Welcome to CINTA KIMIA,....Selamat Belajar…..
div>

Senin, 09 Oktober 2023

SENYAWA KOMPLEKS

Senyawa kompleks adalah suatu suatu senyawa yang mengandung ion kompleks sebagai kation/anion atau dua-duanya.
Ion kompleks adalah ion yang tersusun dari atom pusat yang dikelilingi oleh molekul atau ion yang disebut ligan. Antara atom pusat dengan ligan terjadi ikatan koordinasi. Jumlah ikatan koordinasi yang terjadi antara atom pusat dengan ligan disebut bilangan koordinasi.

TATANAMA SENYAWA/ION KOMPLEKS

1. Penamaan senyawa komplek didahului dengan kation diikuti anion

2. Penamaan anion/ion kompleks : jumlah ligan – nama ligan – nama atom pusat (muatan)

3. Jumlah ligan dinyatakaan dengan awalan angka dalam bahasa Yunani: di (2), tri (3), tetra (4), penta (5), dan 6 (heksa), dst (1= mono, tidak disebutkan)

4. Nama ligan berdasarkan nama Indonesia, yang berupa anion (-) mendapat akhiran o

-  Contoh ligan Cl = kloro

5. Nama ion pusat pada kation (+) kompleks sama dengan nama biasa dari ion pusat.

-  Contoh : Ag pada kation [Ag(NH3)2+1  mempunyai nama perak

-  Contoh : Zn pada kation [Zn(NH3)4+2   mempunyai nama zink

6. Nama ion pusat pada anion (-) kompleks harus dan wajib menggunakan tata nama IUPAC dan diberi akhiran “at ”.

-  Contoh : Zn pada anion [Zn(CN)4 -2  mempunyai nama zinkat

-  Contoh : Fe pada anion  [Fe(CN)6 -3  mempunyai nama ferat 

7. Bila terdapat lebih dari satu ligan, maka urutan penulisan nama ligannya berdasarkan urutan abjad (a hingga z) dari nama ligan yang telah di indonesiakan. Awalan di, tri, tetra dll, tidak ikut urutan abjad.

8. Penulisan ion kompleks :

    Ion kompleks dituliskan dalam tanda kurung persegi “[…..]” tanpa spasi. Apabila terdapat beberapa ligan, penulisan rumus ligan urut dari yang  : negatif - netral - positf. Contoh : 

-  ion kompleks : [Cr(NH3)(NCS)4-1 =  ion diamintetratiosianatokromat(III)

-  senyawa kompleks : K[Ni(CN)4= Kalium tetrasianonikelat(II)


GEOMETRI ION KOMPLEKS

Ligan dibedakan menjadi 2 yaitu :
Ligan kuat (inner orbital) : CO > CN- > NO2 > NH3 > SCN
Ligan lemah (Outer orbital) : H2O > C2O42- > OH- > F- > Cl> Br- > I-

CONTOH 1 :


CONTOH 2 :
CONTOH 3 :
CONTOH 4 :

A. Tentukan nama dan geometri nya :
1. [Co(NH3)6] +3
2. [Co F6] - 4
3. [Zn(NH3)4] +2
4. [Fe(CN)6] - 3
5. [NiCl4] -  2
6. [Cu(CO)2] + 1
7. [Ni(CN)4- 2
8. [FeCl4] -  2
9[HgBr3] -1
10[Cu(OH)5] - 3

B. Tentukan nama senyawa/ion kompleks berikut :
1.   [Zn(NO)4 +2 
2.   [Ni(OH)4-2 
3.   [CrCl2(CN)2] -1
4.   [Co(en)2(C2O4)] +1
5.   [V(OH)4(H2O)2] -1
6.   [Cu(O)2(NH3)2- 2
7.   [Pt(en)3](ClO4)4
8.   [Co Cl (NH3)5] Cl2
9.   [Fe(H2O)6] (NO3)2
10. (NH4)3 [CuCl5]
11[CoCl2(NH3)4] Cl
12NH4[Cr(NH3)2(SCN)4]
13. [CoF(H2O)4] SO4 
14[Co (NO2)(NH3)(py)2] NO3
15. K [Al (OH)(H2O)2
16. [Fe (CN)2 (NH3)4] NO3
17. K [Co (CN)4 (NH3)2]
18. Na [Co (OH)3 (H2O)3]
19. [Pt Br2 (NH3)4] Cl 2
20[Co (NO)(NH3)3] PO4  
21. K[Cr(CN)2(O)2(O2)(NH3)]
22. [Co (NH3)6] [Cr(CN)6]
23[Pt Cl(NH3)4] [PtCl4]
24[Cu (NH3)4] [PtCl4
25. Tuliskan rumus senyawa berikut :
a. Natrium trikarbonatokobaltat(III)
b. Diamindiakuodikloroplatinum(IV)
    Bromida
cDiklorotetraakuokromium(III) nitrat
dKalium tetrafluoroargentat(I)
eAmonium akuopentafluoronikelat(IV)
f.  Diaminargentum(I) 
     tetrasianoferrat(III)
g. Trisetilendiaminnikel(II) Sulfat
26. Ion kompleks terdiri atas atom pusat kromium (III), dua ligan Cl -1 dan empat ligan air. Muatan ion kompleksnya adalah…
27. Suatu senyawa kompleks terdiri dari ion kromium, anion Cl -1 dan molekul NH3. Jika bilangan oksidasi pusat kromium = +3, bilangan koordinasi 6, maka rumus kimia senyawa kompleks tersebut adalah …
28. Rumus ion kompleks dari ion pusat Al +3, ligan molekul air dan ion OH -1 bilangan koordinasi 6, dan bilangan oksidasi (muatan) ion kompleksnya -1 adalah …
29. Ion pusat Ag+1, ligan S2O3 - 2  dan bilangan koordinasi 2 memiliki rumus kompleks …
30. Logam transisi dengan simbol M, membentuk ion kompleks dengan rumus [M(CN)6] - 4. Logam yang sama dalam tingkat oksidasi yang sama membentuk ion kompleks dengan rumus [M(NH3)4] x. Berapakah nilai x

Minggu, 08 Oktober 2023

A L K E N A

AlkEna Adalah hidrokarbon yang rantai induknya mengandung satu atau lebih ikatan rangkap dua. RUMUS UMUM : 

Sehingga diperoleh beberapa rumus & nama rantai induk alkena:

I. TATANAMA ALKENA
Cara memberi nama pada struktur alkena
1. Tentukan rantai C terpanjang sebagai rantai induk yang mengandung ikatan rangkap dua.

2. Berilah nama rantai induk sesuai pada daftar nama alkena.

3. Tentukan gugus cabang, yaitu sekelompok atom C yang menempel di rantai induk.

4. Berilah nama gugus cabang sesuai pada daftar nama cabang.

5. Berilah nomor pada gugus cabang, dihitung dari salah satu ujung rantai induk yang terdekat dengan ikatan rangkap dua.

6. Jika ada beberapa cabang yang sama, penamaan dijadikan satu dengan awalan : di (2 cabang sama), tri, tetra dst. Penomoran dijejer, dipisahkan dengan tanda koma (,)

7. Jika ada beberapa cabang yang berbeda, maka nama cabang ditulis sesuai urutan abjad. Awalan di, tri, tetra dst: tidak masuk dalam urutan abjad.

8. Antara nomor dan nama cabang dipisahkan oleh tanda strip (-), sedangkan antara nomor dengan nomor dipisahkan dengan tanda koma (,)

9. Urutan penulisan nama alkana :

No. cabang  nama cabang  nama rantai induk

CONTOH : 
II. ISOMERI ALKENA
Isomeri pada alkena mempunyai jumlah isomer yang lebih banyak karena isomer dapat diperoleh dengan cara menggeser cabang dan menggeser ikatan rangkap.

SIFAT - SIFAT ALKENA

ASifat Fisik Alkena

1) Sifat fisika Alkena hampir sama dengan alkana. Perbedaannya yaitu, alkena sedikit larut dalam air. Hal ini disebabkan oleh adanya ikatan rangkap yang membentuk ikatan Ï€. Ikatan Ï€ tersebut akan ditarik oleh hidrogen dari air yang bermuatan positif sebagian.

2) Titik leleh dan titik didih alkena hampir sama dengan alkana yang sesuai, makin bertambah jumlah atom C, harga Mr makin besar maka titik didihnya makin tinggi.

B. Sifat Kimia Alkena

Alkena jauh lebih reaktif daripada alkana karena adanya ikatan rangkap. Reaksi alkena terutama terjadi pada ikatan rangkap tersebut.
Reaksi-reaksi alkena sebagai berikut :

1) Reaksi Adisi (penambahan atau penjenuhan)

Reaksi adisi, yaitu pengubahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal dengan cara mengikat atom lain. Zat-zat yang dapat mengadisi alkena adalah :
a) CH2 = CH – CH3 + H2  CH3 – CH2 – CH3 

b) CH2 = CH – CH3 + Br2  CH3 – CH2 – CH2Br + HBr 

c) Addisi dengan (HCl, HBr, HF, dan HI)

Berlaku aturan Markovnikov, yaitu atom H dari asam halida akan terikat pada atom C berikatan rangkap yang memiliki atom H lebih banyak.

   CH2 = CH – CH+ HBr → CH3 – CHBr – CH3 

Jika atom C yang berikatan rangkap memiliki jumlah H yang sama, halida (X) akan terikat pada atom C rangkap yang mengikat C lain yang lebih banyak. 

    CH3  CH = CH  CH2 – CH3 + HCl CH3 – CH2 – CHCl  CH– CH

2) Reaksi Pembakaran (oksidasi dengan oksigen)
a) Pembakaran sempurna alkena menghasilkan CO2 dan H2O.

C2H4 + 3 O2  2 CO2 + 2 H2O

b) Pembakaran tidak sempurna alkena menghasilkan C/CO dan H2O.

C2H4 + 2 O2 2 CO + 2 H2O

3) Reaksi Polimerisasi

Reaksi polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekul-molekul sederhana (monomer) menjadi molekul besar (polimer).
Polimerisasi etena menjadi polietenan :

CH2 = CH2     CH2  CH  → [ CH2  CH2 ]n


SOAL : Tulislah reaksi-reaksi berikut :

1)  2-metil-2-pentena + HBr

2CH3CH=CH2 + H2O  

3)  CH3-CCl=CH2 + H2

4)  ..... + HCl → 3-kloro-2,4-dimetil pentana

5)  3-etil-2-isopropil-1-pentena + F2

6)  …... + HBr   3-bromo-2-metil-3-heksena

7)  2-metil-3-isopropil-2-pentena + O2  

8CH3CHC(CH3)CH(C2H5)2 + O2

9)  …… +  F2 C2H5CF(CH3)CF(C2H5)2




















💢 ISOMERI GEOMETRI ALKENA

💢 ALKANA

💢 ALKUNA


Sabtu, 07 Oktober 2023

ALKANA

AlkAna adalah hidrokarbon yang semua ikatan dalam rantai induknya merupakan ikatan tunggal. RUMUS UMUM : 

Sehingga diperoleh beberapa rumus kimia Alkana (rantai induk). 

Rantai induk dan cabang :

- Rantai induk adalah rantai karbon yang terpanjang dalam sebuah strukur

- Cabang adalah gugus karbon yang menempel pada rantai induk :

Nama - nama deret homolog Alkana :

No

RUMUS

NAMA
INDUK

NAMA
CABANG

1

C H4

Metana

Metil

2

C2 H6

Etana

Etil

3

C3 H8

Propana

Propil

4

C4 H10

Butana

Butil

5

C5 H12

Pentana

Amil

6

C6 H14

Heksana

Heksil

7

C7 H16

Heptana

Heptil

8

C8 H18

Oktana

Oktil

9

C9 H20

Nonana

Nonil

10

C10 H22

Dekana

Dekil



ATATANAMA ALKANA
Cara memberi nama pada struktur alkana

1. Tentukan rantai karbon terpanjang sebagai rantai induk, yaitu sederetan rantai yang mengandung jumlah atom C paling banyak.

2. Berilah nama rantai induk sesuai pada daftar nama alkana.

3. Tentukan gugus cabang, yaitu sekelompok atom C yang menempel di rantai induk.

4. Berilah nama gugus cabang sesuai pada daftar nama cabang.

5. Berilah nomor pada gugus cabang, dihitung dari salah satu ujung rantai induk yang terdekat dengan gugus cabang.

6. Jika ada beberapa gugus cabang yang sama, penamaan dijadikan satu dengan awalan : di (2 cabang sama), tri (3 cabang sama), tetra dst. Penomoran dijejer, dipisahkan dengan tanda koma

7. Jika ada beberapa gugus cabang yang berbeda-beda, maka penulisan nama cabang diurutan sesuai abjad huruf pertama nama cabang. Awalan di, tri, tetra dst: tidak masuk dalam urutan abjad.

8. Antara nomor dan nama cabang dipisahkan oleh tanda strip (-), sedangkan antara nomor dengan nomor dipisahkan dengan tanda koma (,)

9. Urutan penulisan nama alkana :

No. cabang  nama cabang  nama rantai induk

CONTOH : 


CONTOH

B. ISOMERI ALKANA
Isomeri adalah rumus molekul sama tetapi rumus struktur berbeda. Hasil dari isomeri disebut isomer. Sebagai contoh Pentana mempunyai rumus molekul C5H12 tetapi strukturnya dapat dibentuk menjadi 3 macam (3 isomer).

💢 ALKENA
💢 ALKUNA