Welcome to CINTA KIMIA,....Selamat Belajar…..
div>

Sabtu, 12 Agustus 2023

GAYA ANTAR MOLEKUL

Gaya antar molekul adalah gaya aksi antara molekul-molekul yang menimbulkan tarikan antar molekul dengan berbagai kekuatan.



INTERAKSI DAN URUTAN KEKUATANYA

CIRI - CIRI SENYAWA POLAR & NON POLAR

No

POLAR

NON POLAR

Ket

1

Atom berbeda

Atom sama

Σ atom = 2

2

Ada PEB (Tak ada PEB tapi atom luar berbeda)

Tak ada PEB (Ada PEB tapi bentuk molekul Simetris)

Σ atom > 2

3

Bentuk molekul tidak simetris

Bentuk molekul simetris

 

4

Momen dipol > 0

Momen dipol = 0

 

5

Kelektronegatifan atom berbeda (selisih 0,3 – 1,7)

Keelektronegatifan sama/hampir sama (selisih < 0,3)

 

6

Larut dalam air

tidak larut dalam air

 


A. IKATAN HIDROGEN
Ikatan hidrogen adalah salah satu jenis ikatan antar molekul yang terbentuk ketika atom Hidrogen terikat pada atom nitrogen, oksigen, atau fluor. 
Contoh gaya antar molekul-molekul NH3
B. IKATAN DIPOL- DIPOL
Gaya tarik dipol-dipol adalah gaya tarik menarik dipol yang terjadi antar molekul polar dan/atau wujud padat, cair dan larutan. Gaya tarik dipol-dipol terjadi karena adanya dipol pada molekul, dan memiliki daya tarik menarik yang lebih kuat dari gaya London.
Contoh: gaya antar molekul HCl. 
C. GAYA DIPOL- DIPOL TERIMBAS
Terjadi akibat terbentuknya dipol sesaat, dan memiliki daya tarik-menarik yang lemah, karena hanya terjadi sesaat. 
D. GAYA LONDON / DISPERSI
Apabila suatu elektron bergerak di dalam molekul maupun atom, gerakan tersebut acak sehingga menyebabkan elektron hanya berada di satu sisi molekul atau atom tersebut. Keadaan tersebut membuat partikel menjadi dipol yang hanya berlangsung sesaat sehingga disebut dengan dipol sesaat. 

LATIHAN

1. Manakah diantara senyawa berikut yg mempunyai gaya antar molekul paling lemah ?

A. HCl-----     B. He----    -C. NH3----

D. H2O----     E. CHBr

2. Manakah diantara kelompok senyawa berikut yang titik didihnya semakin menurun ?

A. CH3OH > CH4 > H2--------

B. CH3OH > H2 > CH4

C.  CH4 > CH3OH  > H2 -------

D. H2 > CH4 > CH3OH

E.  CH4 > H2 > CH3OH

3. Diantara gas berikut akan mencair paling terakhir (suhu dan tekanan yang sama):

A. CO2-----    B. Ar-----   C. He-----

D. H2O----     E. N2

4. Di antara senyawa berikut ini yang mempunyai interaksi van der Waals paling tinggi adalah

A. CH3CH2CH2CH2CH2CH----- B. CH3CH2CH2CH3

C. CH3CH2CH--------------------- - D. CH3(CH2)3CH3

E. CH3CH2C(CH2)4CH3

5. Jika NaBr larut dalam air, maka jenis gaya antarmolekul yang harus diputuskan adalah:

A. Gaya ion-ion---------------

B. Gaya ion-ion dan ikatan hidrogen

C. Ikatan hidrogen----------  

D. Dipol-dipol

E. Gaya ion-dipol

6Di antara kelompok senyawa berikut ini, yang merupakan senyawa ionik adalah:

A. N2O4, NH3, NH4Cl---------------

B. AsH3, AlCl3, PCl3

C. NH4Cl , NaCl, Na2O---------- 

D. NCl3, NaCl, CaC2

E. NF3, (NH4)2SO4, PCl

7. Ketika NaCl dilarutkan dalam air, gaya tarik menarik yang terjadi adalah ... 

A. Dipol-dipol-- B. Ion-dipol---C. ion-ion --D. Hidrogen------E.Dispersi

8. Manakah dari pasangan molekul berikut ini yang merupakan kombinasi polar – nonpolar : 

A. HCl – BrF---------C.  CO2-H2 ----------------E. CH4-CCl4 

B. NF3-BF3 ----------D.  CH3Cl-CHCl3    

9. Manakah molekul yg memiliki gaya tarik-menarik dipol-dipol antar molekulnya ? 

A. AsH------B. BCl--------C. Cl----------D. CO--------E. XeF

10. Diantara pasangan senyawa berikut manakah yg moment dipolenya = nol ?

A. NO dan SO------C. CH3-CH2OH-------E. H2S dan H2O

B. CO2 dan CH---- D. NH3 dan BCl

11. Zat berikut yang hanya memiliki gaya dispersi sebagai gaya antar molekul ?

A. CH---------B. HCl----------C. NH-----------D. C6H13NH-------E. H2S

12. Diantara: CH3OH, CH3Cl, dan CH3Br, manakah yg mempunyai titik didih paling rendah adalah :  

A. CH3OH ----B. CH3Cl ----C. CH3Br -----D. CH3OH & CH3Cl

13. Dari keempat senyawa berikut, urutan senyawa yang memiliki panjang ikatan dari yang terpendek ke terpanjang adalah ….

A. H2O < CH4 < NH3 < HF
B. HF < H2O < NH3 < CH4
C. HF < H2O < CH4 < NH3
D. CH4 < NH3 < HF < H2O
E. CH4 < NH3 < H2O < HF

14. Di antara keempat molekul di bawah ini, manakah yang memiliki ikatan hidrogen dalam interaksi antarmolekulnya?
(i)   
CHF3 (trifluorometana)
(ii)  C6H12O6 (glukosa)
(iii) C6H3F3 (trifluorobenzena)
(iv) CCl3COOH (asam trikloroasetat
A.  i, ii, dan iii
B.  iv saja
C.  ii, iii, dan iv
D.  ii dan iv
E.  semua benar

15Manakah diantara molekul berikut yang mempunyai titik didih tertinggi ?

A. CH3CH2CH2CH2CH2CH----- 

B. CH3CH(CH3)CH(CH3)2

C. CH3(CH2)3CH-----------      

D. CH3C(CH3)2C2H5

E. CH3CH2C(CH3)CH3

16Diketahui 5 senyawa berikut, Urutkan dari yang titik didih terendah hingga tertinggi ?

(i) H2O    (ii) CaCl2    (iii) CH4    (iv) CH3Cl    (v) NaCl

A. (i) < (iii) < (v) < (ii) < (i)

B. (iii) < (iv) < (i) < (v) < (ii)

C. (ii) < (iii) < (i) < (v) < (iv)

D. (v) < (ii) < (i) < (iii) < (iv)

E. (iv) < (i) < (iii) < (ii) < (iv)


Senin, 07 Agustus 2023

BILANGAN OKSIDASI ( BILOK )

A. KONSEP REAKSI REDOKS (REDUKSI - OKSIDASI)

     Reaksi redoks terdiri dari reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Dalam satu reaksi redoks dapat terdiri dari 1 reaksi reduksi dan 1 reaksi oksidasi atau 2 reaksi reduksi dan 1 reaksi oksidasi atau sebaliknya. Dimana reaksi reduksi dan oksidasi selalu berlangsung bersamaan dalam satu reaksi redoks.

a.  Berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen, 

- reaksi reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen

- reaksi oksidasi adalah reaksi pengikatan oksigen.

b.  Berdasarkan perpindahan (transfer) elektron, 

- reaksi reduksi adalah reaksi penangkapan elektron 

- reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron.

c. Berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi, 

- reaksi reduksi adalah reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi 

- reaksi oksidasi adalah reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi

Contoh Reaksi Redoks :

Contoh Reaksi Bukan Redoks :


B. BILANGAN OKSIDASI
Bilangan Oksidasi (Biloks) adalah bilangan yang menyatakan banyaknya elektron pada suatu atom yang terlibat dalam pembentukan ikatan.
Untuk menentukan Bilangan oksidasi perlu dipatuhi 8 aturan berikut. Dengan catatan : “Bila ada 2 aturan muncul berlawanan dengan yang lain, ikuti aturan yang muncul terlebih dahulu dalam urutan”  

Perhatikan urutan aturan berikut dengan seksama :

1.  Bilangan oksidasi sebuah atom dalam unsur bebas (P4,S8,O2,N2,Cl2,dll) adalah NOL

2.  Jumlah total bilangan oksidasi semua atom dalam sebuah molekul = NOL

Jumlah total bilangan oksidasi semua atom dalam sebuah Ion = muatanya.

3.  Dalam senyawanya, bilangan oksidasi :

Unsur golongan IA = +1,

Unsur golongan IIA = +2

Unsur golongan IIIA = +3

(Di hafalkan apa saja unsur gol IA, IIa dan IIA) 

4.  Dalam senyawanya, biloks H = +1 

Golongan VII A (F, Cl, Br, I) = -1 (jika di belakang rumus kimia : HCl, CaF2 dll)

5.  Dalam senyawanya, biloks O = - 2

6.  Dalam senyawanya, biloks S = - 2 (Jika di belakang rumus kimia : H2S, BaS dll), 

     Dalam senyawanya biloks N atau P = - 3 (Jika dibelakang rumus kimia :Ca3N2, Na3P dll),

7. Bilangan oksidasi ion tunggal = muatanya, contoh : Mn+2, biloks ion Mn = +2

8. Biloks unsur dalam senyawa yang mengandung ion poliatomik

Misalnya : Fe(MnO4)2 , maka ion poliatomik  MnO4 -1  dikeluarkan dan diberi muatan sesuai tabel di bawah, kemudian biloks dihitung berdasarkan : total biloks dalam senyawa ion = muatanya.

(1 x biloks Mn) + (4 x biloks O) = muatan ion poliatomik

(1 x biloks Mn) + (4 x biloks O) = -1

Biloks Mn + (4 x (-2)) = -1

Biloks Mn + (-8) = -1

Biloks Mn = -1 + 8

Biloks Mn = +7

Contoh soal :

Tentukan bilangan oksidasi masing-masing unsur dalam reaksi berikut :
Cu + HNO3  → Cu(NO3) + NO + H2
Unsur-unsur manakah yang mengalami perubahan biloks dari reaktan ke hasil reaksi ? bagaimana perubahan biloksnya : naik atau turun ?

Jawab :
Wujud zat
dan Koefisien reaksi tidak berpengaruh pada perhitungan biloks

Yang mengalami perubahan biloks adalah :

-  Bilok Cu naik dari 0 menjadi +2  disebut oksidasi

-  Bilok N  turun dari +5 menjadi +2  disebut reduksi

-  yang tidak mengalami perubahan biloks yaitu : H dan O

Contoh :
. Bilangan oksidasi P4 = 0
. Bilangan oksidasi Al dalam Al2O 
     = 2Al + 3O = 0
     = 2.Al + 3.(-2) = 0
     Al  = + 3
. Bilangan oksidasi H dalam NaH  
     = Na + H = 0
     = 1 + H = 0
     H  = - 1
. Bilangan oksidasi O dalam H2O 
     = 2H + 2O = 0
     = 2.1 + 2.O = 0
     O  = - 1
. Bilangan oksidasi Fe dalam Fe3O
     = 3Fe + 4O = 0
     =  3Fe + 4(-2) = 0
     Fe  = 2 ²⁄₃
. Bilangan oksidasi Cr dalam Cr2O7 -2  
     = 2Cr + 7O = -2
     = 2Cr + 7(-2) = -2
    Cr  = + 6

Tentukanlah biloks masing-masing unsur pada senyawa berikut : 

1. PtBr2

12. Li3N

23. K3PO3

2. PbCO3

13. (NH4)2SO4

24. AgClO3

3. Hg(CN)2

14. ZnCO3

25. Zn3P2

4. Ag2S

15. Sr3(PO4)2

26. FeF3

5. Na2O

16. Sc(ClO3)3

27. PbC2O4

6. Ga2(CO3)3

17. As2S3

28. V2O3

7. Ca(NO2)2

18. FeO

29. H3PO3

8. PtS2

19.CrPO4

30. Ti(OH)3

9. NCl3

20. Al2(SO4)3

31. SF4

10. Sn(NO3)4

21. SeI2

32. CoS2

11. PCl5

22. BaS

33. IBr5

Hitunglah biloks masing-masing unsur pada reaksi berikut, kemudian tentukan reaksi reduksi dan reaksi oksidasinya : 

1.  Al + NO3-  →  AlO2 - + NH3

2.  MnO4- + Fe2+ →  Mn2+ + Fe3+

3.  IO3 - + I - + H+ →  I2 + H2O

4.  ClO4- + Cl - → ClO- + Cl2

5.  SnCl2 + I2 + HCl  →  SnCl4 + HI

6.  I2 + KOH → KI + KIO3 + H2O

7.   MnO4 - + C2O4- 2 + H+    Mn+2 + CO2

8.   NaCrO2 + Br2 + NaOH  →  Na2CrO4 + NaBr + H2O

9.   KMnO4 + Na2SO3 + H2SO4    K2SO4 + MnSO4 + Na2SO4 + H2O

10. K2CrO4 + H2SO4 + FeSO4    K2SO4 + Cr2(SO4)3 + Fe2(SO4)3 + H2O

Minggu, 06 Agustus 2023

BENTUK MOLEKUL

Bentuk molekul menggambarkan posisi atom yang terikat dalam satu molekul secara tiga dimensi. Bentuk molekul juga bisa memperlihatkan sudut ikatan, orbital-orbital yang bersatu dalam membentuk ikatan, dan orbital pasangan elektron bebas yang tidak membentuk ikatan. Bentuk molekul dapat ditentukan melalui :

1. Teori tolakan pasangan elektron kulit valensi (VSEPR)

  NOTASI VSEPR

  DAFTAR BENTUK MOLEKUL

CONTOH :
Molekul PCl3
PEI (n) = 3, PEB (m) = 1
Notasi VSEPR = AI3B
Bentuk molekul = segitiga piramida


TRIK menentukan bentuk molekul tanpa struktur lewis :

PCl3

Atom Pusat   15P  : 2, 8, 5 EV : 5

Atom Pinggir 17Cl : 2, 8, 7→ sb 1

→ total Sb 3 Cl = 3 x 1 = 3

EV atom pusat (P) = 5
SB total atom pinggir (Cl) = 3
# Maka
    PEI = 3
    PEB = (EV-SB) : 2 = (5-3) : 2 = 1
# NotasiAI3B1
# Bentuk molekulSegitiga Piramida

COF2
Atom Pusat   6C  : 2, 4  EV : 4

Atom Pinggir 9F : 2, 7 → sb 1

→ total Sb 2 F = 2 x 1 = 2

Atom Pinggir 8O : 2, 6 → sb 2

→ total Sb 1 O = 1 x 2 = 2

EV atom pusat (C) = 4

SB total atom pinggir ( F dan O) = + 2 = 4 

# Maka 

PEI = 3

( jika sebuah atom menyumbang 2e atau lebih, maka PEI tetap dihitung 1dalam hal ini sumbangan atom O di hitung 1 PEI )

PEB = (EV-SB) : 2 = (4 - 4) : 2 = 0

# Notasi : AI3

# Bentuk molekul : Segitiga Planar/datar


SOAL :
Tentukan bentuk molekul dari :



2. Teori HIBRIDISASI

  Teori VSEPR dapat memperkirakan bentuk molekul tetapi tidak dapat menjelaskan proses bagaimana molekul-molekul memperoleh bentuknya, demikian juga bagaimana molekul-molekul yang tidak mematuhi (penyimpangan) aturan Oktet memperoleh bentuknya, oleh karenanya dikembangkanlah Teori Hibridisasi yang mampu menjelaskan penyimpangan oktet yang terjadi dengan melibatkan orbital d atom pusatnya (yang hanya dimiliki oleh unsur-unsur perioda 3 ke atas). Adapun pengertian Hibridisasi adalah proses penggabungan orbital-orbital atom (biasanya pada atom pusat) untuk mendapatkan orbital hibrida.Teori hibridisasi hanya dapat menentukan bentuk geometri (bentuk dasar) molekul. Sementara untuk menentukan bentuk molekul, digunakan teori VSEPR.

Contoh soal :
Bagaimanakah bentuk geometri PCl5 berdasarkan teori hibridisasi ?
(harus menggunakan konfigurasi subkulit)

Jawab   : 15 P   = (Ne) 3s2 3p3 

Elektron pada Posfor (atom pusat) dalam keadaan dasar (kulit terakhir 3s,3p) memungkinkan untuk berkembang ke subkulit 3d :

Type Hibridisasi : sp3d
Bentuk geometri : Segitiga bipiramida

SOAL :
Tentukan bentuk geometri (berdasarkan teori hibridisasi) molekul berikut :