Welcome to CINTA KIMIA,....Selamat Belajar…..
div>

Jumat, 06 Oktober 2023

SOAL KALORIMETER BOM

1. Suatu kalorimeter bom berisi= 500 mL air yang bersuhu 25 °C, kemudian dibakar 20 gram gas Propana (Mr C3H8 = 44). Suhu tertinggi yang dicapai air dalam kalorimeter adalah= 35 °C. Jika kapasitas kalor kalorimeter itu= 75 J/°C dan kalor jenis air= 4,2 J/g°C, berapakah △H°c gas metana ?

2. Ketika 1,3 gram C2H2  (Mr = 26) dalam kalorimeter bom, suhu kalorimeter meningkat dari 23,8°C menjadi 35,6°C. Kalorimeter berisi 775 g air, dan kalorimeter itu memiliki kapasitas panas 893 J/°C. Berapa banyak panas (q/ΔH) yang dihasilkan oleh pembakaran zat tersebut ? (Kalor jenis air 4.2 J/gram)

3.  Suatu kalorimeter bom berisi = 250 mL air yang suhunya mencapai 25 °C, kemudian dibakar 24 gram gas metana (Mr=16). Suhu tertinggi yang dicapai air dalam kalorimeter adalah = 35 °C. Jika kapasitas kalor kalorimeter itu = 75 J / °C dan kalor jenis air = 4,2 J / g. °C, berapakah ΔH°c gas metana ?

4.  Asam benzoat murni (∆H°c C6H5COOH = -3277 kJ/mol, Mr = 122) sebanyak 1,22 gram dimasukkan ke dalam kalorimeter bom yang berisi 1.200 g air (kapasitas kalor kalorimeter = 1365 J/oC; kalor jenis air 4,2 J/goC). Hitunglah kenaikan suhu kalorimeter yang terjadi ?

5.  Di dalam suatu kalorimeter bom direaksikan 0,16 gr gas metana (Mr CH­4=16) dengan oksigen berlebih, Ternyata terjadi kenaikan suhu 56oC. Diketahui  kapasitas kalor kalorimetr adalah 958 J/oC, massa air di dalam kalorimetr adalah 1000 gram dan kalor jenis air 4,2 J/goC. Tentukanlah ΔH pembakaran gas metana dalam kJ/mol ?

6.  Pada percobaan kalorimetri, 4,6 gram etanol (Mr = 46) dibakar. 30 % energi yang dilepas diserap oleh 800 ml air sehingga terjadi kenaikan suhu dari 10oC menjadi 55 oC. Kalor jenis air 4,2 J/goC . Berapakah ΔH pembakaran metanol pada percobaan ini ? (Kapasitas kalor kalorimeter diabaikan).

7.  Sebanyak 1 gram sampel n-heksana (C6H14) mengalami pembakaran sempurna dengan O2 berlebih dalam sebuah kalorimeter bom. Suhu dari 1500 gram air di sekeliling kontainer bom meningkat dari 22,64 oC menjadi 29,30 oC . Kapasitas kalor kalorimeter adalah 62 J/ oC dan kalor jenis air adalah 4,2 J/g.oC. Tentukan ΔH untuk reaksi tersebut

8. Zat X dengan massa tertentu dibakar dalam kalorimeter bom menghasilkan energi sebesar 5 kJ dan suhu air naik sebesar 50oC. Jika kalor jenis air 4,2 J/g oC dan kapasitas kalorimeter bom 800 J/oC. Tentukan massa air dalam kalorimeter bom ?

9. Pada percobaaan kalorimetri, 1,6 gram metanol (Mr = 32) dibakar. 55% energi yang dilepas diserap oleh 1,2 L air sehingga terjadi kenaikan suhu dari 15 oC menjadi 85 oC. (Kalor jenis air 4,2 kJ/ oC, kapasitas kalorimeter di abaikan) Berapakah perubahan entalpi pembakaran metanol pada percobaan ini ?

10. Sebanyak 6 gram naftalena (Mr C10H8 = 128), zat yang berbau tajam dan biasa digunakan untuk mengusir ngengat, dibakar dalam kalorimeter bom yang berisi 1100 ml air. Dari hasil pengamatan, suhu air dalam kalorimeter naik sebesar 8°C. Jika kapasitas kalor kalorimeter adalah 10,17 J/°C, kalor jenis air adalah 4,2 J/g.oC, tentukanlah perubahan entalpi pada reaksi tersebut ?

Rabu, 04 Oktober 2023

HIDROKARBON

A. Kekhasan/keunikan Atom Karbon

1. Terletak pada golongan IVA dengan Z = 6 dan mempunyai 4 elektron valensi.

2. Untuk mencapai konfigurasi oktet maka atom karbon mempunyai kemampuan membentuk 4 ikatan kovalen (4 tangan) yang relatif kuat.

3. Atom karbon dapat membentuk ikatan antar karbon; berupa ikatan tunggal, rangkap dua atau rangkap tiga.

4. Atom karbon mempunyai kemampuan membentuk rantai raksasa (ikatan yang panjang).

5. Rantai karbon yang terbentuk dapat bervariasi yaitu : rantai lurus, bercabang dan melingkar (siklik).

B. Kedudukan Atom Karbon

Dalam senyawa hidrokarbon, kedudukan atom karbon dapat dibedakan sebagai berikut :

1Atom C primer : atom C yang mengikat langsung 1 atom C yang lain

2Atom C sekunder : atom C yang mengikat langsung 2 atom C yang lain

3Atom C tersier : atom C yang mengikat langsung 3 atom C yang lain

4Atom C kuarterner : atom C yang mengikat langsung 4 atom C yang lain


C. Penggolongan Hidrokarbon

a. Berdasarkan jenis ikatan antar atom C

- Hidrokarbon jenuh yaitu senyawa hidrokarbon yang ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal.

- Hidrokarbon tak jenuh  yaitu senyawa hidrokarbon yang memiliki 1 ikatan rangkap dua (alkena) atau lebih dari 1 ikatan rangkap dua (alkadiena), atau ikatan rangkap tiga (alkuna).

b.  Berdasarkan bentuk rantai C

- Hidrokarbon alifatik : senyawa hidrokarbon dengan rantai terbuka jenuh (ikatan tunggal) maupun tidak jenuh (ikatan rangkap).

- Hidrokarbon alisiklik : senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar / tertutup (cincin).

- Hidrokarbon aromatik : senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar (cincin) yang mempunyai ikatan antar atom C tunggal dan rangkap secara selang-seling / bergantian (konjugasi)


👉 ALKANA