Welcome to CINTA KIMIA,....Selamat Belajar…..
div>

Senin, 11 November 2019

BENZENA DAN TURUNANYA (KSN)

By : Idha Nurhayati, S.Pd.

PERSYARATAN SENYAWA AROMATIS

1. Molekul haruslah berbentuk siklik

2. Molekul haruslah berbentuk planar

3. Molekul haruslah terkonjugasi sempurna

4. Molekul haruslah memenuhi Aturan Hückel (4n + 2). dimana n = bilangan bulat 










Kerjakan latihan soal dg meng-klik link berikut:


STRUKTUR BENZENA
  
C6H6
Resonansi pada benzena adalah delokalisasi elektron ikatan pi yang menyebabkan ikatan rangkap selang-seling pada benzena dapat berpindah-pindah. 
TATA NAMA BENZENA
1.   Benzena pada umumnya dipakai sebagai induk dan gugus yang terikat disebutkan lebih dulu kemudian diikuti dengan benzena.
Beberapa senyawa turunan benzena mempunyai nama khusus yang lebih lazim digunakan.
2. Untuk dua subtituen posisinya dapat diberi awalan : orto (o) untuk posisi 1 dan 2, meta (m) untuk posisi 1 dan 3 dan para (p) untuk posisi 1 dan 4. Perhatikan contoh-contoh berikut:
3.   Untuk tiga substituen atau lebih, awalan orto, meta, dan para tidak diterapkan lagi, tetapi posisi substituen yang dinyatakan dengan angka, urutan prioritas penomoran adalah sebagai berikut.
     – COOH,  – SO3H,  – CHO,  – CN,  – COROH,  – NH2,  – R,  – NO2,  – X .  
4. Gugus bervalensi satu yang diturunkan dari benzena disebut fenil dan gugus yang diturunkan dari toluena disebut benzil.
5.   Bila cincin benzena terikat pada rantai alkana bergugus fungsi atau rantai alkana dengan 7 atom karbon atau lebih maka rantai alkana tersebut sebagai induk, sedangkan cincin benzena sebagai substituen.
6. Nama khusus turunan asam benzoat :
Sifat fisis benzena :
1.   Zat cair yang mudah menguap
2.   Tidak berwarna
3.   Berbau khas
4.   Titik leleh 5,53ºC

5.   Titik didih 80,1ºC

6.   Senyawa non polar

Sifat kimia benzena :
1.   Mengalami reaksi adisi maupun subtitusi yang mana hasil subtitusi atom hidrogen pada  benzena dikenal dengan senyawa turunan benzena
2.   Bersifat kurang reaktif karna ikatan terkonjugasi yang mengalami resonansi menyebabkan ikatan dalam benzena sangat stabil . Oleh karena itu reaksi terhadap benzena  umumnya memerlukan katalis untuk mempercepat reaksi
3.   Bersifat kasinogenik (beracun)
4.   Senyawa non polar
5.   Kurang reaktif tapi mudah terbakar dan menghasilkan banyak jelaga
6.   Lebih mudah reaksi subtitusi dari pada adisi

REAKSI - REAKSI BENZENA :

Substitusi Elektrofilik Pada Benzena yang Memiliki Satu Substituen
 Jika pada cincin benzena sudah terdapat 1 substituen, maka substituent berikutnya dapat masuk ke posisi orto/ meta/ para dari posisi substituen awal 
• Posisi masuknya substituen kedua bergantung pada jenis substituent pertama/ yang sudah ada pada cincin benzena (efek induktif dan resonansi).



Substitusi Elektrofilik Pada Benzena yang Memiliki Dua Substituen

KEGUNAAN BENZENA :


SOAL - SOAL LATIHAN :  
1. Gambarkan struktur senyawa-senyawa 
berikut:
a.   2- bromo - 1-etil -4 - kloro benzena
b.   Ters-butil benzena
c.   3-fenil-3-metil-2-Butanon 
d.   3-fenil-2-Heptanol
e.    Barium Benzoat
f.     O-nitrofenol
g.   Asam m-hidroksi benzoat
h.    Etil benzil eter
i.     Benzoilklorida
j.      m - dikloro benzena
k.    Magnesium-3-metil Fenolat
l.     2 - kloro - 4 - nitrotoluen.
m.    Asam-3-amino-5-kloro benzoat

2. Tuliskan persamaan reaksi dan produk yang terjadi jika benzena bereaksi dengan:
3. Tuliskan persamaan reaksi dan produk yang terjadi jika benzena bereaksi dengan:
a.   (CH3)2 CHCl + katalis AlCl3
b.   Br2 + katalis AlCl3
c.   H2SO4 pekat
d.   CH3CH2COCl +  katalis AlCl3
e.   CH3Cl dengan katalis AlCl3
f.     gas Br2 (UV)
g.   gas I2 dengan katalis FeCl3

Senin, 04 November 2019

IDENTIFIKASI FORMALIN PADA BAHAN MAKANAN


A. TUJUAN :
      Mengidentifikasi kandungan formalin
      pada bahan makanan
B. DASAR TEORI  :
Formalin adalah nama dagang dari larutan formaldehid (metanal) yang terlarut dalam air dengan kadar 30-40 %. Formaldehid adalah suatu larutan yang tidak berwarna, berbau menyengat serta sangat reaktif dengan rumus molekul CH2O, formalin adalah salah satu jenis zat aditif yang tidak boleh digunakan pada bahan makanan karena bahan ini dapat terjadinya gangguan system pencernaan, ginjal, hati serta bersifa karsinogenik apabila dikonsumsi terlalu banyak dan dalam jangka waktu yang lama. Untuk mengetahui ada tidaknya formalin dalam bahan makanan dapat dilakukan dengan beberapa pengujian, diantaranya uji fehling, reduksi FeCl3 dan pengujian dengan menggunakan bahan alam, yaitu kunyit.
Hasil Pengujian :
1.  Uji fehling : hasil positif ditandai
     dengan endapan merah bata
2.  Uji FeCl3 : terbentuk cincin berwarna ungu
3.  Uji kunyit : terbentuk warna merah
      lembayung
Sifat fisika formalin :
1.  Mudah larut dalam air
2.  Cairan tidak berwarna
3.  Berbau menyengat
Sifat Kimia formalin :
1. Reaktif dalam suasana basa
2. Mudah bereaksi  dengan protein
3. Reduktor kuat

C.  ALAT DAN BAHAN :
ALAT
No
Alat
Jml
No
Alat
Jml
1
Lumpang & alu
1
7
Gelas ukur kecil
1
2
Penyaring teh
1
8
Pipet tetes
3
3
Erlenmeyer
2
9
Cutter
1
4
Gelas kimia
3
10
Pembakar & kaki 3
1
5
Pengaduk
1
11
Penjepit
1
6
Rak & Tab reaksi
1
12
Kertas saring
3
BAHAN
1
Fehling A & B
1
Sosis X
2
FeCl3 0.5 % dan HCl pekat
2
Mie basah X
3
Kunyit
3
Bakso X
4
Aquades



D. CARA KERJA  :
a) Preparasi Sampel
No
Langkah kerja
Hasil Pengamatan
1
Timbang 15 gram sosis kemudian haluskan dengan menggunakan lumpang dan alu

2
Tambahkan 50 mL aquades ke dalam sosis yang sudah dihaluskan

3
Saring sosis yang sudah dilarutkan dengan aquades kemudian ambil filtratnya untuk di uji lebih lanjut

4
Ulangi langkah 1-3 untuk bahan mie dan bakso












b) Preparasi Reagen Kunyit (dilakukan dari rumah)
No
Langkah kerja
Hasil Pengamatan
1
Timbang 50 gram kunyit kemudian diparut.

2
Tambahkan 5 mL air mineral  ke dalam kunyit yang sudah diparut.

3
Saring kunyit yang sudah dilarutkan dengan air mineral kemudian ambil filtratnya


c) Uji Kandungan Formalin
No
Langkah kerja
Hasil Pengamatan
UJI FEHLING    

1
Siapkan 3 tabung reaksi yang bersih dan kering
2
Masukan 20 tetes ekstrak sosis ke dalam tabung reaksi pertama, 20 tetes ekstrak mie basah pada tabung kedua dan 20 tetes ektrak bakso pada tabung ketiga.
3
Tambahkan 10 tetes fehling  ke masing-masing tabung reaksi. Amati dan catat perubahan yang terjadi
4
Panaskan ketiga tabung reaksi tersebut dalam penangas air selama 10 menit. Amati dan catat perubahan yang terjadi
UJI FeCl3

1
Siapkan 3 buah tabung reaksi yang bersih dan kering
2
Masukan 2 ml ekstrak sosis ke dalam tabung reaksi pertama, 2 ml ekstrak mie basah pada tabung kedua dan 2 ml ektrak bakso pada tabung ketiga. 
Kemudian tambahkan  2 ml larutan FeCl3 0,5 %, secara perlahan, lalu tambahkan perlahan pula larutan HCl pekat sebanyak 3 mL. Dan amati cincin ungu yang terbentuk
UJI KUNYIT

1
Teteskan 20 tetes ekstrak kunyit kedalam kertas saring kemudian diamkan selama 10 menit
2
Teteskan 1-3 tetes ekstrak sosis pada kertas saring yang telah ditetesi kunyit. Amati dan catat perubahan yang terjadi
3
Lakukan hal sama untuk sampel bakso dan mie 

E.  ANALISIS DATA

SAMPEL

WARNA SAMPEL

WARNA SAAT BEREAKSI DENGAN

HASIL

FEHLING

FeCl3

KUNYIT

Filtrat sosis

Filtrat Mie

Filtrat Bakso

 

 

 

 

 


F. KESIMPULAN
Tulis reaksi yang terjadi dan buatlah kesimpulan praktikum yang telah kalian lakukan.

Jumat, 13 September 2019

SOAL - SOAL KALORIMETER SEDERHANA

1Pembakaran sempurna 3 gram etana membentuk gas karbon dioksida dan air  pada keadaan standar menghasilkan 64,25 kJ. Tentukan entalpi pembakaran standar etana !

 

2. Gas asetilena C2H2 (MR =28)  memiliki entalpi pembakaran - 420 kkal/mol dapat dibuat melalui reaksi sbb:

CaC2(s) + 2H2O(l) Ca(OH)2(aq) + C2H2(g)

Jika dalam proses digunakan 140 gram CaC2 dan diasumsikan yang dapat bereaksi hanya 60%. Hitunglah kalor yang dihasilkan pada pembakaran gas asetilena tersebut ?


3. Sebanyak 50 mL larutan HCl 1 M bersuhu 27 °C dicampur dengan 50 mL larutan NaOH 1 M bersuhu 27 °C dalam suatu kalorimeter gelas styreofoam. Suhu campuran naik sampai 33,5 °C. Jika kalor jenis larutan = kalor jenis air = 4,2 J / g.K dan massa jenis larutan adalah 1 g/ml Tentukan perubahan entalpinya !


4. Larutan 100 ml  KOH 0,5 M direaksikan dengan 100 ml larutan HCl 1 M dalam sebuah bejana. Tercatat suhu naik dari 29 °C menjadi 37,50 °C. Jika kalor jenis larutan = 4,2 J/g°K, massa jenis larutan adalah 1 g/ml, Tentukan ∆H reaksi netralisasi tersebut dan tuliskan persamaan Thermokimianya !


5.  Sebanyak 5 gram kristal KOH dilarutkan dalam 145 gram air. Setelah kristal KOH larut, ternyata suhu kalorimeter naik dari 25,5 °C menjadi 37,5 °C (Ar K = 39, O = 16, dan H = 1). Kalor jenis larutan = 4,2 J/g°C. Jika kapasitas panas wadah diabaikan, tentukan perubahan entalpi pelarutan KOH dalam air !


6.  Ke dalam suatu kalorimeter direaksikan 50 ml larutan CuSO4 0,1 M dengan serbuk seng (massa seng diabaikan). Ternyata, termometer menunjukkan kenaikan suhu 9 oC. Jika kalor jenis larutan dianggap 4,2 J/g K dan massa jenis larutan 1 g/ml, tentukan ∆H dari reaksi: CuSO4 + Zn → Cu + ZnSO4 ?


7.  Ke dalam 50 mL larutan Ca(OH)2 0,1 M ditambahkan 50 ml larutan HCl 0,2 M. Berdasarkan pengamatan suhu larutan naik sebesar 12 °C. Dengan menganggap bahwa kalor jenis larutan sama dengan kalor jenis air, yaitu 4,2 j/g K dan massa jenis larutan 1 kg/L = 1 gr/ mL (kapasitas kalor wadah reaksi diabaikan), tentukanlah ∆H reaksi  netralisasi tersebut dan tuliskan persamaan Thermokimianya ! 


8. Dalam suatu percobaan penentukan ∆H reaksi dengan menggunakan kalorimeter sederhana, sejumlah 0,02 mol logam nikel (Ar = 59) dimasukkan ke dalam 20 ml larutan CuSO1 M (massa jenis = 1gr/ml) Termometer menunjukkan kenaikan suhu sistem (larutan) sebesar 9 °C. Jika kapasitas kalor larutan sebesar 4,2 kJ/ °C, Tentukan perubahan entalpi dan tuliskan persamaan thermokimianya ?


9. Larutan KOH 0,2 M dan larutan HCl 0,2 yang volume masing-masing 50 mL (suhu awal rata-rata = 15  °C) direaksikan dalam kalorimeter. Suhu di dalam kalorimeter naik menjadi 31 °C. Jika volume masing-masing larutan yang direaksikan sebanyak 100 mL. Hitung kenaikan suhu yang terjadi ?


10. Sebanyak 30 gram urea (Mr Urea = 60) dimasukan ke dalam kalorimeter yang berisi 500 ml air. Hasil pengamatan termometer menunjukan terjadi perubahan suhu dimana suhu awal air adalah 28 °C kemudian mengalami penurunan menjadi 21 °C. Bila massa larutan dianggap hanya masa air dan kalor jenis larutan = 4,2 J gr-1 °C-1. Hitunglah Besarnya perubahan entalpi pelarutan urea ?