Welcome to CINTA KIMIA,....Selamat Belajar…..
div>

Kamis, 20 Februari 2025

ISOMERI GEOMETRI ALKENA

A. ISOMERI CIS - TRANS
Isomeri cis-trans adalah isomer geometri yang terjadi ketika ada rotasi terbatas dalam suatu molekul. 

Syarat terjadinya isomeri cis-trans pada alkena

1. Memiliki ikatan rangkap 2 (C = C) yaitu alkena

2. Masing-masing atom C ikatan rangkap mengikat 2 gugus atom yang berbeda 

3. Kedua atom C ikatan rangkap mengikat minimal 1 gugus yang sama.

Contoh pada senyawa : 3-metil-2-pentena

SOAL :

1.  2-kloro-3-metil-2-heksena

2.  3-etil-4-metil-3-heksena

3.  3-bromo-2-butena-2-ol

4.  1,3-diIodo-2-heksena

5.  4-bromo-5-metil-4-oktena

6.  1-kloro-2-metil-1-butena

7.  2-bromo-3-kloro-2-pentena

8.  4-kloro-3-metil-2-heksena

9.  5-fluoro-2-kloro-3-heptena

10. 2,7-dibromo-4-oktena


B. ISOMERI E - Z

Isomeri E (Entgegen) dan  Z (Zusammen) hampir sama dengan isomeri cis – trans.

Pemberian nama (E) dan (Z) pada senyawa didasarkan pada urutan prioritas.

a. Jika gugus atau atom berprioritas tinggi terletak satu sisi = (Z

b. Jika gugus atau atom yang berprioritas tinggi terletak bersebrangan = (E)

ATURAN DERET PRIORITAS BERDASARKAN TATA NAMA CHAN-INGOLD-PRELOG (CIP) 
adalah sebagai berikut :

1. Jika atom-atom yang diikat oleh kedua atom C berikatan rangkap berbeda semua, maka atom dengan nomor atom lebih besar lebih berprioritas.

2. Jika atom-atom yang berikatan pada atom C ikatan rangkap merupakan isotop, maka isotop dengan nomor massa paling besar lebih berprioritas.

3. Jika kedua atom yang diikat identik, maka nomor atom dari atom berikutnya digunakan sebagai prioritas.

4. Jika atom yang diikat selanjutnya juga identik, maka priortas ditentukan oleh nomor atom pada titik pertama dimana ditemukan perbedaan pada rantai senyawanya.

Urutan prioritas beberapa gugus :

-CH = CR2 < -C6H6 < -CN < -CH2OH < -COH < -CO- < -COOH


Tentukan isomeri E - Z senyawa berikut :


Kamis, 30 Januari 2025

PRAKTIKUM KENAIKAN TITIK DIDIH

I. TUJUAN      :

1. Menyelidiki titik didih larutan serta faktor yang mempengaruhi.

2. Membandingkan kenaikan titik didih larutan non elektrolit dan larutan elektrolit pada konsentrasi yang sama.

II. LANDASAN TEORI           :

Dalam suatu larutan dengan adanya zat terlarut tekanan uap pelarut akan berkurang dan ini mengakibatkan kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan uap osmose. Keempat sifat ini hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut dan tidak ditentukan oleh jenis zat terlarut. Seperti telah disebutkan, sifat-sifat ini disebut sifat koligatif larutan. Adanya zat terlarut (solute) yang sukar menguap (non volatile), tekanan uap dari larutan turun dan ini akan menyebabkan titik didih larutan lebih tinggi dari pada titik didih pelarutnya. Ini disebabkan karena untuk mendidih, tekanan uap larutan sama dengan tekanan udara dan untuk temperatur harus lebih tinggi.

III. ALAT DAN BAHAN:

ALAT

1. Tabung reaksi dan rak

2. Gelas kimia 100 ml

3. Termometer

4. Kaki tiga dan asbes

5. Lampu spirtus

BAHAN

1. Aquades

2. Larutan gula 1 m

3. Larutan urea 1 m

4. Larutan urea 2 m

5. Larutan NaCl 1 m

6. Larutan NaCl 2 m

IV. CARA KERJA                  :

1.  Mengisi gelas kimia dengan 50 ml air. Memanaskan hingga mendidih, memasukkan termometer, dan mencatat suhunya.

2.  Dengan cara yang sama mengganti berturut-turut 50 ml air dengan 50 ml larutan urea 1 m, larutan urea 2 m, larutan NaCl 1 m, dan larutan NaCl 2 m.

V. TABEL PENGAMATAN

No.

Larutan

Kemolalan

Titik Didih

Kenaikan Titik Didih

1.

Aquades

 

 

 

2.

Gula (1m)

 

 

 

3.

CO(NH2)2  (1m)

 

 

 

4.

CO(NH2)2  (2m)

 

 

 

5.

NaCl  (1m)

 

 

 

6.

NaCl  (2m)

 

 

 

VI. PERTANYAAN

1. Bandingkan titik didih air (pelarut) dengan titik didih larutan!

2. Apakah pengaruh konsentrasi molal pada kenaikan titik didih larutan ?

3. Bandingkan kenaikan titik didih larutan NaCl dengan larutan gula pada konsentrasi molal yang sama ! Mengapa demikian ?

VII. KESIMPULAN

Buatlah kesimpulan dari praktikum yang sudah kalian lakukan !


Rabu, 29 Januari 2025

PRAKTIKUM PENURUNAN TITIK BEKU

I.  TUJUAN PERCOBAAN

Siswa dapat membedakan pengaruh penambahan garam dapur dan gula pasir pada bongkahan es.

II. ALAT DAN BAHAN

1. Gelas beker ukuran 500 ml (5 buah)

2. Batang pengaduk

3. Thermometer

4. Timbangan

5. Es batu

6. Garam dapur kasar 300 gram

7. Gula pasir 300 gram

III. CARA KERJA

1. Pecahkan es batu kemudian timbang masing-masing 500 gram dan masukkan masing-masing ke dalam 2 buah gelas yaitu gelas A dan gelas B.

2 Ke dalam gelas A tidak ditambahkan garam dapur, sedangkan ke dalam gelas B ditambahkan garam dapur sebanyak 100 gram.

3. Ukur suhu es masing-masing di gelas A dan gelas B dengan menggunakan thermometer

4. Aduk selama sekitar 1 menit, kemudian ukur kembali suhu masing-masing gelas 

5. Ulangi pengukuran pada gelas C dengan penambahan 200 gram garam dapur.

6. Ulangi lagi pengukuran pada gelas D dengan penambahan 100 gram gula pasir serta gelas E dengan penambahan gula pasir 200 gram.

IV. HASIL PENGAMATAN

Isilah tabel berikut berdasarkan pengamatanmu :

Glas  

Tindakan percobaan

Suhu Awal

Suhu Akhir

A

Es batu 500 gr

 

 

B

Es batu 500 gr + garam dapur 100 gr

 

 

C

Es batu 500 gr + garam dapur 200 gr

 

 

D

Es batu 500 gr + gula pasir 100 gr

 

 

E

Es batu 500 gr + gula pasir 200 gr

 

 

      Suhu awal = suhu es batu saja ----Suhu akhir = suhu es batu + zat terlarut

V. PERTANYAAN

Berdasarkan data pengamatanmu, jawablah pertanyaan berikut ini :

1. Apa yang dimaksud dengan titik beku ?

2. Pada percobaan di atas yang berperan sebagai pelarut adalah …

3. Yang berperan sebagai zat terlarut pada percobaan tersebut adalah …

4. Bagaimana perbandingan suhu larutan pada A dibandingkan dengan gelas B dan C ? Buatlah 5. kesimpulan bagaimana hubungan antara konsentrasi molal suatu larutan dengan titik beku pada kedua larutan tersebut ?

6. Bagaimana jika gelas B dan C dibandingkan dengan gelas D dan E ? Apa yang mempengaruhi perbedaan pengukuran suhu tersebut ? Buatlah kesimpulan dengan mengamati kedua jenis zat terlarut yang berbeda tersebut !

7. Tuliskan persamaan titik beku larutan (Tf larutan) dan penurunan titik beku ( ∆Tf ) larutan elektrolit dan non elektrolit ?

8. Hitunglah penurunan titik beku (∆Tf) larutan gula (Mr=180) dimana Massa jenis air = 1 g/mL dan Kf air = 1,86°C/molal.

9. Jika 9 g NaCl ke dalam 900 mL air. Massa jenis air = 1 g/mL dan Kf air = 1,86°C/molal. Tentukan titik beku larutan tersebut !

VI.  KESIMPULAN

Buatlah kesimpulan atas percobaan yang sudah kalian lakukan !