buka kran buret pelan-pelan teteskan NaOH 0,1 M hingga larutan tepat mulai berwarna merah muda. Goyang Erlenmeyer hingga warna merah muda permanen.

7. Ulangi percobaan tersebut sebanyak 3X , hitung volume rata-rata NaOH dan lakukan perhitungan !


V. HASIL PENGAMATAN :

VI.  PERTANYAAN :

1. Mengapa dalam titrasi ini menggunakan indicator PP ?

2. Tentukan konsentrasi asam cuka (CH3COOH ) diencerkan !

V cuka x M cuka(diencerkan) x jml H+ = V(rata-rata) NaOH  x M NaOH x jml OH-

M cuka (diencerkan) = …….

3. Tentukan konsentrasi asam cuka (CH3COOH ) sebelum diencerkan !

( Ingat ! asam cuka diencerkan 20 X )

     M cuka (sebelum diencerkan) =  M cuka (diencerkan)  x 20

     M cuka (sebelum diencerkan) = ..........

4.  Tentukan kadar (%) asam cuka merk ….....

     Diketahui : M cuka murni = 17,4 M

               % Cuka = ...........

5. Tulislah persamaan reaksi yang terjadi pada titrasi tersebut ?


VII. KESIMPULAN
Buatlah kesimpulan dari hasil perobaan tersebut !

VIII. Buatlah Kurve titrasi CH3COOH dengan NaOH tersebut !

No

Volume

Cuka ..... M

Volume

NaOH 0,1 M

pH

1

20 ml

0 ml

….

2

20 ml

10 ml

….

3

20 ml

15 ml

….

4

20 ml

20 ml

….

5

20 ml

25 ml

….

6

20 ml

30 ml

….

7

20 ml

35 ml

….

8

20 ml

40 ml

….

9

20 ml

45 ml

….

10

20 ml

50 ml

.…



KLIK :