Welcome to CINTA KIMIA,....Selamat Belajar…..
div>

Senin, 21 September 2026

SOAL TKA SEL VOLTA & ELEKTROLISIS

1.  Sebuah sel volta disusun menggunakan dua logam, X dan Y, yang dicelupkan ke dalam larutan berisi ion dari masing-masing logam.

Rangkaian lengkapnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Dari informasi dan skema yang diberikan, manakah pernyataan berikut yang tepat mengenai reaksi reduksi dan oksidasi pada sel volta tersebut?

A. Elektroda X mengalami oksidasi, X(𝑠) → X2+ (𝑎𝑔) + 2𝑒.

B. Massa logam Y berkurang seiring waktu disebabkan Y mengalami oksidasi.

C. Konsentrasi ion Y2+ berkurang seiring waktu sebab ion ini mengalami reduksi.

D. Elektroda Y berperan sebagai katoda, tempat terjadinya reaksi reduksi.

E. Konsentrasi ion X2+ bertambah seiring waktu karena oksidasi logam X.

Teks berikut untuk menjawab soal  2 dan 3
Pemurnian Tembaga dengan Elektrolisis

Tembaga merupakan bahan baku pembuatan kabol listrik. Akan tetapi, adanya pengotor pada tembaga dapat mengurangi kemampuan kabel dalam menghantarkan arus listrik. Tembaga yang diolah menjadi kabel harus tembaga dengan kemurnian tinggi, yaitu 99,95%. Untuk memperoleh tembaga dengan kemurnian tinggi, tembaga diolah melalui elektrolisis. Selama proses elektrolisis akan dihasilkan beberapa logam pengotor yang larut ke dalam elektrolit maupun yang tidak larut, dl antaranya besi (Fe), seng (Zn), perak (Ag). emas (Au), dan platina (Pt). Logam-logam ini akan dipisahkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku industri. Larut dan tidaknya logam-logam ini dipengaruhi oleh nilai potensial standar (E°). Berikut nilai potensial standar (E°) logam-logam yang terlibat dalam proses elektrolisis pemurnian tembaga

Cu2+(aq) + 2e– → Cu (s)        E° = +0,34 V

Fe2+(aq) + 2e– → Fe (s)         E° = –0,44 V

Zn2+(aq) + 2e– → Zn (s)         E° = –0,76 V

Ag+(aq) + e– → Ag (s)            E° = +0,80 V

Au3+(aq) + 3e– → Au (s)         E° = +1,50 V

Pt2+(aq) + 2e– → Pt (s)           E° = +1,20 V

2.  Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut terkait pasangan logam yang menghasilkan reaksi redoks spontan ! pilihlah Pernyataan yang   Benar dan Salah

Reaksi redoks pada susunan sel: Fe|Fe2+ ‖ Cu2+|Cu akan berlangsung secara spontan.   

Jika sel disusun dengan Pt sebagal anode dan Ag sebagai katode sehingga terjadi reaksi: Pt(s) + 2Ag+(aq) → Pt2+(aq) + 2Ag(s), reaksi akan berlangsun spontan.        

Pada susunan sel: Zn|Zn2+ ‖ Fe2+|Fe, ion Fe2+ akan tereduksi menjadi Fe(s) secara spontan             

3.  Berdasarkan informasi pada teks, manakah pernyataan yang sesuai tentang harga potensial listrik dalam rangkaian sel Volta berikut ? Pilihlah jawaban yang benar ! Jawaban benar lebih dari satu.

□ Reaksi redoks pada susunan sel: Fe|Fe2+ ‖ Cu2+|Cu memiliki potensial energi sebesar+0,78 V.

□ Reaksi redoks pada susunan sel: Ag|Ag+ ‖ Au3+|Au memiliki potensial energi sebesar +0,70 V.

□ Reaksi redoks pada susunan sel: Cu|Cu2+ ‖ Ag+|Ag memiliki potensial energi sebesar +0,46 V.

□ Reaksi redoks pada susunan sel: Pt|Pt2+ ‖ Ag+|Ag memiliki potensial energi sebesar +0,40 V.

□ Reaksi redoks pada susunan sel: Zn|Zn2+ ‖ Fe2+|Fe memiliki potensial energi sebesar -0,32 V.

4.  Cermati rangkaian sel Volta berikut dengan saksama!

Notasi sel yang tepat untuk rangkaian sel Volta tersebut adalah ....

A.    Al3+|Al ‖ Sn |Sn2+

B.    Al|Al3+ ‖ Sn2+|Sn

C.    Sn2+|Sn ‖ Al|Al3+

D.    Sn|Sn2+ ‖ Al3+|Al

E.    Sn|Sn2+ ‖ Al|Al3+

Teks berikut untuk menjawab soal 5 dan 6
BATERAI PRIMER

Baterai primer adalah jenis baterai yang tidak dapat diisi ulang setelah reaksi kimia di dalam baterai mencapai kesetimbangan. Jenis baterai ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena praktis dan mudah ditemukan dalam berbagai ukuran dan bentuk. Dua jenis baterai primer yang umum digunakan, yaitu baterai alkali dan baterai tombol (button cell) yang menggunakan merkuri (HgO) atau perak oksida (Ag2O).

Baterai alkali menggunakan anode seng (Zn) dan katode MnO2. Selain itu, baterai alkali menggunakan KOH dan H2O sebagai medium elektrolit. Reaksi setengah selnya sebagai berikut. Anode : Zn(s) + 2OH– (aq) → ZnO(s) + H2O(l) + 2e–

Katode : MnO2(s) + H2O(l) + 2e– → Mn(OH)2(s) + 2OH– (aq)

Reaksi total : Zn(s) + MnO2(s) + H2O(l) → ZnO(s) + Mn(OH)2(s) = 1,5 V

Baterai tombol banyak digunakan pada kalkulator, jam tangan, alat bantu dengar, dan alat pacu jantung. Baterai ini dikenal stabil, tetapi memiliki dampak lingkungan lebih besar karena mengandung logam berat beracun.

5.  Baterai primer merupakan salah satu penerapan sel elektrokimia yang mudah dijumpai. Berdasarkan informasi pada teks, tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut ! pilihlah Pernyataan yang    Benar dan Salah !

□ Baterai perak lebih reaktif daripada baterai alkali karena nilai E°sell -nya lebih kecil.              

□ Potensial sel sebesar 1,6 V menandakan bahwa reaksi redoks berlangsung dengan sangat spontan.             

□ Zn lebih mudah teroksidasi daripada Ag karena berada lebih rendah dalam deret Volta.        

6.  Baterai perak oksida sering dimanfaatkan sebagai sumber energi pada jam tangan dan alat bantu dengar.

Tentukan pernyataan yang benar berdasarkan reaksi pada baterai perak oksida ! Pilihlah jawaban yang benar ! Jawaban benar lebih dari satu.

Potensial selnya sebesar 0,04 volt karena selisih E° kedua elektrode sangat kecil.

Elektron mengalir dari Ag ke Zn karena Ag lebih mudah melepaskan elektron.

Perak bertindak sebagai anode karena nilai E°-nya lebih tinggi.

Reaksi sel: Zn(s) + 2Ag+(aq) → Zn2+(aq) + 2Ag(s).

Diagram selnya adalah Zn | Zn2+ ‖ Ag+ | Ag.

7.  Manakah cara pencegahan korosi yang tepat pada setiap benda berikut? Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

Pagar besi dilapisi dengan krom.

Setang sepeda dicat dengan cat minyak.

Pipa air dalam tanah dengan perlindungan katodik.

Mesin mobil dilapisi dengan minyak pelumas.

Pipa kilang minyak dilapisi dengan logam timah.

8.  Dalam industri maritim, pencegahan korosi pada lambung kapal merupakan hal yang sangat penting. Bagian lambung kapal yang terbuat dari besi selalu terpapar dengan air laut sehingga mudah mengalami korosi. Manakah cara yang tepat untuk mencegah korosi pada lambung kapal? Pilihlah jawaban yang benar ! Jawaban benar lebih dari satu !

  Melapisi lambung kapal dengan pelat seng.

  Menempelkan logam tembaga pada lambung kapal.

  Menempelkan logam aluminium pada lambung kapal.

  Mengalirkan arus listrik untuk membuat lambung kapal menjadi katode.

  Menggunakan logam paduan aluminium dan nikel untuk membuat lambung kapal.

Data potensial reduksi standar berikut untuk menjawab soal nomor 9 dan 10

Sn2+(aq) + 2e– → Sn (s)   E° = – 0,14 V

Mg2+(aq) + 2e– → Mg(s)   E° = – 2,37V

Zn2+(aq) + 2e– → Zn(s)    E° = – 0,76V

Ni2+(aq) + 2e– → Ni(s)     E° = – 0,25V

Au3+(aq) + 3e– → Au(s)   E° = +1,42V

9.  Manakah reaksi sel berikut yang berlangsung secara spontan ? Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

   Ni(s) + Zn2+(aq) → Ni2+(aq) + Zn(s)

   Zn(s) + Sn2+(oq) → Zn2+(aq) + Sn(s)

   Sn(s) + Mg2+(aq) → Sn2+(aq) + Mg(s)

   Mg(s) + Ni2+(aq) → Mg2+(aq) + Ni(s)

   2Au(s) + 3 Sn2+ (aq) → Au3+(aq) + 3Sn(s)

10  Berdasarkan data potensial reduksi standar tersebut, tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut ! pilihlah Pernyataan yang Benar dan Salah !

□ Apabila logam Au menjadi anode dan logam Zn menjadi katode, nilai potensial selnya sebesar +2,83 V.                    

□ Apabila logam Zn menjadi katode dan logam Mg menjadi anode, nilai potensial selnya sebesar +1,61 V.                    

□ Apabila logam Ni menjadi katode dan logam Au menjadi anode, nilai potensial selnya sebesar –1,67 V.                     

11.  Aki merupakan sel elektrokimia sekunder yang dapat diisi ulang. Selama aki diisi ulang terjadi reaksi reduksi di katode dan reaksi oksidasi di anodenya. Persamaan reaksi pengisian aki pada mobil sebagai berikut.

Spesi yang menjadi oksidator dan hasil reduksinya adalah ....

A. PbSO4 dan PbO2

B. PbSO4 dan H2SO4

C. PbSO4 dan Pb

D. H+ dan H2SO4

E. Pb dan PbO2

12.  perhatikan rangkaian sel Volta berikut!

Diketahui potensial reduksi standar sebagai berikut :

Mg 2+(aq) +2e→ Mg(s) E° = –2,37 V

Zn 2+(aq) +2e→ Zn(s)  E°= –0,76 V

Harga potensial sel pada rangkaian sel Volta tersebut adalah ....

A. –3,13 V

B. –1,61 V

C. +0,85 V

D. +1,61 V

E. +3,13 V

13.  Suatu sel Volta tersusun atas elektrode positif (E° Ag+|Ag = +0,80 V), elektrode negatif (E° Zn2+|Zn = –0,76 V) larutan ZnCl2 0,1 M, dan larutan AgNO3 0,1 M. Manakah pernyataan yang tepat mengenai sel Volta tersebut? Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

Pada elektrode perak terjadi reaksi reduksi.

Elektron mengalir dari perak ke seng.

Reaksi berlangsung tidak spontan.

Potensial selnya sebesar 1,56 V.

Notasi sel: Ag+ | Ag ‖ Zn | Zn2+.

14.  Diketahui potensial reduksi logam" berikut: Fe 2+(aq) + 2e– → Fe(s)  E° = –0,44 V

Sn 2+(aq) + 2e– → Sn(s)   E° = –0,14 V

Mg 2+(aq) + 2e– → Mg(s)  E° = –2,37 V

Zn  2+(aq) + 2e– → Zn(s)  E° = –0,76 V

Cu 2+(aq) + 2e– → Cu(s)  E° = +0,34 V

Manakah logam yang dapat digunakan untuk mencegah korosi pada pipa besi beserta alasannya yang tepat? Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

Tembaga karena bertindak sebagai katode.

Timah karena dapat membentuk timah oksida.

Timah karena memiliki E° lebih besar daripada E° besi.

Seng karena lebih mudah mengalami oksidasi daripada besi.

Magnesium karena memiliki E° lebih kecil daripada E° besi.

15.  Diketahui notasi sel volta: Mg|Mg 2+ || Sn 2+ | Sn E = + 2,23 volt Gambar sel volta berdasarkan notasi sel tersebut adalah..

16.  Perhatikan potensial elektrode standar berikut !

Cr 3+ (aq) + 3e → Cr (s)  E° = -0,71 Volt

Ag + (aq) + e → Ag (s) E° = +0,80 Volt

Al 3+ (aq) + 3e → Al (s) E° = -1,66 Volt

Zn 2+ (aq) + 2e → Zn (s) E° = -0,74 Volt

Diagram sel yang dapat berlangsung spontan adalah ....

A.    Ag/Ag+//Cr 3+/Cr

B.    Ag/Ag+//Zn2+/Zn

C.   Cr/Cr 3+//Al 3+/Al

D.   Zn/Zn 2+//Al 3+/Al

E.    Zn/Zn 2+// Ag+/Ag

17. Data pqtensial reaksi reduksi sebagai berikut: F2 + 2e- → 2F-    E° = +2,87V

Cl2 + 2e- → 2Cl -    E° = +1,36 V

Br2 + 2e- → 2 Br -   E° = +1,09 V

I2 +2e- → 2I-           E° = + 0,54 V

Reaksi berikut yang dapat berlangsung spontan adalah ....

A.    F-/ F2//I2/I-

B.    F-/ F2//Cl2/Cl-

C.   Cl-/Cl2//Br2/Br

D.   Br-/Br2//I2/I-

E.    I-/I2//Cl2/Cl-

18. Sendok logam yang terbuat dari zink akan disepuh dengan logam tembaga.

Reaksi yang terjadi di katoda adalah ....

A. Cu2+(aq) + Zn(s) → Cu(s) + Zn2+(aq)

B. Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e

C. Zn2+(aq) + 2e → Zn(s)

D. Cu(s) → Cu2+(aq) + 2e

E. Cu2+(aq) + 2e → Cu(s)

19. Perhatikan gambar elektrosis larutan KI dengan elektroda karbon.

Zat yang terjadi pada elektrode B adalah …

A. I2

B. gas H2

C. gas O2

D. H2O

E. logam K

20.  Elektrolisis suatu larutan menghasilkan reaksi seperti berikut. 

Katoda (-) : Ni2+(ag) + 2e → Ni(s)

Anoda (+) : 2H2O(l) → O2(g) + 4H+(aq) + 4e                                                      

Reaksi sel : Ni2+(ag) + 2H2O(l) → O2(g) + 2H2(g) + 4H+(aq) + Ni(s)

Gambar yang tepat untuk peristiwa elektrolisis tersebut adalah…

21. Perhatikan sel elektrolisis berikut ini !

Reaksi yang terjadi di anoda adalah ....

A. Ni2+(aq) + 2e → Ni(s)

B. Cu(s) → Cu2+(aq) + 2 e

C. 2H2O(l) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e

D. SO42- (aq) + 4 H+(aq) + 2e → 2 H2O(l) + SO2(g)

E. Ni(s) → Ni2+(aq) + 2e

22. Kunci yang terbuat dari besi akan disepuh dengan logam emas menggunakan kuat arus 10 ampere selama 9650 detik, seperti gambar berikut :

Pada reaksi penyepuhan kunci besi dengan logam emas diperlukan arus listrik 0,015 Faraday, massa logam emas yang melapisi kunci besi tersebut adalah ....

(Ar Au = 197 g.mol-1)

A. 0,0985 gram

B. 0,2985 gram

C. 0,9850 gram

D. 2,9850 gram

E. 9,8600 gram

Minggu, 23 Agustus 2026

KISI - KISI TKA KIMIA 2026

MATERI KIMIA YANG DIUJIKAN DALAM TKA 2026

A. Kimia Dasar

1. Struktur Atom & SPU : teori model atom, konfigurasi elektron, bilangan kuantum, dan sistem periodik unsur.

2. Ikatan Kimia : Ikatan ion, kovalen, logam, bentuk molekul (VSEPR), geometri molekul, dan gaya antar molekul.

3. Hukum dasar kimia & Stoikiometri : persamaan reaksi kimia, Konsep mol, rumus empiris/molekul dan pereaksi pembatas.

B.  Kimia Analitik

1. Larutan & Konsentrasi: molaritas, molalitas, fraksi mol dan persen.

2. Sifat Koligatif : penurunan tekanan uap, titik didih, titik beku, dan tekanan osmosis.

3. Asam-Basa : teori asam-basa, pH asam-basa, larutan penyangga, hidrolisis garam, Ksp dan titrasi

4. Koloid

C. Kimia Fisik

1. Termokimia : Perubahan entalpi reaksi dan hukum Hess.

2. Laju Reaksi : Faktor penentu laju dan orde reaksi.

3. Kesetimbangan Kimia : Pergeseran arah kesetimbangan (faktor Le Chatelier).

D. Kimia Organik

1. Hidrokarbon : Tata nama IUPAC, isomer, serta sifat fisik alkana, alkena, dan alkuna.

KEMAMPUAN YANG DI UJIKAN

a. Pemahaman konsep kimia (Knowing)

Kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman dasar murid tentang konsep kimia

1. Mengenali (Recognize): Mengidentifikasi atau menyatakan fakta, hubungan, dan konsep; mengidentifikasi karakteristik fisika/kimia serta peran setiap komponen yang terdapat dalam sistem, materi, dan proses tertentu.

2. Menjelaskan (Describe): Memberikan informasi atau penjelasan secara rinci berdasarkan konsep kimia/mendeskripsikan sifat dan struktur suatu materi serta proses atau fenomena kimia.

3. Memberikan contoh (Provide Example): Menuliskan contoh yang berkaitan dengan suatu fenomena, kegunaan, maupun kerugian suatu materi/proses kimia yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.

b. Penerapan konsep kimia (Applying)

Kemampuan murid dalam menerapkan konsep kimia pada permasalahan pada soal

1. Membandingkan/mencari perbedaan/ mengklasifikasikan (Compare/contrast/ Classify), Menerapkan pengetahuan tentang fakta, hubungan, proses, konsep, dan metode ilmiah dalam menyelesaikan masalah sesuai konteks yang disajikan. Mengidentifikasi persamaan/perbedaan dari suatu zat/proses kimia. Mengelompokkan berbagai zat/proses berdasarkan sifat- sifatnya.

2. Menginterpretasikansuatu model (Interpret model): Menggunakan pengetahuan tentang konsep-konsep sains untuk menginterpretasikan proses, siklus, hubungan/sistem untuk menyelesaikan masalah kimia.

3. Menginterpretasikan informasi (Interpret Information): Menggunakan pengetahuan atau konsep untuk menjelaskan informasi tekstual, tabular, gambar, dan grafis yang relevan termasuk melakukan perhitungan kimia.

c. Penalaran (Reasoning)

Kemampuan murid dalam menganalisis suatu permasalahan terkait kimia dan menunjukkan penalaran terkait konsep kimia yang relevan dan terintegrasi dalam menyelesaikan masalah dalam pada konteks tertentu

1. Menganalisis: menganalisis hasil uraian atau perhitungan kimia menggunakan prinsip, konsep, rumus, dan hukum kimia untuk menarik suatu kesimpulan yang ilmiah.

2. Memprediksi: memperkirakan hasil yang diperoleh dari penjelasan yang bersumber dari teori, konsep, hasil perhitungan, dan hasil analisis.

3. Mengevaluasi: mengevaluasi suatu hasil pemikiran atau penjelasan berdasarkan teori, konsep, hasil perhitungan, dan hasil analisis sehingga bisa diambil suatu kesimpulan dari masalah yang ingin diselesaikan.

4. Membuat model: membuat rancangan eksperimen yang dapat digunakan untuk menjawab fenomena dalam kimia, dengan melibatkan variabel riset yang meliputi variabel bebas, variabel tergantung, dan variabel kontrol.

5. Menguji hipotesis: menyelesaikan soal yang hasilnya sudah dihipotesiskan melalui langkah penerapan konsep kimia, perhitungan, analisis, dan pengambilan kesimpulan sehingga bisa mengambil kesimpulan yang sesuai dengan hipotesis atau tidak.

6. Menghubungkan variabel: menghubungkan karakteristik dengan karakteristik yang lain suatu material sehingga menghasilkan sifat material yang bisa dijelaskan secara ilmiah.

7. Mengaplikasikan prinsip ilmiah: menerapkan konsep kimia dan prinsip saintifik untuk membuat formulasi, mengevaluasi kualitas produk, dan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan kalangan industri.

8. Mengevaluasi fenomena yang berhubungan dengan kimia dalam kehidupan sehari melalui proses penerapan teori, konsep, dan perhitungan kimia sehingga bisa dicapai kondisi yang diinginkan.

9. Membuat kesimpulan berdasarkan penerapan teori, konsep, data, dan perhitungan kimia serta mampu menghubungkan antara penyebab dan akibat dalam suatu proses kimia.

10. Menggunakan informasi yang relevan, konsep, hubungan antar parameter, dan data untuk menjawab pertanyaan dan menyelesaikan masalah.

11. Membuat kesimpulan dari suatu hasil penyelesaian masalah melalui pemahaman teori, konsep, perhitungan kimia, dan proses sintesis. Dan bisa menerapkan kesimpulan tersebut untuk kondisi yang baru.

12. Menggunakan bukti dan pengetahuan sains untuk menjelaskan suatu fenomena untuk mendukung suatu penjelasan yang sulit dijelaskan alasannya atau penyelesaian masalah dan kesimpulan dari suatu investigasi.

PENYEMPURNAAN TKA 2026 

1. Skema Satu Mapel per Hari: Pada TKA 2025, siswa harus menghadapi tiga mata pelajaran wajib sekaligus dalam satu hari yang melelahkan. Di TKA 2026, sistem diubah menjadi satu hari hanya satu mata pelajaran wajib

2. Durasi Ujian Diperpanjang: Jadwal pelaksanaan utama kini diperpanjang menjadi 4 hari untuk menampung pemisahan mata pelajaran tersebut.

3. Waktu Pelaksanaan Dimajukan: Jadwal pelaksanaan utama bergeser menjadi lebih awal dibanding tahun lalu, yakni dimulai pada akhir Oktober hingga awal November. 

JADWAL TKA 2026

No

ASPEK

TKA 2026

1

Pendaftaran

27 Juli – 27 September 2026 

2

Simulasi

21 – 27 Sept 2026

3

Gladi bersih

5 – 18 Oktober 2026 (2 gelombang)

4

Pelaksanaan

Gelombang I: 26 – 29 Okt 2026, Gelombang Khusus: 31 Okt –1 Nov 2026, Gelombang II: 2 – 5 Nov 2026 Gelombang Khusus: 7 – 8 Nov 2026

5

Integrasi dg AN

TKA dan AN dilaksanakan secara bersamaan (terintegrasi)

6

Durasi ujian

4 Hari

7

Alur

Hari 1: Bahasa Indonesia + Literasi Membaca + Survei Karakter, Hari 2: Bahasa Inggris + Survei Lingkungan Belajar,  Hari 3: Matematika + Numerasi, Hari 4: Dua Mata Pelajaran Pilihan

8

Durasi per mapel

Seluruh mata pelajaran wajib menjadi 75 menit, ditambah Survei Karakter (25 menit) dan Survei Lingkungan Belajar (25 menit)

9

Jadwal susulan

16–29 Nov 2026

10

Pengumuman hasil

23 Desember 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026

PRAKTIKUM PEMBUATAN ES CREAM

A. Tujuan

Untuk mengetahui proses pembuatan es cream dengan menggunakan prinsip sifat koligatif yaitu penurunan titik beku.

B. Dasar Teori

1. Sifat koligatif larutan

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada macamnya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut). Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat pelarut maka akan didapat suatu larutan yang mengalami penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis. Dalam pengamatan ini, sifat koligatif yang dianalisis adalah penurunan titik beku.

2. Penurunan Titik beku

Proses pembekuan adalah merapatnya partikel-partikel zat cair sehingga akan terjadi gaya tarik-menarik antarmolekul zat cair yang sangat kuat dan akhirnya terbentuklah zat padat. Adanya zat terlarut akan mengakibatkan proses pergerakan molekul-molekul pelarut terhalang sehingga diperlukan suhu yang lebih rendah untuk dapat mendekatkan jarak antar molekul agar terjadi proses pembekuan. Dengan demikian, adanya zat terlarut pada suatu zat cair mengakibatkan penurunan titik beku zat cair tersebut.

Penurunan titik beku larutan merupakan sifat koligatif, seperti halnya kenaikan

titik didih. Penurunan titik beku tidak dipengaruhi (ditentukan) oleh jenis zat yang terlarut, tetapi ditentukan oleh seberapa banyak jumlah zat yang terlarut. Penurunan titik beku larutan sebanding dengan hasil kali molalitas larutan dengan tetapan penurunan titik beku pelarut (Kf), dinyatakan dengan persamaan :

     

C. Alat dan Bahan

1. Alat :

a. 1 buah kaleng roti bekas

b. 1 buah baskom besar

c. 2 buah sendok

d. 1 buah mangkuk

e. 1 buah thermometer

2. Bahan :

a. 150 gram gula/sirup

b. 2 sendok makan tepung maizena

c. 750 ml susu “Ultra Milk” full cream atau santan

d. Isian kelapa muda atau lainya.

e. Toping granola dan stick matcha (bisa di modifikasi)

f.  2 plastik besar es batu

h. 2 bungkus garam krosok

D. Prosedur Kerja

1. Membuat adonan es cream dengan mencampurkan : sirup/gula, santan/susu, sedikit garam (bisa juga ditambah essen perasa). Panaskan dengan api sedang sambil diaduk merata, hingga mendidih.

2. Larutkan maizena dengan sedikit air, lalu masukkan ke dalam adonan yang sudah mendidih tadi sambil terus di aduk supaya tidak ada larutan yang menggerindil. jika sudah mengental matikan api. 

3. Jika ingin ditambahkan kelapa muda atau buah lainya, tunggu adonan hingga dingin, baru kemudian dimasukkan ke dalamnya. Lalu simpan di kulkas, esok harinya di bawa ke sekolah.

4. Langkah 1, 2 dan 3 dilakukan di rumah.

5. Memasukkan adonan ke dalam kaleng menggunakan sendok.

6. Menutup kaleng dengan rapat.

7. Meletakkan kaleng ke dalam baskom.

8. Mengisi ruang kosong di sekeliling kaleng dengan es batu (ukur suhu es batu)

9. Menaburkan garam grosok secara merata di sela-sela es batu.

10. Ukur suhu es batu setelah di taburi garam.

11. Putar kaleng dengan putaran searah, lakukan hal ini secara terus menerus-sampai dirasa kaleng memberat, pertanda larutan susu di dalam kaleng mulai mengeras/mulai jadi kristal es (kurang-lebih 30 menit).

12. Ukur suhu es batu kembali, saat telah terbentuk kristal es cream.

13. Buka penutup kaleng, periksa apakah larutan susu telah mengeras seluruhnya atau belum.

14. Jika sudah, tuang es cream ke dalam mangkuk, hiasi dengan toping.


         

E. Data Pengamatan (buatlah video singkat proses pembuatan es cream)

No

Yang di amati

Hasil Pengamatan

1

Suhu awal es batu

……….°C

2

Suhu es batu setelah diberi garam kasar

……….°C

3

Penurunan titik beku/suhu dari es batu ke es batu + garam kasar

……….°C

4

Suhu es batu stelah terbentuk kristal es cream

……….°C

5

Penurunan titik beku/suhu dari es batu setelah mulai terbentuk es cream

……….°C

6

Waktu yang dibutuhkan

……… menit

7

Massa es cream yang terbentuk

……… gram

F. Pertanyaan

Berdasarkan percobaan yang kalian lakukan, jawablah pertanyaan berikut :

1. Apakah fungsi garam kasar dalam percobaan ini ?

2.  Mengapa menggunakan wadah kaleng dalam percobaan ?

3.  Berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam pembentukan kristal es cream yang sempurna ?

4.  Bagaimana jika garam kasar diganti dengan gula kasar ?

5.  Tulislah semua pengamatanmu dari awal hingga akhir dalam pembuatan es cream ini !

G. Kesimpulan

Buatlah kesimpulan hasil percobaan kalian !


Selamat mencoba....💁