CINTA KIMIA
Belajar bersama, hebat semuaa...
div>Rabu, 22 Juli 2026
Minggu, 12 Juli 2026
ADAB LEBIH TINGGI DARIPADA ILMU
Adab bukan sekadar aturan, tapi cerminan dari hati yang bersih dan niat yang lurus. Itu yang membuat ilmu kita bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
1. Menghormati orang yang lebih tua dan kasih sayang sesama.
- Menunduk jika lewat di depan orang tua
- Salim dan cium tangan
- Tidak duduk jigrang (kaki naik ke atas) di kelas
- Permisi kepada guru jika mau minum di kelas.
- Mendengarkan/memperhatikan ketika guru sedang mengajar (tidak bicara/bercanda sendiri).
2. Berucap yang sopan dan tidak membuli.
3. Tidak memotong pembicaraan,
4. Biasa mengucapkan 4 Kata Ajaib : tolong, terimakasih, maaf dan permisi.
5. Sopan ketika makan : tidak sambil bicara, tidak sambil berjalan, tidak berkecap, alat makan tidak berbunyi.
6. Mengetuk pintu dan mengucap salam, jika mau masuk kelas ketika sedang pembelajaran, ketuk pintu dan mohon permisi ke guru untuk masuk, jika kelas sedang berdoa tunggu sampai berdoa selesai baru permisi masuk.
7. Suka menolong sesama terutama kepada yang lemah.
ETIKA MENGHUBUNGI GURU LEWAT WA
1. Perhatikan waktu yang tepat. Usahakan menghubungi guru pada waktu yang tidak dipakai untuk beristirahat atau beribadah.
2. Menggunakan bahasa yang singkat, sopan, mudah dimengerti dan hindari singkatan.
3. Awali dengan sapaan atau mengucapkan salam.
4. Perkenalkan diri : nama dan kelas.
5. Ucapkan permisi dan sampaikan tujuan mengirin chat.
6. Merespon kembali jawaban guru
7. Akhiri pesan dengan mengucapkan terima kasih.
8. Jika guru mengirimkan pengumuman/chat dalam group kelas, siswa wajib menjawab atau membalas dengan ucapan terima kasih.
Media sosial dapat menjadi tempat untuk belajar, berkarya, berbagi inspirasi, dan menyebarkan kebaikan. Gunakan teknologi dengan bijak, karena setiap unggahan mencerminkan karakter dan kepribadian kita. Berikut beberapa kebiasaan yang perlu diterapkan saat bermedia sosial :
1. Berpikir sebelum memposting : tanyakan pada diri sendiri, apakah informasi ini benar, bermanfaat, perlu, dan tidak menyakiti orang lain ?
2. Gunakan bahasa yang santun : berbeda pendapat itu wajar, tetapi sampaikan dengan kata-kata yang sopan dan menghargai.
3. Jangan menjadi pelaku cyberbullying : satu komentar yang dianggap bercanda bisa menjadi luka bagi orang lain.
4. Hindari menyebarkan hoaks : pastikan informasi berasal dari sumber yang terpercaya sebelum membagikannya.
5. Hormati privasi orang lain : jangan mengunggah foto, video, atau data pribadi seseorang tanpa izin.
6. Ingat jejak digital : apa yang di unggah hari ini dapat tersimpan dan memengaruhi masa depanmu
Jadilah generasi yang cerdas bermedia sosial, santun dalam berkomunikasi, dan bertanggung jawab atas setiap jejak digital yang ditinggalkan.Senin, 09 Maret 2026
PRAKTIKUM TITRASI ASAM - BASA
II. DASAR TEORI :
Titrasi merupakan suatu
metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah
dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi
yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi
asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redox untuk titrasi
yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi
yang melibatan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya. (disini hanya
dibahas tentang titrasi asam basa) Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut
sebagai “titrat” dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang
telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai “titran” (larutan standard) dan
biasanya diletakkan dalam Buret. Baik titrat maupun titran biasanya
berupa larutan. Pada saat titik ekuivalen, mol ekuivalent asam akan sama dengan
mol ekuivalent basa.

Ma = Molaritas asam
Va = Volume asam
a = Valensi asam (jumlah H+)
1. Catat
merk asam cuka dan kadar(%) cuka pada label botol.
2.
Ambil 5 ml cuka dengan gelas ukur dan tuangkan ke dalam gelas
kimia.
3. Encerkan
cuka tersebut 20 X dengan menambahkan air hingga volumenya
mencapai 100 ml, aduk larutan cuka hingga merata.
4. Ambil
20 ml cuka yang telah diencerkan tersebut dan tuangkan ke dalam labu
Erlenmeyer. Tambah 3 tetes indikator PP.
5. Isi buret
dengan larutan standart NaOH 0,1 M hingga titik 0 (bagian atas)
6. Buka
kran buret pelan-pelan teteskan NaOH 0,1 M hingga larutan tepat mulai berwarna
merah muda. Goyang Erlenmeyer hingga warna merah muda permanen.
7. Ulangi
percobaan tersebut sebanyak 3X , hitung volume rata-rata NaOH dan lakukan
perhitungan !
VI. PERTANYAAN :
1. Mengapa dalam titrasi ini
menggunakan indicator PP ?
2. Tentukan konsentrasi asam
cuka (CH3COOH ) diencerkan !
V cuka x M cuka(diencerkan) x jml H+ = V(rata-rata) NaOH x M NaOH x jml OH-
M cuka (diencerkan) = …….
3. Tentukan konsentrasi asam
cuka (CH3COOH ) sebelum diencerkan !
( Ingat ! asam cuka diencerkan 20 X )
M cuka (sebelum
diencerkan) = M cuka
(diencerkan) x 20
M cuka (sebelum
diencerkan) = ..........
4. Tentukan kadar (%) asam
cuka merk ….....
Diketahui : M cuka murni = 17,4 M
% Cuka = ...........
5. Tulislah persamaan reaksi yang terjadi pada titrasi tersebut ?
No | Volume Cuka ..... M | Volume NaOH 0,1 M | pH |
1 | 20 ml | 0 ml | …. |
2 | 20 ml | 10 ml | …. |
3 | 20 ml | 15 ml | …. |
4 | 20 ml | 20 ml | …. |
5 | 20 ml | 25 ml | …. |
6 | 20 ml | 30 ml | …. |
7 | 20 ml | 35 ml | …. |
8 | 20 ml | 40 ml | …. |
9 | 20 ml | 45 ml | …. |
10 | 20 ml | 50 ml | .… |
